❎🅱️🇷⚠️🇳✝️
37K posts


@bangherwin Percayalah, ini akan mangkrak seperti Wisma Atlet Hambalang, IKN Kalimantan. Kenapa mereka begitu tidak bertanggung jawab dan atas tugas dan tanggung jawab yg mereka emban.
Indonesia

@karirfess Jalan raya yang dulunya dilintasi sedikit mobil, jalan raya yang sama yg kini penuh sesak dengan mobil.
Indonesia

Saya ada cerita seorang bapak.
Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1.
Lembur.
Utang.
Sampai jual tanah warisan.
Anaknya lulus. IPK bagus.
Wisuda lengkap dengan toga.
Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR.
Dan si bapak masih senyum bilang,
"Mungkin belum rezekinya."
Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya.
Tapi cerita si bapak.
Dia lahir tahun 70-an.
Gak tamat SMA pun bisa buka toko,
punya rumah,
besarin anak dengan layak.
Logikanya simpel dan masuk akal:
"Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah,
hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya."
Logika itu benar. Di zamannya.
Masalahnya bukan orang tua yang salah didik.
Bukan juga anaknya yang kurang usaha.
Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa.
Ijazah dulu adalah tiket.
Sekarang ijazah adalah syarat minimum.
Yang bahkan kadang pun masih belum cukup.
Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh.
Bayangin ya.
Tahun 1995,
fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan.
Sekarang,
lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun,
skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja.
Gajinya?
UMR aja belum tentu.
Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu.
Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama.
Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini:
"Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus."
"Kuliah dulu, baru enak hidupnya."
"Investasi terbaik itu pendidikan."
Nasihat itu bukan bohong.
Di zamannya, itu benar dan terbukti.
Tapi zamannya sudah ganti.
Nasihatnya tidak ikut ganti.
Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu
yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang.
Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman.
Dia cerita,
"Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw."
Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?"
"Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak."
"Bokap lu tau?"
"Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung."
Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal.
Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja.
Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya.
Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah,
jangan cuma pikirin jurusannya.
Tapi ajarin juga:
1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil.
2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan.
Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana.
3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang.
Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata.
4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan.
Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup.
Soalnya begini.
Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah.
Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya:
"Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal.
Kita harus cari tau bareng-bareng."
Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun.
Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu.
Kubu pertama bilang,
"Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar."
Kubu kedua bilang,
"Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha."
Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut:
Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya.
Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya.
Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya.
Bukan karena malas. Bukan karena manja.
Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang.
Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
Indonesia

@honda_team_asia Why they struggle in this fast flowing Catalunya track. Whats wrong?
English


@Petswithaura Punch-kun loves his grandpa Atomaru. even though grandpa Atomaru is very strict and disciplined, he and grandpa Sotomaru make Punch-kun feel safe, comfortable and accepted.
English

@ShenoWirang Kok seperti kumis Hitler Ups salah... terlalu keren itu.
Yang pas...Seperti kumis tokoh lawak. 😀😅😂
Just kiddin biar ga tambah spaneng
Indonesia

Mengaku demokratis, tetapi memusatkan kekuasaan.
Siap mati demi rakyat, tetapi
dekat dengan komprador.
Teriak efisiensi, tetapi tingkah
polahnya boros dan mewah.
Mengakui kebebasan, tetapi
kritik dianggap gangguan.
Mengakui keterbukaan, tetapi diingatkan tantrum.
Bukan presiden boneka, tetapi teriaknya Jokowi.
Bro, presiden kok nggak ajeg, yappingan pula!
Ah, dasar:
𝗣𝗥𝗘𝗦𝗜𝗗𝗘𝗡 𝗣𝗔𝗥𝗔𝗗𝗢𝗞𝗦

Indonesia
❎🅱️🇷⚠️🇳✝️ retweetledi

Not the first time, not the second time, not the third or fourth time, Israel is constantly bombing Lebanon with banned phosphorus munitions, violating Security Council resolution SCR 1701, ceasefire agreement, and international law with absolutely no consequences.
If children are lucky and don't suffocate, the phosphorus burns through the tissues all the way to the bone. It cannot be extinguished.
This is another war crime and the International Criminal Court remains silent.
English

Punch, unexpectedly, took a dip in the pond yesterday 😂 It appears that the little monkey gang got a bit too close to the water. 💦
It’s hilariously cute how Punch effortlessly shakes off his fall, both figuratively and literally.🐒❤️🔥🌱
#punch #ichikawazoo #punchi
English
❎🅱️🇷⚠️🇳✝️ retweetledi

Africa’s greatest leader was murdered just 10 days before his 36th birthday.
The CIA sent the poison. Belgium sent the firing squad. Then they dissolved his body in acid so there would be no grave, no ashes, no place for his people to mourn. 🇨🇩💔
His name was Patrice Lumumba.
And his only crime was believing that the Congo belonged to the Congolese.
On Independence Day, Lumumba stood before his people and declared:
“We are going to make of the Congo the centre of the sun’s radiance for all of Africa.”
Six months later, he was dead.
Here is how they silenced him:
🔸 In August 1960, President Dwight D. Eisenhower authorised the CIA to eliminate Lumumba. CIA chemist Sidney Gottlieb personally carried poison to the Congo to place in his food or on his toothbrush.
🔸 His closest ally, Colonel Mobutu Sese Seko, became the CIA’s principal agent — paid to betray the very man who trusted him.
🔸 On January 17, 1961, Lumumba was tortured, beaten, humiliated, and handed over to a Belgian-backed firing squad.
🔸 Belgian officers cut his body into pieces and dissolved his remains in sulphuric acid. Patrice Lumumba has no grave. No tomb. No resting place.
🔸 Before they killed him, they forced him to swallow the paper containing his Independence Day speech — as if they could erase his words by forcing him to eat them.
🔸 The CIA then installed Mobutu, who ruled the Congo for 32 years while foreign powers looted its diamonds, gold, copper, and cobalt as millions suffered in poverty.
🔸 Years later, CIA Director Allen Dulles admitted: “I think we overrated the Soviet danger in the Congo.”
They destroyed a man. They destroyed a nation. And they did it over a lie.
Today, the Congo holds some of the world’s largest reserves of cobalt — the mineral that powers smartphones, laptops, and electric cars across the globe. Yet its people remain among the poorest on Earth.
That is not an accident.
That is exploitation disguised as geopolitics. 🌍
Patrice Lumumba dreamed of an Africa that controlled its own wealth, wrote its own destiny, and bowed to no empire.
They killed the man, but they could not kill the dream.
If Lumumba had lived… what would Africa look like today?
#PatriceLumumba #Congo #AfricanHistory #NeverForget #AfricanLiberation

English

After watching this video, I noticed that Punch and his grumpy little friends had to stand in a line. From there, I started carefully observing each monkey’s individual identity and features.
There were four orange-toned monkeys and one dark monkey that was Punch.
Punch: the darker monkey among them.
Momiage: recognizable by the big eyes and the dark fur framing the head.
Tiger monkey: looks similar to Momiage, but has much thicker and darker fur around the head.
By observing them closely in the lineup, their unique personalities and appearances became easier to distinguish.
The other two monkeys don't have idea .
#punvh
#ichikawazoo
English
❎🅱️🇷⚠️🇳✝️ retweetledi

#がんばれパンチ サポーターズガイド公表からもうすぐ2か月になります。
現在の寄附額は約3,600万円‼ご支援いただいた皆様、本当にありがとうございます🙇♂️
お知らせです!『寄附申出書』を記入、お申込みいただいた方に抽選でパンチのポストカード(※非売品)をプレゼントします🐒3月・4月にお申込みいただいた方は順次発送していますので今しばらくお待ちください。
引き続きご支援よろしくお願い申し上げます。
⬇️寄附方法などの詳しい情報はこちら⬇️
city.ichikawa.lg.jp/site/zoo/54018…
⚠️不正対策のため、振込の口座番号は必ず上記URLに表示されるものをご指定ください。
#市川市動植物園


日本語
❎🅱️🇷⚠️🇳✝️ retweetledi
❎🅱️🇷⚠️🇳✝️ retweetledi

明日5月16日より、土曜・日曜・祝日の年間パスポート販売を再開いたします。
年間パスポートを購入される方は、キャッシュレス購入列(右側)にお並びください。
また、年間パスポート再開のため、キャッシュレス購入列(右側)は混雑が予想されます
のでご了承ください。
city.ichikawa.lg.jp/site/zoo/53964…
#市川市動植物園
#年間パスポート
日本語
❎🅱️🇷⚠️🇳✝️ retweetledi
❎🅱️🇷⚠️🇳✝️ retweetledi

Atomaru grandpa gave Punch a funny little "BOOM 💥"surprise, and Punch got so startled he jerked back and looked like, “Grandpa is joking with me again?!” 😂🐒
#punchi
#ichikawazoo
English

@indepenSumatera Malahan yg terjadi UU KPK diperlemah dan KPK tidak lagi berdiri independen melainkan di bawah Presiden.
Trus tujuan bakar²an dan bunuh²an Reformasi '98 apa??
Bahkan banyak yg dulunya aktivis Reformasi malah diam dan bahkan menghianati Reformasi.
Indonesia

Koruptor di Indonesia itu kayak udah kayak hama. Semprot pakai hukuman ringan? Malah makin banyak, kan anj
Kalo mau tuntas ni hama koruptor caranya ya 3 ini
1. Hukuman mati
2. Rampas aset
3. penjara ratusan tahun
Kalau 2 yang pertama tidak berani, ya udah. Normalisasikan penjara ratusan tahun buat pejabat korup. Biar jera, enak aja di penjara 5-7 tahun.
Contoh tuh negara tetangga, jangan malu
Harusnya sudah sejak lama ini terapkan kepada
1. Suharto
2. Jokowi
3. Praaaa

Indonesia











