Areum🌹@areumdowoonie
Ada satu tokoh fiksi yang sering mengundang perdebatan di kalangan pembaca buku: Soke Bahtera, dalam novel Hujan, karya Tere Liye.
Banyak yang bilang, Soke adalah tokoh laki-laki green flag, penyayang, perhatian, dll. Sebaliknya, aku tidak menemukan sisi green flag itu. Bagiku, Soke Bahtera adalah bendera merah berkibar-kibar.
Komunikasi adalah elemen paling penting dalam sebuah jalinan asmara, dan bagiku, Soke komunikasinya busuk banget bjrot 🤮👎
Berkali-kali aku pengen teriak, "NGOMONG YA SOKEEEE, NGOMONGGGGGG!!!!", tapi ya udah sih, kalo dia ngomong, cerita Hujan akan cuma jadi cerpen alih-alih novel. Hahaha....
Aku yakin, dalam menulis tokoh Soke, Tere Liye (atau ghost writernya, hahahaha) bermaksud menjadikan Soke seorang tokoh laki-laki idaman wanita yang hampir serbasempurna. Sayangnya, dia (atau mereka) lupa, bahwa wanita sangat membutuhkan laki-laki yang bisa berkomunikasi efektif, dan itu tidak dimiliki Soke.
Sampai pada satu titik aku sadar, bahwa seorang Soke Bahtera, yang digadang-gadang sebagai lelaki green flag itu, ternyata adalah apa saudara-saudara??????
Man written by man 😐🙏