AE Priyono

6.7K posts

AE Priyono banner
AE Priyono

AE Priyono

@kalatida

Headline appetiter, not only in brunch time -- also in midnight contemplation

ÜT: -6.37246,106.803316 Katılım Eylül 2009
0 Takip Edilen2K Takipçiler
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Inilah pertanyaan-pertanyaan penting yang membutuhkan jawaban bersama dari kalangan cyber-activist Indonesia. Itu pula yang hendak dicoba diproblematisasi oleh lembaga baru kami: PUBLIK BARU
AE Priyono tweet media
Indonesia
4
1
6
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Mereka membentuk jaringan diskusi politik yg meliputi berbagai macam isu publik. Politisasi media sosial baru seperti facebook dan twitter tampaknya juga merupakan pertanda terjadinya politisasi cyber-space Indonesia. Tapi ke mana arah politisasi ruang cybernetics Indonesia itu?
Indonesia
2
2
2
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Berpuncak pada kampanye “Dari Jakarta Baru Menuju Indonesia Baru,” para cyberactivists itu dengan sadar mulai menjadikan media-sosial sebagai alat gerakan sipil demi tujuan-tujuan politik (PVI 2014)
Indonesia
1
3
3
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Mulai tumbuh sebuah ruang-publik politik yang dipelopori para cyberactivists. Komunitas-komunitas itu terutama memang muncul di kota-kota besar Indonesia, dan mulai terlibat mempengaruhi proses-proses politik elektoral nasional maupun lokal (Yanuar Nugroho 2012, Merlyna Lim 2012)
Indonesia
0
2
3
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Tapi selama beberapa tahun terakhir ini, terjadi perkembangan menarik. Media sosial digital menjadi lokus dibukanya kembali ruang-publik untuk isu-isu politik di antara sesama anggota komunitas kewargaan
Indonesia
0
1
2
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Berturut-turut mereka hanya memproduksi subjek-politik idios, oikos, dan etnos; bukan demos (PVI 2015)
Indonesia
0
1
1
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Kekuatan-kekuatan bisnis, kelompok-kelompok kepentingan primordial, juga faksi-faksi politik elite oligarkis – dengan atau tanpa partai-partai politik yang menjadi kaki-tangannya – selalu menjadi antitesa bagi munculnya ruang-publik yang bersifat civic
Indonesia
0
1
1
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Berbagai riset memperlihatkan bahwa mereka masih terlalu rapuh untuk melakukan konsolidasi, juga terpecah belah dalam berbagai isu/kepentingan
Indonesia
0
1
2
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Dalam konteks Indonesia, demokratisasi yang berlangsung pada masa pasca Orde Baru tidak serta merta membuat masyarakat sipil bangkit untuk menciptakan ruang-publik mereka sendiri
Indonesia
0
1
1
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Ruang publik akhirnya makin kehilangan fungsinya untuk pengembangan public-interest, general-interest, common-interest
Indonesia
0
1
1
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Ketika itu warganegara terdegradasi sekadar menjadi konsumen barang dan jasa, serta konsumen administrasi pemerintahan. Media dan kaum elite mendefinisikan dan mendiktekan kepentingan mereka
Indonesia
0
1
2
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Itu adalah fenomena regresi ruang-publik pada abad ke-18 dan ke-19. Sejak abad ke-20, ketika kapitalisme negara, industri budaya pop, dan korporat bisnis besar menjadi kekuatan-kekuatan yang mendikte ruang publik
Indonesia
0
1
1
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Dulu, sebelum munculnya cyber-space, Habermas (1989) mengingatkan adanya transformasi ruang publik. Pernah menjadi lokus bagi tumbuhnya gagasan-gagasan mengenai public-good, ruang-publik makin terprivatisasi dan hanya berfungsi untuk penyemaian gagasan kebebasan individual
Indonesia
0
2
1
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Apakah dewasa ini cyber-space memungkinkan munculnya ruang-publik untuk memajukan pembicaraan menyangkut isu-isu publik melalui perdebatan publik yang luas dan bisa mempengaruhi kebijakan publik pada tingkat bangsa dan negara?
Indonesia
6
14
47
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Itu sebab ruang-publik pada kenyataannya adalah ruang-diskursif di mana berbagai individu dan kelompok bergabung untuk membicarakan masalah-masalah bersama (Hauser 1999)
Indonesia
0
1
1
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Diskusi menyangkut isu publik atau kepentingan umum menjadi elemen terpenting di mana sebuah ruang yang terbuka menjadi bersifat publik. Diskusi-diskusi tersebut sering menjadi debat-publik yang menghadirkan berbagai pandangan yang saling berbeda bahkan bertentangan
Indonesia
0
1
1
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Istilah cyber-space memang dipakai untuk mengaitkan segala sesuatu yang berhubungan dengan interaksi sosial melalui internet. Interaksi sosial yang difasilitasi internet itu melahirkan kebudayaan internet
Indonesia
0
1
1
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Keterbukaan ruang-publik di cyber-space dianggap menghadirkan pengalaman sosial baru di mana individu-individu bisa berinteraksi
Indonesia
0
1
1
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Aksesibilitas u/ komunikasi dan interaksi publik tetap terbuka bagi semua orang; hanya sekarang berlangsung di dunia digital, dan difasilitasi teknologi cyber. Interaksi sosial yang berkembang di cyber-space inilah yang menciptakan ruang publik baru, juga subjek-politik baru.
Indonesia
0
1
2
0
AE Priyono
AE Priyono@kalatida·
Definisi paling elementer mengenai ruang-publik selalu merujuk pada ruang terbuka yang bisa diakses semua orang untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi. Tidak ada yang berubah dari definisi itu ketika kita mengidentifikasi ruang-publik di media sosial.
Indonesia
0
1
4
0