Sabitlenmiş Tweet
Karel.
30.4K posts

Karel.
@karestn
THE BUTTERFLY IN DISGUISE; a regular finance man who sometimes shares recipe.
Lucky Four/Seven Katılım Nisan 2020
335 Takip Edilen347 Takipçiler

ᅠ
"Ya, he tried to makes me looks bad in Mr. Gerald's eyes. Creig told me everything, seems like he intend to replace me with someone he can stepped on." ceritaku pada Damar melalui panggilan ponsel.
Damar menanggapi dengan meletup-letup, "Such a rubbish. Even the sky know that you are too good too be there. If it not 'cause your frivolous pity over your friend, you can still get a better place."
Danar meraih telepon dari Damar dengan paksa, lalu mewejangiku, "We told you already jangan masuk kesitu, kenapa sih pakai ga enakan segala."
Aku terdiam, lalu menggumankan kata yang belakangan sering kali ku ucapkan, "Maaf."
"Bantu doain aja ya biar bisa keluar. Gua udah ga sanggup." pintaku kemudian.
Aku bercerita dengan penuh kekesalan pada orang-orang terdekatku; lalu melamun sendu di belakang. Berulang dan bagiku; melelahkan.
Aku sudah tidak berada di usia dimana aku seharusnya masih dapat bebas mengeluhkan semua hal tidak menyenangkan dalam hidupku kepada orang-orang; 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪. Sampai kapan selalu bercerita dan membuat semua orang khawatir?
Tapi aku selalu kembali begitu. Aku selalu bercerita, menangis, dan ditenangkan seperti berpuluh tahun lalu. Aku selalu dilayani, dipangkui welas asih teman-teman terdekatku.
Namun mau sampai kapan? Aku seharusnya tidak begini lagi. Aku seharusnya hanya menjadi aku yang tenang, profesional, dan bijak layaknya yang kolegaku tahu. Aku seharusnya tidak merisaukan sekelilingku lagi.
"Don't pity me, Van. I'm old enough already. I should've handled my things alone." tawaku getir usai mendengar amarah Vania yang meluap-luap saat reuni virtual kami. Vania menanyakan kabarku dan aku hanya menjawab dengan jujur, tapi selayaknya seorang dengan empati tinggi, respon yang ia berikan tidak jauh dengan Damar dan Danar.
Vania menatapku sebal, "There's no way i'm not angry. I mean, kan udah gua bilang stop jadi baik dan tenang, Arel. Meledak kek, apa. Jangan diam doang terus pergi. Please do something except fixing your reputation, Rel."
"What can i do? People will lable me if i spitted out something bad on other co-worker." alasanku.
Vania menolak alasanku, "But he is allowed to do that? Maybe there is few years age gap, but he still older than you, he should've been wiser. He has no right to talks bad on other while trying to get personal benefits from that."
"It can't be helped. He just that trash." senyumku terpaksa.
"And you don't deserve to be treated that way!" tuturnya kemudian. Aku membisu, hanya bisa terenyuh.
Lalu, bagaimana selayaknya orang yang sudah melalui tiga dasawarsa menjalani kehidupan? Apakah harus terus berlindung seperti ini? Aku harus menahan egoku, aku bukan lagi Karsten Karel si anak kuliahan yang hanya tahu bersenang-senang, aku adalah Karsten Hadiwidjaya yang terampil, berbudi luhur, dan tidak beriak. Aku adalah prototype dari penengah yang baik; aku adalah sosok yang tidak seharusnya berisik; aku seharusnya sudah belajar untuk diam; aku harusnya bungkam dan tinggal pergi dengan pelan. Aku harusnya tak bersuara.
ᅠ
English

ᅠ
“𝘐𝘧 𝘪 𝘸𝘢𝘴 𝘣𝘰𝘳𝘯 𝘢𝘯𝘥 𝘳𝘢𝘪𝘴𝘦𝘥 𝘪𝘯 𝘢 𝘴𝘢𝘧𝘦 𝘨𝘳𝘦𝘦𝘯𝘩𝘰𝘶𝘴𝘦 𝘭𝘪𝘬𝘦 𝘩𝘪𝘮, 𝘮𝘺 𝘭𝘪𝘧𝘦 𝘸𝘰𝘶𝘭𝘥 𝘩𝘢𝘷𝘦 𝘣𝘦𝘦𝘯 𝘦𝘢𝘴𝘪𝘦𝘳 𝘵𝘰𝘰. 𝘏𝘦 𝘫𝘶𝘴𝘵 𝘭𝘶𝘤𝘬𝘺 𝘢𝘯𝘥 𝘵𝘩𝘢𝘵’𝘴 𝘪𝘵.”
Itu merupakan kalimat yang kerap kali ku dengar belakangan. Jika tidak tentang keberuntungan, pasti tidak jauh-jauh dari rasa yang ku maknai sebagai ungkapan ketidaksenangan.
Di lain hari, kembali aku mendengar, “𝘐 𝘱𝘳𝘦𝘧𝘦𝘳 𝘵𝘰 𝘸𝘰𝘳𝘬 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘴𝘰𝘮𝘦𝘰𝘯𝘦 𝘶𝘯𝘤𝘰𝘮𝘱𝘦𝘵𝘦𝘯𝘵 𝘸𝘩𝘰 𝘤𝘢𝘯 𝘴𝘵𝘢𝘯𝘥 𝘣𝘺 𝘢𝘭𝘭 𝘵𝘪𝘮𝘦 𝘳𝘢𝘵𝘩𝘦𝘳 𝘵𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘧𝘭𝘦𝘹𝘪𝘣𝘭𝘦 𝘴𝘮𝘢𝘳𝘵 𝘨𝘶𝘺.”
Yang selalu tak ku tanggapi. Jika itu adalah aku di masa lalu, aku tak akan menggubrisnya. Pun kini, aku selalu memasang ekspresi datar dan tak merespon.
Namun, sebuah gunung es yang katanya abadi pun dapat mencair dan menjadi luapan ombak. Mungkin karena sudah terlalu lelah menahan sesuatu yang ku tahu harus diselesaikan, atau bisajadi karena lelah menjadi apatis dan dituduh dengan tidak adil, aku marah. Tapi kemarahanku hadir terlebih dahulu dalam bentuk lara; kekecewaan akan diriku yang kini rapuh.
Setelah menjelaskan kebenaran dari hal-hal yang dituduhkan orang tersebut dengan harapan menundukkanku kepada petinggi di tempat kerja, aku lagi; memilih pergi. Tak ada alasan apapun, aku hanya lelah. Lelah mengerti dan menjadi pengertian; lelah memaksa menjadi pribadi yang lebih sabar dan diam; disaat pihak lain dengan sadar dan kekanakan memilih bertingkah kebalikan. Aku lelah memaklumi dan membiarkan.
Maka ketika petinggi kantor masih menahanku untuk pergi , aku menjadi lebih sentimental. Tanpa ekspresi dan hanya bekerja seperti biasa di jam kerja, lalu pulang dengan pikiran mengawang; berharap esok pagi tak perlu berjumpa lagi.
“𝘏𝘪𝘴 𝘴𝘮𝘪𝘭𝘦, 𝘩𝘪𝘴 𝘴𝘩𝘪𝘯𝘪𝘯𝘨; 𝘴𝘱𝘢𝘳𝘬𝘭𝘦𝘥 𝘦𝘺𝘦𝘴 𝘸𝘩𝘪𝘭𝘦 𝘵𝘢𝘭𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘢𝘣𝘰𝘶𝘵 𝘩𝘪𝘴 𝘵𝘢𝘴𝘬𝘴. 𝘐 𝘩𝘢𝘵𝘦 𝘦𝘷𝘦𝘳𝘺𝘵𝘩𝘪𝘯𝘨 𝘢𝘣𝘰𝘶𝘵 𝘪𝘵. 𝘐 𝘸𝘢𝘯𝘵 𝘩𝘪𝘮 𝘵𝘰 𝘴𝘶𝘧𝘧𝘦𝘳 𝘭𝘪𝘬𝘦 𝘮𝘦.”
Samar-samar aku kembali mendengar suara ketidaksenangan itu.
Aku bisa membaca semua yang ia pikirkan hanya dari cara bicaranya yang kerap menyudutkanku saat di sekitar sedang tak ramai. Aku tahu dan paham.
Nyatanya, aku memang selalu menjadi nyala diantara kerumunan. Menjadi warna yang meruah; menyatu padu dengan hingar bingar kasih sayang sekitarku; aku yang selalu dicintai, dipeluk, dan disayangi dengan hangat; aku yang mewarna bahagia dengan garis riang yang tak pernah pudar; aku yang berwarna dan dikasihi.
ᅠ
English

@seandrego Iya haha, mana yang lain ga bisa banyak bantu. Dalam hati dongkol tapi tetap ngasih senyum karir😭
Indonesia

@vanaidsen Gapapa gua emang jarang keliatan belakangan karena dikejar banteng🥀
Indonesia

@karestn hello, Valeska di sini. salam kenal buat yang baru pulang kantor ini, yaaa.
Indonesia

Terima kasih kembali Yiko sudah menemani bermain, selamat beristirahat ya!
🫧 天城, 𝐘𝐈𝐊𝐎.@yikoai
SUDAH SELESAAAI!!! yes mt :3 teman teman, terima kasih banyak semuanya yang udah ikutan. MAAF MASIH BANYAK KURANGNYA YA, semoga nggak nyesel! btw, temenan sama aku? 🥺 ohiya, drop area km di bawah ya! YIKO & AERDA IZIN PAMIIIT 🩷🩷🩷 Btw tunggu bentar x.com/i/status/20498…
Indonesia
Karel. retweetledi

Karel. retweetledi

EDAN GAK KELIATAN.
🫧 天城, 𝐘𝐈𝐊𝐎.@yikoai
RONDE 7 "yukiko amagi lagi denger kicau mania" (6 kata) 25 detik.
Indonesia
Karel. retweetledi
Karel. retweetledi

Tega sekali ayah menyebut nama mugi. Apa ini karna mugi telat setoran? Maaf ayah, kemarin mugi sibuk belajar jadi belom sempat ngiterin kompleks 😭😭😭 tapi mugi janji, mugi akan belikan ayah sarung baru besok 😭😭😭
🫧 天城, 𝐘𝐈𝐊𝐎.@yikoai
Cek nama sendiri ya. Next LAST GAME.
Indonesia
Karel. retweetledi














