kajep (sukses) retweetledi

Melahirkan di Abad ke-18: Ketika Gergaji Tulang dan Doa adalah Satu-satunya Harapan
Bayangkan melahirkan tanpa bius, tanpa antibiotik, tanpa apa pun selain tali pengikat dan doa, dokter mengangkat gergaji menuju tulang panggulmu sementara kamu masih sadar penuh dan menjerit kesakitan, dalam prosedur yang ironisnya disebut pilihan “lebih aman” karena sesar kala itu membunuh hingga 85% pasiennya. Bahkan yang selamat pun harus hidup seumur hidup dengan panggul tidak stabil, inkontinensia, dan nyeri kronis, hanya karena ingin melahirkan seorang anak. Hari ini kita punya epidural, monitor janin canggih, dan antibiotik, sesuatu yang mustahil dibayangkan ibu-ibu tiga abad lalu. Jadi bersyukurlah kamu hidup di era ini.

Indonesia











































