🪼

349 posts

🪼 banner
🪼

🪼

@kanayatwt

Katılım Temmuz 2025
43 Takip Edilen38 Takipçiler
kim
kim@MajorYegon·
mau boleh wa bio ya ! Tiket bts arirang - vip a day 1 4 tix -vip c 2 tix - cat 3 4 tix PLATINUM TRIBUNE day 1 4 tix Diurus sampe fisik ETICKET DIKIRIM BY PDF ❗️selektif fans Wts wtb jastip jaswar war tiket BTS ticket arirang in jakarta l #zonauang #zonajajan
Indonesia
67
0
12
7K
hana⁷ 🐰🎀 is seeing bts in JKT 😭😭😭
‼️LAPAK KHUSUS UNTUK ARMY ONLY WTS BTS KONSER ‼️ #armybantuarmy Bismillah karena banyak mutual aku dan juga temen temen ARMY yang lain belum pada kebagian tiket aku ingin bantu mereka, barangkali kalian ada lebihan tiket bisa reply disini ya 🥰 ONLY ARMY YANG JUJUR DAN AMANAH
Indonesia
2.2K
1.3K
3.3K
191.7K
🪼
🪼@kanayatwt·
@kgsinmal Kak platinumnya msh ada?
Indonesia
1
0
0
20
kgsinmal || mention after dm
haloo masih ada yang cari konser BTS jakarta, masih avail VIP package A, kalo mau langsung DM
Indonesia
2
0
0
176
🪼
🪼@kanayatwt·
@halo1314 Kakk aku ada memberrr mauu
Indonesia
1
0
0
49
jeje
jeje@halo1314·
Guysssss yg ada member buruan
jeje tweet media
Indonesia
2
0
0
89
🪼
🪼@kanayatwt·
@kthzio Kakk aku mau vip day brp aja
Indonesia
0
0
0
51
🪼
🪼@kanayatwt·
@wonkizedt Hi is the jakarta one still available?
English
1
0
0
49
zee
zee@wonkizedt·
wtr wts lfb will be renting my code for next week’s army membership pre sale. got my prio tix this week - gcash / gotyme - 600 php per stop - dm if inch ! 🔖 bts arirang world tour weverse bangkok jakarta hongkong bulacan
zee@wonkizedt

wtr wts lfb will be renting my code for next week’s army membership pre sale. got my prio tix this week - gcash / gotyme - 600 php per stop - dm if inch ! 🔖 bts arirang world tour weverse bangkok jakarta hongkong bulacan

English
2
0
0
848
🎀
🎀@12thlanee·
still available ❗️ want to sell [ wtr wts for rent lfb ] 📍bangkok ✅ 📍hong kong ✅ 📍jakarta ✅ 「 1 code good for 4 tixs 」 🏷️ ₱500 | $8.11 # bts arirang world tour army membership weverse kaohsiung bangkok kuala lumpur melbourne sydney bulacan
🎀@12thlanee

[ wtr wts for rent lfb ] renting my army membership code for pre sale! (already secure my prio) 📍bangkok 📍hong kong 📍jakarta 「 1 code good for 4 tixs 」 💭 dm me! for price # bts arirang world tour weverse kaohsiung bangkok kuala lumpur melbourne sydney bulacan

English
1
0
0
1K
🪼
🪼@kanayatwt·
@closertosil Hi kakk, aku tertarik tapi gabisa dm kamuu
Indonesia
0
0
0
21
🪼
🪼@kanayatwt·
i♥️my friends
English
0
0
0
78
🪼
🪼@kanayatwt·
Kenapa gak ada whatsapp wrapped ya
Indonesia
0
0
0
96
🪼
🪼@kanayatwt·
WOYYYHHH BALES GUAAAAA
Indonesia
0
0
0
100
🪼
🪼@kanayatwt·
Ehguemarah marah mulu astagfirullah
Indonesia
0
0
0
122
🪼
🪼@kanayatwt·
Pandawa24jam gue tandain ya lu.
Indonesia
1
0
0
119
🪼
🪼@kanayatwt·
apa krn cabut matdas y
Indonesia
0
0
0
71
🪼
🪼@kanayatwt·
DURASI BUUU DURASI
Indonesia
0
0
0
83
🪼 retweetledi
adythia utama
adythia utama@magruderjazz·
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan

Sesudah menghilangkan kesal pada Fedi, dan sesudah melakukan refleksi lebih mendalam pada film Pangku, inilah ulasannya. Perlu beberapa kali menulis ulang agar tertuang semua yang dirasakan saat menonton. Ada film yang selesai kita tonton, lalu kita pulang dan hidup seperti biasa. Ada juga film yang membuat kita pulang dengan cara pandang yang berubah. Pangku berada di kelompok kedua. Dalam debut penyutradaraannya ini, Reza Rahadian memilih menaruh kamera sebagai saksi yang tenang. Di sudut-sudut Pantura, di antara perempuan yang memikul beban rumah tangga sendirian, di warung-warung kecil yang menjadi ruang bekerja sekaligus ruang tawar-menawar martabat. Di sana kita bertemu Sartika, seorang ibu yang harus menghidupi diri dan anaknya di tengah krisis ekonomi, tanpa pegangan selain tekad untuk bertahan. Kita melihat dilemanya sebagai ibu tunggal dengan perasaan sepi dan kegelisahan akan dokumen yang tak lengkap. Di titik itu film ini mengingatkan kita bahwa keleluasaan memilih adalah sesuatu yang ikut direnggut oleh kemiskinan. Reza tidak menampilkan fenomena “kopi pangku” dalam film ini sebagai sensasi, melainkan sebagai gejala dari struktur yang timpang. Perempuan dijerumuskan ke dalam keterpaksaan yang berisiko, sementara laki-laki kerap digambarkan punya kelapangan yang lebih besar untuk datang dan pergi. Walau demikian, film ini tidak menghakimi para tokohnya, tapi memperlihatkan bagaimana lingkungan dan ekonomi bisa menyudutkan seseorang ke pojok yang sempit. Di balik semua itu, terlihat betapa serius Reza menggarap karyanya. Christine Hakim mengatakan bahwa momen nafasnya pun diatur oleh Reza. Ia juga ingat terakhir kali ia disutradarai sedemikian ketatnya adalah oleh almarhum Teguh Karya. Ia benar. Ada ketelitian dan obsesi pada kesempurnaan dalam pembuatan film ini yang mengingatkan pada tradisi Teguh Karya. Perhatian pada detail membuat dunia Pantura dalam film ini terasa dekat. Kulit yang tampak lengket oleh keringat, pakaian yang terlihat benar-benar usang, hingga ornamen kecil di warung dan rumah. Semuanya membuat kita merasakan gerahnya udara pesisir dan lelah yang menempel di tubuh para tokohnya. Tidak ada glamor yang dipaksakan, yang ada adalah keotentikan yang sering menyesakkan. Secara alur, Pangku bergerak pelan. Dialognya irit, tapi justru karena jarang, tiap kalimat jadi terasa penting. Seperti pemahat yang mengikis batu karena yakin bentuk patungnya sudah ada di dalam sana, Reza dan tim menyingkirkan kata-kata yang tidak perlu. Sisanya diserahkan pada tatapan, gestur, dan keheningan. Di sisi peran, Claresta Taufan memberi tubuh dan jiwa pada sosok Sartika. Rapuh dan lelah, tapi enggan menyerah. Christine Hakim adalah Christine Hakim, seorang maestro. Ia memberikan lapisan emosi yang halus pada tokoh Bu Maya. Hangat dan manipulatif dalam satu tarikan nafas. Sementara Shakeel Fauzi sebagai Bayu menjadi pintu empati penonton terhadap anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang “tidak lengkap” di mata masyarakat. Fedi Nuril kembali menambah lapisan dilema moral dalam cerita. Bagi saya, film tidak punya kewajiban untuk mendidik. Tugas utamanya adalah membangkitkan emosi yang membekas, entah itu tawa, takut, haru, atau geram. Tetapi ketika emosi itu membuat kita merenungkan cara kita memperlakukan ibu-ibu tunggal yang dipinggirkan, anak-anak dengan hak-hak yang diremehkan, dan mereka yang terpinggirkan tanpa dukungan, di situlah film ini berperan lebih jauh sebagai medium pengingat dan pembuka kesadaran. Pangku tidak memberi kita daftar pesan moral, tapi memberi kita pengalaman. Dari pengalaman itulah, pelan-pelan, kesadaran sosial ikut terbangun. Maka untuk itu, kita berterima kasih kepada Reza, seluruh aktor dan awak yang telah menghadirkan film ini bagi bangsa. Maju terus perfilman Indonesia! boxd.it/bHOIJp

ZXX
389
1.1K
4.9K
497.4K
🪼
🪼@kanayatwt·
eh gue bete bgt di gojek kepanasan gk sengaja trs mengeluarkan suara arghh dan ugh sampe bapakya nengok mlu.
Indonesia
0
0
0
55
🪼
🪼@kanayatwt·
AMS AMS,,,,GUAAA YG GA AMS
Indonesia
0
0
0
52