Agus Wibowo

4.4K posts

Agus Wibowo

Agus Wibowo

@keritingaku

NgalorNgetanNgulonNgidul Katılım Temmuz 2011
1.2K Takip Edilen1.2K Takipçiler
Agus Wibowo retweetledi
bukan retno
bukan retno@rewellls·
Saya dan suami niat ke Papua jadi dosen karena kampusnya menawarkan beberapa privilege yang tidak ada di Jawa, ternyata kampusnya menipu. Sekarang saya dan suami jobless. Jadi, saya jual buku-buku ini demi bertahan hidup sehari-hari. Pengiriman dari Surabaya. Koleksi pribadi.
Indonesia
154
4K
17.3K
674.2K
Agus Wibowo
Agus Wibowo@keritingaku·
"lawannya rakya*t" jadi tambah banyak, sekarang ketambahan SPP*G MB*G, KOPDE*S MP.. Pemerinta*han sekarang harus diakui memang pinter bikin rakya*t lawan rakya*t.. Jadi inget "Londo Ireng" jaman penjajahan
Indonesia
0
0
0
45
Agus Wibowo retweetledi
Rizky Banyualam Permana
Rizky Banyualam Permana@rbpermana·
Udah dibilangin, tarif 19% itu kedok aja yg krusial itu isi teks Reciprocal Trade Agreement yang gak reciprocal sama sekali. RI bener-bener dikencingin dan dibuat gak punya standing, isinya lebih banyak unilateral obligation dari RI ke US, dan beberapa clause problematik
Rizky Banyualam Permana tweet media
Indonesia
198
3.6K
6.1K
600.1K
Agus Wibowo
Agus Wibowo@keritingaku·
Yang udah nikah, hari ini bukanya pakai apa yaa?
Indonesia
0
0
0
28
Agus Wibowo retweetledi
Taryoko Lanjar
Taryoko Lanjar@TaryokoL·
Gini ya Nil.. walaupun saya ragu, kamu bisa nulis itu, namun saya akan kasih pelurusan. 1. Stop jualan angka Rp769 Triliun seolah-olah itu prestasi heroik pemerintah. Sesuai Amandemen UUD 1945, anggaran pendidikan WAJIB minimal 20% dari APBN. Kalau APBN kita naik, ya otomatis angka nominalnya naik. Itu namanya kewajiban, bukan kemurahan hati. 2. Di poin 2/ kamu bilang MBG 'menambah postur' tapi di poin 1/ angka Rp769 T itu sudah termasuk Badan Gizi Nasional (Rp223,5 Triliun). Ini namanya Creative Accounting. Uang makan siang dimasukkan ke kantong pendidikan supaya kewajiban 20% tadi terpenuhi secara angka, tapi fungsinya melenceng. Kenapa nggak pakai pos Anggaran Perlindungan Sosial saja?. 3. Naik dari Rp203 T ke Rp211 T (naik Rp8 T) itu tipis banget kalau dibandingin sama inflasi dan jumlah guru honorer yang masih luntang-lantung. Anggaran Badan Gizi malah dapat Rp223 T. Masa anggaran makan lebih besar daripada anggaran gaji dan kesejahteraan guru se-Indonesia? Prioritasnya di mana? 4. Klaim 'revitalisasi terbesar sepanjang sejarah' sebesar Rp23,06 T itu sebenarnya jomplang banget kalau dibandingin sama anggaran makan Rp223,5 T. Jadi, anggaran buat memperbaiki bangunan sekolah yang ambruk di pelosok cuma 10% dari anggaran makan siang? Prioritas macam apa ini? 5.Lucu kalau bilang hapus birokrasi tapi malah bikin lembaga baru bernama Badan Gizi Nasional dengan anggaran fantastis. Itu kan nambah birokrasi baru namanya! Kalau mau efisien, mending perbaiki sistem yang sudah ada daripada bikin pos anggaran raksasa yang rawan penyimpangan. 6. Stop pakai istilah moralistik seperti 'Pahlawan'. Ini urusan tata negara dan penggunaan APBN, bukan drama kolosal. Rakyat bayar pajak supaya negara punya sistem pengawasan (BPK, KPK, Inspektorat) yang bekerja. Kalau ujung-ujungnya rakyat yang harus 'pasang badan' jagain nasi kotak biar nggak dikorupsi, ya buat apa kita bayar gaji pejabat dan lembaga pengawas? Hotline , baik. Tapi lembaga resmi juga yang harus jadi yang paling aktif.
Indonesia
124
2.7K
4.4K
176.1K
Agus Wibowo retweetledi
Mumtaz | AI & Crypto
Mumtaz | AI & Crypto@mumtazxmr·
🧵 THE ONLY THREAD YOU NEED - Merangkum Ainun Najib soal KHGT Muhammadiyah: kenapa menurut dia seharusnya 19 Feb, bukan 18? Thread ini merangkum apa yang @ainunnajib tulis belakangan ini. Kalian ga perlu pusing baca potong-potong, saya share detailnya:
Mumtaz | AI & Crypto tweet mediaMumtaz | AI & Crypto tweet media
Indonesia
38
136
661
125.4K
Agus Wibowo
Agus Wibowo@keritingaku·
@ARSIPAJA "Komunikasi sosial"? Anak SD kemarin jadi beneran pe'a
Indonesia
0
0
0
41
Agus Wibowo
Agus Wibowo@keritingaku·
Anak buah bikin ulah "bad cop", Presiden beresin "good cop". Rakyat jadi bahan belajar parenting.
Indonesia
0
0
0
46
Agus Wibowo
Agus Wibowo@keritingaku·
@desmondwira yang merah-merah tidak masalah, kecuali ada gambar bantengnya
Indonesia
0
0
0
797
Teguh Aprianto
Teguh Aprianto@secgron·
Indodax, salah satu exchanger crypto di Indonesia diduga kebobolan dengan total kerugian dari transaksi ilegal lebih dari 21,8 juta USD atau sekitar 335 miliar rupiah. CTO Indodax mengkonfirmasi bahwa ada insiden keamanan dan sampai sekarang status Indodax masih maintenance.
Teguh Aprianto tweet media
Indonesia
220
777
2.5K
452.3K
Agus Wibowo retweetledi
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
Publikasi Rahim.or.id Untuk Siapa? Karena tidak ada informasi lebih jauh tentang hasil diskusi perwakilan tersebut dengan presiden Israel, maka saya jadinya ngulik situs tempat bernaung sang "self-declared" filsuf-agamawan, yang juga manajer penelitian domestik di institusi Rahim Or Id. Di menu "Proyek > Publikasi" hanya ada 2 artikel. Yang terbaru 17 Okt 2023, berarti saat ramai-ramainya perang Israel-Palestina ini. Judulnya "Hamas, Israel, dan PLO". Lengkapnya bisa dibaca di sini: rahim.or.id/hamas-israel-d… Saya copy and paste artikel tersebut ke ChatGPT 4o (modal dikit bro). *** Lalu saya tanyakan: "Apakah artikel tersebut ditulis dengan bahasa formal artikel ilmiah, atau lebih seperti opini?" Kesimpulan ChatGPT: Artikel tersebut lebih menyerupai sebuah opini yang mengekspresikan pandangan dan penilaian pribadi penulis terhadap situasi di Timur Tengah, khususnya konflik antara Israel dan Hamas. Gaya penulisannya yang subjektif, retoris, dan tidak didukung oleh data empiris atau referensi ilmiah, menunjukkan bahwa ini bukan artikel ilmiah formal. *** Karena sifatnya opini, saya minta ChatGPT sebagai berikut: "Buat analisis atas artikel ini dari sisi propaganda, antara Palestina, Hamas, dan Israel, mana yang dicoba ditampilkan dengan citra positif dan mana yang negatif?" Hasil analisis ChatGPT: Analisis Propaganda dalam Artikel Artikel ini menampilkan perspektif yang sangat jelas mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam konflik Timur Tengah, khususnya antara Palestina, Hamas, dan Israel. Berikut adalah analisis dari sisi propaganda: >> Citra Positif: Israel Keberhasilan Teknologi dan Pertanian: Artikel menyoroti keberhasilan Israel dalam membantu negara-negara di Timur Tengah dan Afrika dengan teknologi pertanian modern. Ini menciptakan citra Israel sebagai negara inovatif dan berkontribusi positif terhadap kemajuan pertanian global. Israel digambarkan sebagai negeri paling inovatif dan modern dalam teknologi pertanian, yang telah mengubah lahan gurun menjadi lahan subur. Realitas Geopolitik: Penulis menekankan bahwa Israel adalah fakta geopolitik yang harus diterima. Ini menunjukkan Israel sebagai entitas yang sah dan tidak bisa diabaikan. Pengakuan terhadap kerjasama ekonomi antara Israel dan Palestina, dengan banyak warga Palestina yang bekerja di Israel dan membantu ekonomi Palestina, memberikan citra Israel sebagai mitra ekonomi yang penting. Pendekatan Perdamaian: Artikel menyebutkan cita-cita perdamaian yang dipimpin oleh tokoh seperti Yasser Arafat, yang ingin melihat Palestina dan Israel hidup berdampingan dengan damai. Referensi kepada tokoh-tokoh seperti Gus Yahya Cholil Staquf dan Gus Dur yang sering berkunjung ke Israel, mencerminkan dukungan terhadap pendekatan yang lebih damai dan realistis. >> Citra Negatif: Hamas Kekerasan dan Ekstremisme: Hamas digambarkan sebagai faksi ekstrem dan teroris yang memulai perang dengan Israel dan membakar sentimen agama. Artikel mencatat bahwa Hamas memulai serangan pada 7 Oktober dengan membombardir Israel, menggambarkan mereka sebagai pihak agresor. Ideologi Utopis dan Tidak Realistis: Penulis menggambarkan ideologi Hamas sebagai utopis dan tidak realistis, yang bertujuan menghapus Israel dari muka bumi. Ini menciptakan citra Hamas sebagai kelompok yang hidup dalam ilusi dan tidak pragmatis. Hamas dibandingkan dengan PLO yang dianggap lebih realistis dan berorientasi pada perdamaian. Kehidupan Mewah Pemimpin Hamas: Artikel menyebutkan kehidupan mewah para pemimpin Hamas seperti Ismail Haniye yang tinggal di rumah mewah di Inggris, Qatar, dan Turki. Ini memberikan citra negatif bahwa pemimpin Hamas tidak benar-benar peduli dengan penderitaan rakyat Palestina yang miskin. >> Citra Ambivalen: PLO dan Palestina Pendekatan Damai dan Realistis: PLO, khususnya Fatah yang dipimpin oleh Mahmud Abbas, digambarkan sebagai faksi yang lebih tua dan hendak mendirikan negara Palestina yang damai berdampingan dengan Israel. Artikel menunjukkan bahwa Tepi Barat yang dikendalikan oleh PLO aman selama konflik, menunjukkan pendekatan yang lebih damai dan stabil. Harapan untuk Perdamaian: Harapan untuk perdamaian di Palestina dikaitkan dengan PLO, bukan dengan Hamas. PLO dianggap sebagai entitas yang lebih realistis dan bisa dipercaya untuk membawa perdamaian. >> Kesimpulan Dari analisis ini, terlihat jelas bahwa artikel tersebut menampilkan Israel dengan citra positif sebagai negara inovatif dan kontributif, yang memiliki pendekatan pragmatis terhadap perdamaian. Hamas ditampilkan dengan citra sangat negatif sebagai kelompok ekstremis dan utopis yang menghancurkan perdamaian dan kehidupan rakyat Palestina. Sementara itu, PLO dan Palestina mendapatkan citra ambivalen tetapi lebih positif dibandingkan Hamas, dengan fokus pada upaya damai dan pendekatan yang realistis. Artikel ini berfungsi sebagai alat propaganda untuk mendukung Israel dan PLO, sambil mengkritik keras Hamas, mengarahkan pembaca untuk melihat Hamas sebagai penghalang utama bagi perdamaian di Timur Tengah. *** Dari analisis atas artikel di situs Rahim Or Id di atas, dapat diduga kalau dialognya tidak jauh dari tone positif kepada Israel, negatif kepada Hamas, dan ambivalen terhadap Palestina.
Ismail Fahmi tweet mediaIsmail Fahmi tweet mediaIsmail Fahmi tweet mediaIsmail Fahmi tweet media
Indonesia
125
1.2K
2.5K
257.4K
Agus Wibowo retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Suatu hari di sana "Bapak, Alhamdulillah ini keterima di dua PTN favorit. Satu lewat mandiri, satu lewat seleksi nasional." "Alhamdulillah, berapa biayanya nak?" "UKT-nya segini Pak. Terus ini ada biaya baru namanya IPI, kaya uang pangkal gitu." "Hah? Katanya dulu UKT biar gak ada uang pangkal?" "Ada aturan baru katanya, emang aturannya gitu." *** "Pak TU kampus A, ini saya keterima lewat seleksi mandiri." "Oke, UKT-nya segini, IPI-nya segini." "Bisa minta keringanan gak Pak?" "Gak bisa, kalau mandiri emang maksimum dua-duanya." "Sama sekali gak bisa?" "Iya, emang aturannya gitu." "Haduh, saya daftar ulangnya di kampus B aja kalau gitu Pak." *** "Pak TU kampus B, ini saya keterima lewat seleksi nasional. Yang ini gak ada IPI kan?" "Iya, ini UKT-nya 30 juta, kita maksimumin dulu, kasih tagihan listrik, air, foto rumah, sama slip gaji orang tua buat nentuin UKT-nya turun apa nggak." "Bisa minta keringanan kalau misal gak mampu?" "Coba program KIPK dari pemerintah, ini syarat-syaratnya" "Oke Pak." *** "Pak TU kampus, ini yakin UKT saya jadi maksimum?" "Coba saya cek. Bentar." "Oke Pak." "Bapak kamu PNS? Di Dinas Pertanian Kabupaten?" "Iya Pak, golongan bawah, tukang jaga malam" "Kalau PNS memang UKT-nya paling tinggi." "Hah? Gaji Bapak saya aja gak seberapa Pak." "Emang aturannya gitu." *** "Halo contact center KIPK Dikbud?" "Iya, ada keperluan apa?" "Ini kok KIPK saya langsung ditolak?" "Coba saya cek dulu." "Ini karena ortu PNS Mas." "Kok gitu? Tukang jaga malam PNS itu gajinya cuma 2 jutaan Bu." "Pejabat kita udah rilis statement kemarin, anak PNS gak boleh sama sekali." "Gak bisa diusahakan Bu?" "Gak bisa, emang aturannya gitu." *** "Pak TU kampus, gak bisa nih KIPK." "Ya terpaksa harus bayar kalau gitu." "Gak kuat bayar Pak saya kalau UKT maksimum. Ada alternatif?" "Coba ke bank sama ortu, siapa tahu bisa ada pinjaman." *** "Bu CS Bank, saya mau ajukan pinjaman buat biayain kuliah anak saya." "Baik Pak, saya cek berkasnya dulu." "Pak, setelah kita cek penghasilan, kita gak bisa kasih pinjaman." "Kenapa Bu?" "Mohon maaf sekali Pak. Resiko gagal bayarnya tinggi, kita gak berani." "Ada alternatif Bu?" "Bapak PNS kan? Coba sekolahin SK Pak." "Wah, udah disekolahin buat nyicil rumah dan biaya hidup Bu." "Mohon maaf Pak, kami gak bisa bantu lagi. Memang aturannya begitu." *** "Pak TU kampus, gak bisa Pak" "Kenapa?" "Gak bisa Pak, penghasilan Bapak saya gak cukup." "Coba ini, pinjol yang kerjasama sama kampus" *** "Mas, kalau saya pinjam 30 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?" "Sekitar 3.1 juta per bulan selama setahun" "Wah jatuhnya 37.2 juta dong? Bunganya 7.2 juta sendiri?" "Iya mas" "Waduh, gak mampu bayarnya Mas" "Emang aturannya gitu." "..." *** "Pak TU kampus, gak bisa Pak, saya gak kuat bayarnya" "Kamu cuti dulu aja. Kerja dulu time gitu." "Bisa ya Pak? Gimana prosedurnya?" "Kamu bayar 50% UKT, jadi 15 juta per semester." "Hah? Kok gitu? Kan saya belum juga ngapa-ngapain Pak?" "Emang aturannya gitu." "..." *** "Pak TU kampus, kalau saya gap year dulu aja gimana?" "Oh ya bisa. Kamu tahun depan tes lagi." "Tes lagi? Kan saya udah keterima? Gak bisa ditunda kaya univ di LN?" "Gak bisa." "Kan saya udah lulus tes?" "Emang aturannya gitu." "..." *** "Bapak, ini udah setahun saya gap-year nyopir bis, tapi belum cukup uangnya." "Gak apa nak, kita coba lagi tahun depan. Nabung lagi." "Ya udah, skip dulu tes tahun kedua ya Bapak." "Gak apa nak, Bapak selalu doakan yang terbaik." *** "Minggu depan tes tahun ketiga nak, belajar ya. Ikut seleksi nasional lagi." "Duh, tapi udah dua tahun nyopir, nggak pegang buku. Saya belajar sebisanya ya Bapak." "Iya gak apa, nak. Oh ya, sekalian coba seleksi mandiri juga di Kampus A." "Hah? Gak apa Pak?" "Iya, kamu coba cari pinjeman gitu, nanti Bapak coba bantu bayar." "Makasih Bapak." *** "Gak keterima yang seleksi nasional Pak." "Gak bisa tes lagi ya?" "Gak bisa Pak, udah tahun ketiga, maksimum." "Dulu jaman Bapak bisa. Temen Bapak banyak tes berkali-kali." "Udah lama diubah itu Bapak, emang gitu aturannya." "Berarti tinggal yang seleksi mandiri ya." "Iya Bapak." *** "Pak TU kampus, ini saya keterima lewat seleksi mandiri." "Oke, UKT-nya segini, IPI-nya segini." "Bisa minta keringanan gak Pak?" "Gak bisa, kalau mandiri emang maksimum dua-duanya." "Sama sekali gak bisa?" "Iya, emang aturannya gitu." "Ada alternatif skema pembayaran?" "Coba ini, pinjol yang kerjasama sama kampus, katanya ada skema student-loan." *** "Mas, kalau saya pinjam 30 juta skema student-loan buat UKT, saya mesti nyicil berapa?" "Sekitar 3.1 juta per bulan selama setahun" "Wah jatuhnya 37.2 juta dong? Bunganya 7.2 juta sendiri?" "Iya mas" "Waduh, gak mampu bayarnya Mas" "Emang aturannya gitu." "..." *** "Pak TU kampus, gak bisa Pak, saya gak kuat bayarnya" "Kamu cuti dulu aja. Kerja dulu time gitu." "Bisa ya Pak? Gimana prosedurnya?" "Kamu bayar 50% UKT, jadi 15 juta per semester." "Hah? Kok gitu? Kan saya belum juga ngapa-ngapain Pak?" "Emang aturannya gitu." "..." *** "Mas pinjol, kayanya saya terpaksa pinjem deh, gak ada jalan lain" "Siap, ini saya transfer ya." "Kalau gagal bayar gitu gimana?" "Ada dendanya sama nanti kecatat di BI Checking." *** "Halo ini debt collector, ini utang UKT-nya gak dibayar?" "Wah Pak Debt Collector, kita lagi gak punya uang." "Gak bisa bayar sekarang?" "Iya, gimana?" "Ya udah, ini dendanya saya catat ya, ini udah numpuk dari semester 1 sampai semester 7" *** "Pak dosbing, ini Bapak udah gak hadir bimbingan 2 minggu, saya perlu tanda tangan Bapak buat sidang minggu depan." "Waduh, saya lagi ada proyek dari kementrian, lagi tugas di Papua sampai bulan depan. Lagian saya juga belum puas sama skripsinya." "Terus gimana Pak?" "Kamu tunda dulu aja sidangnya, semester depan." "Wah, biayanya gimana Pak?" "Saya gak bisa bantu." "..." *** "Pak TU kampus, ini kan saya tinggal skripsi doang, 6 SKS. Perlu bayar UKT?" "Iya, tetep bayar penuh." "Seriusan Pak? Gak ada kuliah lagi juga bayar penuh?" "Iya. Emang aturannya gitu." *** "Pak dosbing, ini Bapak udah gak hadir bimbingan 2 minggu, saya perlu tanda tangan Bapak buat sidang minggu depan." "Waduh, saya lagi ada proyek dari kementrian, lagi tugas di Papua sampai bulan depan. Tiap akhir semester saya pergi. Lagian saya juga belum puas sama skripsinya." "Terus gimana Pak?" "Kamu tunda dulu aja sidangnya, semester depan." "Wah, biayanya gimana Pak?" "Saya gak bisa bantu." "..." *** "Halo ini debt collector, ini utang UKT-nya gak dibayar?" "Wah Pak Debt Collector, kita lagi gak punya uang." "Gak bisa bayar sekarang?" "Iya, gimana?" "Ya udah, ini dendanya saya catat ya, ini udah numpuk 10 semester." *** "Ini CV kamu bagus banget, aktif di organisasi" "Iya, makasih Bu rekruter." "IPK kamu juga bagus, skill set kamu juga sesuai sama yang dibutuhin klien." "Terima kasih." "Oke, kita finalisasi paperwork dulu ya sebelum kita kirim ke perusahaan klien kita." *** "Halo, ini HRD perusahaan X, kita mau tanya-tanya dulu sebelum interview." "Iya, silakan mbak." "Ini kenapa kok lulusnya pas umur lebih dari 25 tahun?" "Saya gap year dulu mbak, baru keterima tes tahun ketiga." "Kan kalau gitu mestinya umur 23-24 udah lulus?" "Masih nambah molor gara-gara skripsi mbak." "Oh gitu. Mohon maaf banget, padahal udah cocok banget nih skill-nya. Kita cuma nerima freshgrad yang di bawah 25 tahun. Memang perusahaan kami aturannya gitu." "..." *** "Halo, ini HRD perusahaan Y. Kami tertarik sama skillset-nya Mas. Kemarin interview juga udah cocok." "Iya." "Tapi setelah kita cek, BI checkingnya jelek, kreditnya parah banget. Kami gak bisa terima. Maaf banget." "Tapi kan saya butuh kerjaan buat bayar utang UKT?" "Iya tapi perusahaan kami aturannya begitu. Mungkin bisa diperbaiki dulu kreditnya." "Gimana saya bisa perbaiki kredit kalau saya gak ada penghasilan?" "Emang aturannya gitu. Coba ke perusahaan lain." *** "Halo, ini HRD perusahaan Z. Kami tertarik sama skillset-nya Mas. Kemarin interview juga udah cocok." "Iya." "Tapi setelah kita cek, BI checkingnya jelek, kreditnya parah banget. Kami gak bisa terima. Maaf banget." "Tapi kan saya butuh kerjaan buat bayar utang UKT?" "Iya tapi perusahaan kami aturannya begitu. Mungkin bisa diperbaiki dulu kreditnya." "Gimana saya bisa perbaiki kredit kalau saya gak ada penghasilan?" "Emang aturannya gitu. Coba ke perusahaan lain." *** "Mas, saya mau daftar jadi mitra ojek online." "Iya mas, ada kendaraan? Motor atau mobil?" "Harus ada ya mas?" "Ya haruslah, kan masnya mau ngojek kan? Gimana sih." "..." *** "Bu CS kredit motor, saya mau ambil kredit motor." "Oke coba saya cek dulu." "Ya Bu." "Mas, kita gak berani nih, ini di BI checking parah banget kreditnya." "Tapi saya butuh motor buat ngojek online Bu." "Mungkin bisa diperbaiki dulu kreditnya." "Saya mau ngojek juga buat perbaikin kredit Bu." "Mohon maaf Mas, kita gak bisa bantu. Emang aturannya gitu." *** "Mas, ini ada bantuan beras, dari pemerintah." "Oh, saya masuk daftar? Alhamdulillah." "Iya mas, sama Pak RT didaftarin, kan udah nganggur lama, banyak utang pula." "Makasih ya mas." "Gak apa Mas, bulan depan ada lagi." *** "Mas, lagi nganggur gak? Ini ada kerjaan." "Ngapain?" "Jadi buzzer calon petahana Mas. Bayarannya segini." "Calon petahana yang ngasih beras kemarin? Wah, mayan, saya udah ke mana-mana gak dapet-dapet." "Ya udah mas, syaratnya gak susah kok." "Apa syaratnya?" "Tahan malu dikit." *** "Ini laporan twit ngebuzzernya mana Mas?" "Oh ini, saya kemarin berantem sama tukang kritik." "Oke, ngapain lagi?" "Saya bikin ribut juga di base kampus yang bikin keributan UKT." "Mantab!" *** "Halo Bapak, Alhamdulillah anak kita lahir sehat." "Alhamdulillah, Bapak udah punya cucu sekarang." "Iya, mayan lah duit nge-buzzer kemarin bisa buat biaya lahiran." *** "Mas, kan baru keluar TPS, boleh kita interview dikit, kita dari lembaga survey, buat exit poll." "Oh boleh." "Mas pilih calon yang mana?" "Petahana mbak." "Kenapa kok milih petahana?" "Saya kebantu banget, udah ngasih saya pekerjaan, sama ada bantuan sosial waktu saya nganggur." "Kok bisa nganggur lama?" "BI checking jelek mbak, kejerat pinjol buat bayar UKT." "Kok gak pilih yang ngasih UKT gratis?" "Saya sekarang lebih butuh yang kasih bantuan langsung ke saya mbak." *** "Bapak, Alhamdulillah ini keterima di dua PTN favorit. Satu lewat mandiri, satu lewat seleksi nasional." "Alhamdulillah, berapa biayanya nak?" "UKT-nya segini Pak. Terus ini ada biaya baru lagi, kaya uang pangkal gitu." "Hah? Katanya dulu UKT sama IPI biar gak ada uang pangkal?" "Ada aturan baru lagi katanya, emang aturannya gitu."
Indonesia
219
1.2K
3K
321.5K