bass

1.7K posts

bass banner
bass

bass

@katabagaskara

kumpulan manuskrip

Katılım Nisan 2023
70 Takip Edilen57 Takipçiler
herwin
herwin@bangherwin·
Prabowo: MBG bermanfaat atau tidak? Buruh: Tidaaaaaaakkk! Gue: 🤣🤌
Indonesia
3.5K
43.1K
116.6K
4.4M
bass
bass@katabagaskara·
@insidefolkative mari kita doakan semoga kedepannya benar-benar terealisasi dengan baik😌
Indonesia
0
0
0
16
bass
bass@katabagaskara·
duh nyesel ga ambil ITB
bass tweet media
Indonesia
0
0
1
31
bass
bass@katabagaskara·
apalah ini, kurang smooth
bass tweet media
Indonesia
0
0
1
26
bass
bass@katabagaskara·
yah bukan yang pertama
bass tweet media
Indonesia
0
0
0
27
bass
bass@katabagaskara·
oi oi oi....
bass tweet media
Português
1
0
0
42
nisaa
nisaa@twennyaightt·
@katabagaskara yang kemarin nggergaji kayu backdrop, siapa namanya?
Indonesia
1
0
0
15
bass
bass@katabagaskara·
mulai asik nih
bass tweet media
Indonesia
0
0
0
21
bass
bass@katabagaskara·
project film pendek? kita libass🔥
bass tweet media
Indonesia
0
0
0
26
bass
bass@katabagaskara·
alhamdulillah udah mulai berdamai sama tugas gambar curva
bass tweet media
Indonesia
0
0
0
32
bass
bass@katabagaskara·
josjis pol iki lek
bass tweet media
Indonesia
0
0
0
22
bass
bass@katabagaskara·
kaget liat jam udah siang, langsung mandi, masuk²in buku, berangkat, eh ternyata salah jadwal (alias ga ada kelas)😭
Indonesia
0
0
1
28
bass
bass@katabagaskara·
Piyee ki piyee
Bapak2@BapakKerja

Data terbaru dari APINDO per April 2026 memberi sinyal yang cukup mengkhawatirkan untuk pasar kerja Indonesia. Mayoritas perusahaan mulai “menahan diri”: sekitar 67% tidak berencana menambah karyawan dalam 5 tahun ke depan, dan setengahnya juga tidak berniat ekspansi bisnis. Kenapa ini terjadi? Ada beberapa pola besar yang terlihat. Pertama, investasi mulai bergeser. Dulu, sektor padat karya seperti manufaktur ringan jadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja. Sekarang, banyak investasi justru masuk ke sektor padat modal—yang butuh uang besar, tapi tenaga kerja jauh lebih sedikit. Kedua, faktor regulasi. Perubahan aturan ketenagakerjaan yang cukup sering dalam 10 tahun terakhir membuat perusahaan sulit membuat rencana jangka panjang. Ditambah lagi isu seperti penetapan upah minimum yang kadang terlambat, membuat biaya tenaga kerja jadi tidak pasti. Dampaknya cukup jelas: kalau tren ini berlanjut, lapangan kerja baru akan semakin terbatas. Ini berisiko meningkatkan pengangguran dan underemployment, terutama untuk pekerja level menengah ke bawah yang selama ini bergantung pada sektor padat karya. APINDO melihat ini sebagai sinyal peringatan dini. Tanpa perbaikan di sisi regulasi dan iklim investasi, pertumbuhan ekonomi berpotensi tidak sejalan dengan penciptaan pekerjaan. Intinya sederhana: ekonomi bisa tetap tumbuh, tapi kalau perusahaan tidak membuka lowongan baru, tekanan di pasar kerja akan makin terasa.

हिन्दी
0
0
0
30
bass
bass@katabagaskara·
yang tenang, biar waktu yang berbicara
bass tweet media
Indonesia
0
0
1
27
bass
bass@katabagaskara·
kalo kata ustadz erik, ini namanya memupuk social capital
bass tweet media
Indonesia
0
0
1
50
bass
bass@katabagaskara·
astagfirullah...tadi pas shubuhan jamaah sebelah ku bau banget mulutnya😭 astagfirullah maaff ya allah
Indonesia
1
0
0
31