karto saragih
8.2K posts

karto saragih
@kartosar
Author _ Books - Golf (best shot 88) - LFC @kartopost

WARTAWAN DI MEDAN DIDUGA DI CULIK ANGGOTA TNI Dunia pers di Sumatera Utara kembali diguncang kabar duka terkait keselamatan jurnalis. SP, salah satu pimpinan media online, diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh oknum anggota TNI AD pada Selasa (12/5/2026) malam. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah media tersebut menayangkan laporan investigasi mengenai dugaan praktik ilegal kondensat dan judi meja tembak ikan di wilayah Kabupaten Langkat.Kronologi Penjebakan: Modus Informasi NarkobaAksi dugaan penculikan ini bermula dari upaya penjebakan yang rapi. Kepada awak media, SP menceritakan bahwa dirinya awalnya dihubungi oleh seorang oknum wartawan berinisial FK. Dengan dalih ingin membagikan informasi terkait peredaran narkoba di daerah Binjai, FK mengajak SP untuk bertemu di sebuah kafe di Kota Medan.Namun, setibanya di lokasi yang disepakati, situasi berubah drastis. SP tidak mendapati diskusi yang dijanjikan, melainkan intimidasi fisik.“Setelah saya datang ke lokasi, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal. Saya dipaksa masuk ke dalam mobil dengan dalih harus memberikan klarifikasi atas berita yang saya tulis,” ujar SP dengan raut wajah trauma, Selasa malam.Di dalam kendaraan tersebut, situasi semakin mencekam. SP mengaku melihat sosok pria mengenakan seragam loreng yang diduga kuat merupakan anggota TNI AD. Di bawah tekanan dan ancaman, SP dipaksa untuk menyangkal kebenaran produk jurnalistik yang telah diterbitkannya.“Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi. Isinya, saya harus menyatakan bahwa berita soal kondensat dan judi tembak ikan itu tidak benar. Saya tidak punya pilihan di bawah ancaman seperti itu,” tegas SP.Lebih ironis lagi, para terduga pelaku mencoba menutup-nutupi aksi mereka dengan pesan yang tak masuk akal. Jika ada rekan sejawat atau keluarga yang bertanya mengenai keberadaan SP, ia diperintahkan untuk berbohong.“Mereka bilang, kalau ada wartawan lain bertanya, bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise,” ungkapnya menirukan ucapan oknum tersebut


After seven years of intense work, I am excited to announce that my new book, The Law of the Sublime, will be out in November. and is now available for pre-order (see link below). The book is designed to expand your mind, and to reveal to you a world to explore beyond what you consider reality: the realm of the Sublime. This adventure does not require travel, drugs, or any form of external stimulation. It only requires a new pair of eyes to see the extraordinary all around you. Through stories, exercises, and meditations, the book will immerse you in the Sublime and forever transform how you experience life.




@Outstandjing @dafbur BTS-nya Pak, memang ini strategi komunikasi. Dibikin kusut, setting di kantin jam makan siang biar merakyat, narasi "tak tahu-menahu" dan memainkan sentimen perasaan prihatin.





t.co/LXaeOaBHPW Flashback: A Palestinian mother from Gaza brought her son for life-saving treatment in an Israeli hospital. She says she wants him to become a martyr rather than die from a disease. She let Jews save his life so he could grow up and blow himself up in crowded place in Israel, possibly the same hospital where Jews saved him. In the video, she explains that Allah (the so-called god of Muslims) obligates all Muslims to wage jihad and practice martyrdom (human sacrifice). She adds that, unlike Jews or Christians in Israel who mourn when children die, Muslims are happy when their children are martyred in jihad (Islam’s holy war) because Allah rewards them with a one-way ticket to paradise.














