exxxrrrrr
433 posts

exxxrrrrr retweetledi

Alasan untuk mengurangi nonton dan scrolling short video berdasarkan penelitian ini
-Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri
-Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun
-Penurunan kemampuan fokus
Nicholas Fabiano, MD@NTFabiano
Addiction to short-form videos reduces brain activity in the frontal lobe weakening the ability to focus.
Indonesia
exxxrrrrr retweetledi

Gua Penasaran Mau Matiin Internet di Handphone untuk Detoks Setelah Baca Jurnal Ini.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal PNAS Nexus (2025) memberikan temuan empiris yang cukup provokatif mengenai perilaku digital kita. Penelitian yang melibatkan 460 partisipan ini menguji efek dari pembatasan akses internet pada smartphone selama dua minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa mematikan data seluler berasosiasi dengan peningkatan sustained attention (kemampuan atensi berkelanjutan), persepsi kesehatan mental, serta subjective well-being.
Dengan mereduksi digital noise di genggaman, seseorang dapat lebih melakukan hal-hal yang dapat bermanfaat untuk otak dan kesehatan mentalnya, antara lain:
-Interaksi sosial tatap muka (meningkatkan regulasi emosi).
-Aktivitas fisik (memicu pelepasan neurotrofin).
-Paparan lingkungan terbuka (menurunkan kadar kortisol).




Indonesia
exxxrrrrr retweetledi

Fokuslah ke apa yg bisa kita kontrol kayak belajar, kerja, dan berdoa. Nah rezeki itu kontrolnya di Allah.
Sarjana Eksu@SarjanaEksu
Ketika gw lagi merasa kurang, istri gw pernah ngingetin kalau rezeki bisa datang dari arah yang gw gak pernah mengira. Terus berjuang, terus berdoa.
Indonesia
exxxrrrrr retweetledi

Di Rumah Sakit bukan hanya Dokter tapi ada juga Tenaga Kesehatan lainnya yang perlu kalian ketahui karena tanpa mereka pelayanan kesehatan tidak mungkin akan berjalan.
Tenaga Keperawatan: Perawat (Vokasi, Profesi, dan Spesialis).
Tenaga Kebidanan: Bidan.
Tenaga Kefarmasian: Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK).
Tenaga Kesehatan Masyarakat: Epidemiolog, tenaga promosi kesehatan, dan pembimbing kesehatan kerja.
Tenaga Kesehatan Lingkungan: Sanitasi lingkungan dan entomolog kesehatan.
Tenaga Gizi: Nutrisionis dan Dietisien (Ahli Gizi).
Tenaga Keterapian Fisik: Fisioterapis, Okupasi Terapis, Terapis Wicara, dan Akupunktur.
Tenaga Keteknisian Medis: Radiografer, Elektromedis, Teknisi Gigi, Teknisi Transfusi Darah, dan Analis Efek.
Tenaga Teknik Akustik: Teknisi Audiologi.
Tenaga Kedokteran Kehakiman: Teknisi Otopsi.
Tenaga Teknik Biomedika: Analis Kesehatan (Ahli Teknologi Laboratorium Medik/ATLM) dan Ortotik Prostetik.
Tenaga Psikologi Klinis: Psikolog Klinis.
*maaf jika ada yang belum tersebut dan salah penulisan


Indonesia
exxxrrrrr retweetledi
exxxrrrrr retweetledi
exxxrrrrr retweetledi
exxxrrrrr retweetledi
exxxrrrrr retweetledi











