KAMIL

31.5K posts

KAMIL banner
KAMIL

KAMIL

@kamilmoon

indonesian, random, running, cycling, basketballin, neurooncology, fibrosarcom survivor

Katılım Eylül 2009
570 Takip Edilen3.8K Takipçiler
KAMIL retweetledi
Jason Hickel
Jason Hickel@jasonhickel·
Bombing Iran in the middle of negotiations, while starving Cuba, while genociding Palestinians, while threatening to invade Greenland… the US and Israel are the single greatest threat to humanity and it’s not even close. We are all forced to live in the nightmare they create.
English
5.1K
122.2K
381.5K
6.6M
KAMIL retweetledi
Dayat Piliang (;)
Dayat Piliang (;)@dayatpiliang·
Guys, terakhir nih sebelum tidur. Aku enggak ada urusan sama mbak-mbak LPDP itu. Dan enggak mau tahu juga urusannya. Mau dia disuruh ganti rugi, balikin duit, atau apapun istilahnya, terserah! Tapi, intinya, kalian harus tahu suara orang yang kecewa atau bahkan di tahap menyesal jadi WNI itu berasal dari pemerintah yang enggak becus menjalankan negara. Setiap berganti rezim, bukannya makin benar, rakyat makin sengsara. Sedikit saran, itu energi galaknya boleh juga nanti setelah si mbak-mbak itu habis diproses, dialihkan ke pejabat-pejabat yang kerjanya enggak bener. Soalnya pejabat itu gaji, tunjangan, dan anggaran apapun yang dia pakai, itu duit pajak rakyat, duit keringat rakyat. Kalau dia kerja enggak benar, itu artinya dia ngeludahin rakyat. Sekalian juga sama aparat. Mari kita kawal semua orang-orang yang makan dan hidup pakai duit pajak rakyat untuk bisa berkontribusi dan kerja benar untuk menyejahterakan rakyat.
Indonesia
215
2.7K
7.1K
337.9K
KAMIL retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Katakanlah Anda kuliah S2/S3 di sebuah kampus terpencil di kota pinggiran Korea yang rangkingnya jauh di bawah UI, ITB, dan UGM. Di bidang STEM. Teknik Elektro, Ilmu Komputer, Teknik Material, atau Kimia. Di lab yang well funded dengan Profesor yang respectable. Maka Anda: 1) Umumnya punya fasilitas lab yang lengkap. Alat gak perlu mikir, bahan gak perlu beli, mencit udah ada, reagen tersedia. PC high end, laptop disediakan. 2) Tinggal eksperimen dengan bahan-bahan yang ada, olah datanya, dan plot grafiknya, lalu ditulis jadi paper. 3) Papernya dipublikasikan ke journal dengan APC 2000 sampai 5000 USD? Kampus yang bayarin. Gak perlu reimburse. Langsung dibayar kampus. 4) Ke konferensi di UK atau India? Berangkat aja. Biaya sudah ditanggung sama lab tempat Anda bekerja. 5) Bayar UKT? Nggak bayar. Anda pekerja lab. UKT dibayar oleh lab. Anda tinggal bekerja. 6) Biaya hidup? Anda digaji oleh lab. Bekerja 40 jam seminggu di sana. 7) Topik riset dan kebaruan? Lab didanai dengan ide dari Profesor. Anda gak perlu cari topik, tinggal ikut apa yang dia kerjakan. 8) Kelas dan tugas? Ada tapi highly irrelevant, pembimbing Anda gak terlalu peduli, yang penting IPK di atas threshold biar UKT murah, jadi lab gak keluar duit besar. 9) Anda dah lulus tapi belum mau kerja? Profesor biasanya masih butuh tenaga mantan mahasiswanya. Postdoc atau postmaster. Gajinya juga sebagai tenaga kerja. Bukan lagi gaji mahasiswa. 10) Kalau Anda single, tinggal di asrama kampus akan menghemat housing jauh. Bisa seperempat biaya tinggal di luar. Makan sudah sepaket sama asrama, apalagi kalau Anda non muslim yang bisa makan non-halal. 11) Anda juga wajib terdaftar di NHIS, BPJS kesehatannya Korea. Periksa ke dokter spesialis gak perlu antri, obat juga murah. Paling total 10-20 ribu won kalau sakit. 12) NHIS juga cover keluarga. Anak saya dirawat seminggu di rumah sakit, perlu MRI, langsung hari itu juga. Kultur bakteri buat mastiin penyakitnya apa. Rawat inap. Abisnya cuma 300 ribu won, sekitar 4 juta rupiah. 13) Kalau Anda atau istri Anda hamil, pemerintah kasih subsidi langsung 1 juta won untuk biaya kontrol dan persalinan selama kehamilan. 14) Sekolah anak-anak gratis di sekolah negeri. Dari SD sampai SMA. Gak ada biaya tersembunyi. Literally gratis. Bahkan bukunya dari sekolah. 15) Tiap sekolah menyediakan makan siang gratis. Tiap sekolah ada dapur, juru masak, dan ruang makan. Dimasak fresh di sekolah setiap hari. 16) Pemerintah juga menyediakan kelas bahasa Korea gratis. Kalau lulus level 5, dianggap setara dengan TOPIK 6 yang bisa jadi full point buat permanent residency. 17) Anak-anak juga bisa main di taman yang dibikin pemerintah. Ada taman yang isinya perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan di sebelah rumah saya.
IndonesianWorkingAbroad@IndoWorkAbroad

Gak semua yg S2 di luar negri itu pintar 🤭 Banyak kampus abal2 yang gak lebih bagus dari UI or ITB 🇮🇩 Lihat juga dia jurusan apa 🕵️ Kemungkinan besar WNI yg cuma S1 di Indonesia tapi dapet kerja bagus di LN jauh lebih pinter dari mereka.

Indonesia
122
1.8K
11.7K
687.5K
KAMIL
KAMIL@kamilmoon·
Ada yang baru lagi nih, Dari negri konohamu
KAMIL tweet media
Indonesia
0
0
2
392
KAMIL
KAMIL@kamilmoon·
Cok iki koyok mimpi maine emyu kuwalik, city buntu, ngantu halaand gedek2 gumun
Indonesia
0
0
0
274
Lutfi Nur Farid
Lutfi Nur Farid@lutfithe13th·
Swasta konsultan marketing RS aja sampai nyindir bahwa menempatkan harga layanan RS di ruang publik itu amat vulgar.. 🤣
Indonesia
4
0
23
1.7K
KAMIL
KAMIL@kamilmoon·
@erempebe @ardi_tama1 Kalo kasusnya begitu, secara aturan mungkin "aman" karna kementerian tersebut lah yang punya otoritas (dan udah bikin kodeki gak berlaku, hehe ). Tapi secara etika moral non aturan (atau apapun sebutannya), mgkn memang gak pas ya,,,, Hmmmm
Indonesia
1
0
2
848
KAMIL
KAMIL@kamilmoon·
@erempebe @ardi_tama1 Okesip mantab. Kita ke studi kasus aja, ada rumah sakit kementrian di surabaya yang baru2 ini bikin unggahan yang kontennya mirip2 yang di atas. Pakai wajah wajah para dokter spesialis, satu page dengan harga yang tertera serta metode jasa/pelayanan yang ditawarkan semacam paket.
Indonesia
1
0
2
452
KAMIL
KAMIL@kamilmoon·
@TabatiereMaddok Masalahnya kodekinya (kayanya) uda diganti sama kemennnnnnnnnkkkk.... *sinyalhilang
Indonesia
0
0
16
2.8K
Tabatiere Snuffbox
Tabatiere Snuffbox@TabatiereMaddok·
@kamilmoon Sedang berusaha buka Kodeki apakah masih relevan di era sekarang atau tidak.
Indonesia
2
0
4
3K
KAMIL
KAMIL@kamilmoon·
Mintak opini donk. Kalo ada ginian di negoromu. Menurut kalian gmn?
KAMIL tweet mediaKAMIL tweet media
Indonesia
9
1
20
40K
KAMIL
KAMIL@kamilmoon·
Zirkzee entut
Deutsch
0
0
0
344
KAMIL
KAMIL@kamilmoon·
Ya karna itulah, saya pribadi belom pada tahap brani 'edukasi' medis di sosmed. Diriku ndak mampu dan ndak ada energhi. Jadi penonton ajah..
Indonesia
2
7
20
4.8K
KAMIL
KAMIL@kamilmoon·
Lah lom pada tau bbrp kondisi lobektomi atau (bahasa soshmed-nya) motong dan ngluarin sbagian otak justru tindakan livesaving dan terapi yang menyembuhkan. Tapi ya syulitnya jelasinnya di soshmed Uteke copot.
Indonesia
0
0
9
595
KAMIL retweetledi
Publishing with Integrity
Publishing with Integrity@fake_journals·
There’s pressure across academia: “Publish in Q1 and Q2 journals - anything less is not good enough.” It’s a familiar mantra in many institutions. But it’s worth asking whether this expectation genuinely serves scholarship? Here’s why you should not just focus on Q1 and Q2 journals. 1. Quartiles are not a measure of quality - only of journal-level performance. A Q1 journal can publish weak papers. A Q3 journal can publish groundbreaking ones. Quartiles reflect citation distributions, not journal/article quality. Treating quartiles as a proxy for quality oversimplifies the complexity of research evaluation. 2. “Best fit” often matters more than “best quartile.” A highly specialised paper may have its natural home in a niche journal that sits outside Q1/Q2. Forcing it into a top-tier venue can dilute its relevance, slow down publication, or push it into journals that are not read by the scholars that should be reading your article. 3. Impact comes from usefulness, not quartile labels. A paper can transform industry practice or shape local policy, but appear in a Q3 or Q4 journal, or even one that is not indexed. Real-world impact rarely aligns neatly with journal-level metrics. 4. Over-emphasis on quartiles can distort behaviour. It can encourage scholars to chase metrics instead of questions that genuinely matter. It can push early-career researchers into risk-averse strategies, narrowing creativity and discouraging interdisciplinary work that doesn’t fit the traditional mould. 5. It creates inequities - globally and institutionally. Not all disciplines have the same availability of Q1/Q2 journals. Not all countries or universities have the same access or resources. The expectation of “Q1 or nothing” often disadvantages scholars working in emerging fields or developing regions. For an alternative view, see: x.com/fake_journals/…
Publishing with Integrity tweet media
English
13
86
342
31.3K
KAMIL
KAMIL@kamilmoon·
I cried for 5 min after finish before this, because this
English
2
8
88
17.5K
KAMIL retweetledi
Publishing with Integrity
Publishing with Integrity@fake_journals·
. 1,069,301 more citations and an h-index increase of 159. ... and in just 39 days On 01 Sep, I posted about Yoesoep Edhie Rachmad whose Google Scholar profile showed that he had over three million citations (first image). I checked back today (9 Oct 2025) and he now has 5,194,409 citations, and an h-index of 1,835 (second image). In 39 days his citations have increased by 1,069,301 and his h-index has increased by 159. I would love to know how he is manipulating his account (as he obviously is). Links 🔴Post from 01 Sep 2025: buff.ly/6oq6Vxp 🔴Google Scholar Account: buff.ly/bmOXsIM (archived at buff.ly/PKd6PmF) 🔴Previous archive of Google Scholar account (01 Sep 1025): web.archive.org/web/2025090103… Note: He has deleted several of his accounts previously, so there is no guarantee that this one will still be there, which is why we have archived it.
Publishing with Integrity tweet media
English
3
25
80
10.5K
KAMIL
KAMIL@kamilmoon·
Open mic ke sekian
KAMIL tweet media
Indonesia
0
0
0
356
KAMIL
KAMIL@kamilmoon·
@ardi_tama1 @FebyPurnama @syahrul1988 Hahahaha gak kok broooo, saya adalah sohib kawan-kawan neuro. Tapi stujuuuu perdebatan menkeu lama-baru itu ya kek gitu itu haha
Indonesia
0
0
1
149
ardian pratama
ardian pratama@ardi_tama1·
perdebatan soal menkeu lama sama menkeu baru kayak perdebatan dr neuro sama BS skenario fiktif Neuro @FebyPurnama "konservatiffff" BS @kamilmoon "bukaaaa" "hemodinamik jele masa lu mau bukaaaa" "gak dibuka tambah jelek ituuuu, lagian it nanti urusannya dia" *nunjuk @syahrul1988
Indonesia
5
3
19
1.6K