Kang Abay

31K posts

Kang Abay banner
Kang Abay

Kang Abay

@Kang_Abay

Author Novel #CintaDalamIkhlas #HijrahituCinta | Creator #CintaPositif #Singlelillah #Sisterlillah #CintaHalal Project | Founder & CEO Teladan Cinema

Bandung Katılım Mayıs 2009
727 Takip Edilen49.6K Takipçiler
Kang Abay retweetledi
Troll Football
Troll Football@TrollFootball·
even their sponsors are second best...
Troll Football tweet media
English
706
7.9K
67.8K
884.3K
Kang Abay retweetledi
sarah
sarah@sahouraxo·
Israel killed Rico Pramudia in South Lebanon. He died of his injuries today. He wasn’t a fighter — he was a UN PEACEKEEPER from Indonesia. Israel killed him anyway. And not a single whisper from Western media. No international outrage. No justice. No accountability.
sarah tweet media
English
1.1K
38.9K
67.9K
732.6K
Kang Abay
Kang Abay@Kang_Abay·
Bagus ini mengakui salah dan mau melakukan evaluasi. Jadiin momentum unit lain di kampus manapun kalau ada budaya jelek, gak usah dilanjutkan. Stop dan bangun budaya baru yg positif.
HMT-ITB@HMT_ITB

PERNYATAAN SIKAP HMT-ITB

Indonesia
0
0
1
134
Kang Abay retweetledi
sarah
sarah@sahouraxo·
Israel killed 3 Indonesian UN peacekeepers in South Lebanon. They were wearing blue helmets. They were in UN uniforms. They were peacekeepers. Israel bombed them anyway. Not a peep in Western media. Not a word from the international community. Kick Israel out of the UN.
English
1.3K
58.4K
175.7K
2.2M
Kang Abay retweetledi
Dino Patti Djalal
Dino Patti Djalal@dinopattidjalal·
Diujung thn 2025, sy sampaikan 4 kritik (dan saran) utk @Menlu_RI Sugiono. Semoga beliau tidak defensif menerimanya karena yg saya sampaikan ini mewakili pandangan sebagian besar masyarakat pecinta politik luar negeri kita. Semoga pula dapat menjadi bahan renungan yang bermanfaat u/ para eksekutor diplomasi🇮🇩. Silahkan disimak & dikomentari & dikutip. Salam diplomasi, Dr. Dino Patti Djalal
Indonesia
454
7.3K
11.4K
1M
Kang Abay retweetledi
kumparan
kumparan@kumparan·
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ustaz Muhammad Jazir ASP, wafat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada Senin (22/12) pukul 04.00 WIB. Putra bungsunya, Haidar Muhammad Tilmitsani, mengungkapkan salah satu cita-cita almarhum yang belum terwujud adalah mendorong masjid memiliki wakaf produktif agar tidak hanya bergantung pada infak jamaah. Menurut Haidar, wakaf produktif berupa badan usaha milik masjid diharapkan bisa menopang operasional masjid sekaligus memberi jaminan kesejahteraan atau pensiun bagi para pengabdi masjid. Ustaz Jazir juga selalu berpesan agar pengurus masjid tidak hanya fokus mengurus bangunan, melainkan membangun peradaban dan melanjutkan perjuangan sosial yang berdampak langsung ke masyarakat. Sebelum wafat, Ustaz Jazir diketahui menderita sakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan komplikasi ginjal yang menurunkan fungsi tubuhnya dalam 45 hari terakhir. Jenazah disemayamkan di Masjid Jogokariyan dan rencananya dimakamkan di Makam Karangkajen. Hingga akhir hayatnya, almarhum masih sering berbicara tentang amal saleh dan keinginan membantu sesama. 📸: Dok. kumparan/Arfiansyah Panji. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. #newsupdate #update #news #videonews #ustazjazir #masjidjogokariyan #wakafproduktif #tokohislam #yogyakarta #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan
Indonesia
12
260
805
29.5K
Kang Abay retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Subuh, Yogyakarta, 9 Februari 2008 Lambang Babar Purnomo, seorang PNS arkeolog senior, alumni FIB UGM, ditemukan tewas di selokan di jalan lingkar luar utara Yogyakarta. Dia baru pulang sekitar jam 4 pagi setelah bertemu dengan sejumlah teman arkeolognya. Harusnya di hari itu, siangnya, dia menjadi saksi ahli dalam persidangan perkara kehilangan dan pemalsuan beberapa benda berupa arca, koleksi Museum Radya Pustaka, Solo. Beberapa waktu sebelum kejadian, dia ditugaskan kantornya untuk pengambilan dan pengembalian benda pusaka ke tempat seharusnya. Benda-benda itu kedapatan di rumah/bangunan pribadi di Jakarta. Milik siapa rumah itu? Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto. Setelah jemput arca di rumah itu, Lambang juga bilang bahwa ada fosil gading dan arca-arca lain tanpa dokumen. Polisi menyatakan kematian Lambang adalah karena kecelakaan tunggal sepeda motor. Tapi, ini janggal karena jenazahnya tidak menunjukkan kalau itu kecelakaan tunggal Di laporan Tempo tanggal 29 September 2008, dokter yang melakukan otopsi bilang kalau tidak seperti kecelakaan, tapi bisa karena 3 hal: kepalanya terbentur, dipukul, atau dipuntir. "Seperti di film-film itu, lo, sampai bunyi krek." Tapi polisi tetap menyatakan itu kecelakaan tunggal. Kematiannya tidak pernah dibawa ke pengadilan. *** Setelah kejadian itu, akhir 2008, Hashim menyumbang 3M ke UGM untuk bangun Gedung Margono Djojohadikusumo di FIB UGM. Lambang adalah alumni fakultas itu. Apakah ada hubungan sebab-akibat? Entahlah. *** Kebetulan Tempo, 3 bulan lalu mengangkat kasus ini sebagai kilas balik. Menarik disimak.
Ardianto Satriawan tweet media
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

2. Universitas Gadjah Mada

Indonesia
216
8.6K
25K
2M
Kang Abay retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini 🙏🏼 Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini.. Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami.. 📝 Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda. Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013. Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat. Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan. Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku. Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama. Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko. Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang. Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun. But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya. Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap. Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan. Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya. Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years. Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it. Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana. Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku: "Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia." Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali. Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London. Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah. Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental. Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis. Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot. Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara. Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya. Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi. Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide. Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami. Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat. Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu. Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin. Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat. Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya. Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis. Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit. However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allah’s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu. Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.
Indonesia
171
2.7K
4.4K
511.6K
Kang Abay retweetledi
M. Abdul 'Alim
M. Abdul 'Alim@M__Alim·
Paragraf pengingat saat khawatir melanda. Hatur nuhun @Kang_Abay
M. Abdul 'Alim tweet media
Indonesia
0
3
3
253
Kang Abay retweetledi
МОРОЗ
МОРОЗ@morozchipher·
Mau tau sesuatu yang sangat membagongkan? Kapal pengangkut nikel itu bernama DEWI IRIANA dan JKW MAHAKAM.. Bejat se bejat bejatnya!
Indonesia
894
15.7K
74.8K
5M
Kang Abay
Kang Abay@Kang_Abay·
Kalau menang saya senang karena Indonesia berpeluang lolos Pildun. Tapi kalau kalah juga ada sedikit bungah karena ada orang ngebet pencitraan lewat sepakbola ambisi dan agendanya gagal tercapai. Hmm, selalu ada 2 sisi 😇 Tapi klo kalah yang paling kasian kita sih pecinta bola
Indonesia
0
0
2
262
Kang Abay retweetledi
Mulyanto
Mulyanto@pakmul63·
Bapak ini jabatannya banyak, termasuk Ketua PSSI. Pantas LIGA korupsi Tim BUMN semakin SERU. Cukup komen satu kata saja untuk bapak ini.
Mulyanto tweet mediaMulyanto tweet media
Indonesia
535
2.2K
6.9K
208.8K
Kang Abay retweetledi
Narasi Newsroom
Narasi Newsroom@NarasiNewsroom·
Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi) masuk menjadi salah satu finalis pemimpin terkorup di dunia pada 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Selain Jokowi, ada lima pemimpin dunia yang masuk dalam nominasi ini. Gimana menurut kamu? | Narasi Daily
Narasi Newsroom tweet media
Indonesia
1.3K
7.8K
22.2K
2M
Kang Abay retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) merilis daftar pemimpin paling korup di dunia pada 2024.⁣ ⁣ Mantan presiden Joko Widodo masuk finalis tokoh dunia paling korup di dunia. Selain Jokowi, ada juga Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dan pebisnis India Gautam Adani. Pemenangnya adalah Presiden Suriah Bashar al-Assad yang kini lari ke Rusia setelah kelompok oposisi merebut Damaskus tiga pekan lalu.⁣ ⁣ OCCRP adalah organisasi jurnalisme investigasi dunia yang fokus pada isu korupsi dan kejahatan terorganisasi. Tempo salah satu media yang menjalin kolaborasi dengan OCCRP.⁣ ⁣ Baca selengkapnya di tempo.co dan link in bio.⁣ ⁣ #tempodotco #tempo #Jokowi #pemimpin #korup #OCCRP
tempo.co tweet media
Indonesia
1.3K
8.2K
19.7K
1.2M
Inka
Inka@inkadwimawarni9·
G tau kenapa dr sekian banyak film yg bagus bagus jatuh cinta ny sama film CDI doang 😊,film yg ditunggu tunggu dr tahun lalu udh tayang d bioskop tp belum sempat nnton skrg udh turun layar sedih bgt😭 Apa hrs beli novel ny dulu ya🤔 Mau booking studio tmn ny dikit😔 @Kang_Abay
FILM SEKAWAN LIMO 2 - 27 MEI DI BIOSKOP@Starvisionplus

Siapa yang ikut senyum liat tatapan Athar @aboensungkar ke Ara @slowdownya 😝🫵 Yuk, booking satu studio bareng temen atau komunitas kamu. Tonton CINTA DALAM IKHLAS sekarang yaa! 🫶🏻 Bookingnya lewat nomor yang tertera buat dapetin diskon 20%. #FilmCintaDalamIkhlas

Indonesia
1
0
1
141
Kang Abay retweetledi
Muhammad Said Didu
Muhammad Said Didu@msaid_didu·
Alhamdulillah hari ini 19 Desember 2024, MUI mengeluarkan Keputusan Mukernas IV, yg salah satu keputusannya adalah : MUI meminta kepada pemerintah mencabut status PSN PIK-2 karena banyak mendatangkan kemudharatan dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan (butir 11)
Muhammad Said Didu tweet media
Indonesia
156
2.6K
5.2K
68.1K