Khusnul

270 posts

Khusnul banner
Khusnul

Khusnul

@khvsnvl

Pustakawan

Jakarta Pusat, DKI Jakarta Katılım Eylül 2014
66 Takip Edilen135 Takipçiler
Khusnul retweetledi
Arungkala | Museum Orang Biasa (MOB)
Selain Kartini dan sebelum Kongres Perempuan dimulai, para perempuan peranakan Tionghoa telah merumuskan kesetaraan gender khususnya bagi kaum mereka. Sebuah utas untuk merayakan solidaritas perempuan lintas zaman, lintas generasi, dan etnis!
Indonesia
1
17
38
1K
Khusnul
Khusnul@khvsnvl·
from this to this
Khusnul tweet mediaKhusnul tweet media
Hendri F. Isnaeni@hendrifisnaeni

Hari ini dalam sejarah, 21 Februari 1949, Tan Malaka meninggal dunia di Selopanggung, Kediri, Jawa Timur. Dia dieksekusi mati oleh Suradi Tekebek yang diperintahkan oleh Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya. Pada 1965, ketika menjabat Komandan Korem Surabaya, Soekotjo mengambil alih jabatan Walikota Surabaya dari Moerachman. Walikota Surabaya dari nonpartai ini dekat dengan PKI yang memperoleh suara terbanyak di Kota Surabaya pada Pemilu 1955. Setelah peristiwa G30S 1965, Moerachman ditahan, dihabisi, dan dihilangkan, sampai sekarang tidak diketahui makamnya. Tan Malaka menjadi ketua PKI menggantikan Semaoen yang diasingkan ke Belanda. Pada gilirannya, Tan Malaka juga diasingkan ke Belanda. Dia sempat dicalonkan menjadi anggota parlemen oleh Partai Komunis Belanda. Tan Malaka kemudian menghadiri kongres Komintern (Komunis Internasional) di Moskow, di mana dia mengusulkan agar komunisme dan Pan-Islamisme bekerjasama. Setelah itu, dia pergi ke Canton sebagai agen Biro Timur Komintern. Sempat ingin pulang ke Indonesia karena sakit, Tan Malaka kemudian melanjutkan petualangannya. Karena diburu polisi kolonial, Tan Malaka menggunakan nama samaran berbeda-beda di setiap negara yang disinggahinya. Tan Malaka memutuskan keluar dari PKI karena tidak setuju dengan pemberontakan PKI pada 1926 karena akan gagal dan membuat PKI dilarang serta banyak anggotanya dibuang. Tan Malaka kemudian mendirikan Partai Republik Indonesia (Pari). Tan Malaka baru kembali ke Indonesia setelah Belanda dikalahkan Jepang. Dengan menyamar, dia bekerja di tambang batu bara di Bayah, Banten Selatan di bagian administrasi dan mengurus romusha. Tan Malaka muncul setelah Indonesia merdeka. Pada masa revolusi kemerdekaan, dia menggalang kekuatan Persatuan Perjuangan, yang menghimpun 141 organisasi, untuk menentang diplomasi pemerintah yang berunding dengan Belanda. Tan Malaka menuntut Indonesia harus merdeka penuh 100%. Akibatnya, dia ditahan selama 2,5 tahun. Setelah dibebaskan pasca peristiwa Madiun 1948, Tan Malaka bersama pengikutnya mendirikan Partai Murba. Setelah itu, dia memutuskan bergerilya di Jawa Timur hingga berakhir dieksekusi anggota TNI. Belakangan ini Tan Malaka mendapat perhatian dari generasi muda. Buku-buku karyanya, seperti Madilog, Dari Penjara ke Penjara, Massa Actie, dan terbaru Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) diterbitkan ulang. Meski Tan Malaka telah mati, tetapi pemikirannya terus hidup.* Baca👉historia.id/articles/tags/… 📷Tan Malaka.

English
0
0
2
236
Khusnul retweetledi
Rubber Game
Rubber Game@rubbergameid·
Alm. Kartono Ryadi, fotografer legendaris Kompas, jadi salah satu orang Indonesia yang berkesempatan memotret langsung Susy Susanti menangis ga lama setelah menerima medali Olimpiade. Kisahnya menarik banget. Setelah mengambil beberapa potret dan bersiap mengirimkannya ke Indonesia, kepada redaksi, dia bilang: "Susy nangis, dramatis banget. Kalau air mata tidak tampak, kuulangi pengirimannya. Penting nih." Ternyata dalam proses penentuan foto yang akan tayang, keputusan akhir tidak sepenuhnya berada di tangan dia sebab emosinya sebagai fotografer bisa ikut masuk ke dalam pilihan. Redaksi akhirnya memilih gambar yang menampilkan Susy tersenyum megah dan melambaikan tangan, karena menilai kegembiraan lebih dinantikan dan penting oleh mereka yang berada di Indonesia. Kisah ini diabadikan Arbain Rambey dalam artikelnya di Kompas.
Rubber Game tweet media
Res@Reswara_

@rubbergameid Foto Ci Susy yg itu bakal jadi foto yg dikenang sampai kapanpun. Pas nonton filmnya sampe nangis

Indonesia
3
260
1.4K
75.2K
Khusnul retweetledi
Elisa
Elisa@elisa_jkt·
Dan @RujakRCUS sedang ada penelitian soal dekolonialisasi, rumah dan isu kesehatan bareng organisasi di US & Pakistan. Ini salah satu “menambang” di Perpusnas dari banyak banget hidden gem di sana. 1979 akhir sempat ada flat dengan sistem precast. Desainnya pun mayan oke.
Elisa tweet media
Indonesia
6
43
228
20.7K
Khusnul retweetledi
---
---@parlefeu·
Antara tahun 70-an sampai 90-an, para eksil di Moskow rutin menerbitkan majalah bulanan bernama Tekad Rakyat. Ukuran majalahnya sekecil buku saku pramuka. Di beberapa edisi, ada puisi Agam Wispi. Setahu saya belum ada yg menulis disertasi soal ini. Di Moskow ada ratusan edisi.
--- tweet media--- tweet media
Indonesia
5
341
1.2K
30.9K
Khusnul retweetledi
Kacabenggala Editions
Kacabenggala Editions@KacabenggalaEds·
Kisah Perdjalanan si Apin karya S. Rukiah Kertapati mengisahkan perjalanan seorang anak bernama Apin meninggalkan kampung halamannya untuk belajar berdiri sendiri, menghadapi jarak, perpisahan, dan rasa asing dengan keberanian yang tumbuh perlahan. kabe.drepram.com/works/kisah-pe…
Kacabenggala Editions tweet mediaKacabenggala Editions tweet media
Indonesia
4
184
520
54.5K
Khusnul retweetledi
Si Juki
Si Juki@JukiHoki·
Iklan era hindia-belanda. Jasa gambar poster bioskop. Segitu harga commis era itu. 1 warna sekitar 1,2 juta. Kalau 3 warna sekitar 2,2 juta.
Si Juki tweet media
Indonesia
58
1.4K
10.1K
195.5K
Khusnul
Khusnul@khvsnvl·
@dimenvroyal Sedikit tips: koran2 dan koleksi yang ada di Khastara itu bisa diakses dari katalog online opac.perpusnas.go.id, bisa diurutin berdasarkan tahunnya karena penamaan filenya berdasarkan edisi. Sila juga cek s.id/koranlangkadig… utk tau koran apa aja yg bisa diakses via OPAC.
Indonesia
0
0
1
143
Bayu Ari Prasetyo
Bayu Ari Prasetyo@Breakth_roug__h·
Sekalian Khastara juga dong, tiap loading lama dan berat banget, diurutkan juga tahunnya tiap arsip. Contoh, kaya tadi saya buka koran Tjahaja dimana urutan tahunnya acak sekali, kaya 1942 tiba² lompat ke 1944, 1943 arsip berikutnya 1942. Ini bukan terjadi di koran Tjahaja ajaa
Perpustakaan Nasional RI@perpusnas1

Halo #SahabatPerpusnas Saat ini layanan iPusnas dapat diakses kembali melalui laman ipusnas2.perpusnas.go.id. Bagi pengguna Android dan IOS saat ini iPusnas dalam proses peningkatan sistem keamanan secara bertahap. Terima kasih atas kesabarannya. 🙏🏼 #ipusnas #perpusnas #ebook

Indonesia
2
0
1
214
Khusnul retweetledi
Colm Downes
Colm Downes@ColminIndonesia·
Once upon a time in Jakarta. This is a real photograph of GBK area in the 1970s. Imagine the commute to work. It must have been lovely.
Colm Downes tweet media
English
100
1.5K
9.3K
295K
Khusnul retweetledi
Max Tollenaar
Max Tollenaar@Zaarazhar·
Jadwal radio NIROM 17/03/1939, susunan acara di Hindia Belanda udah modern 1) Pengajian 2) Bincang2 “rumah tangga” by Nyonya Gandasoemantri 3) Lagu2 Arab by Sech Albar (ayah Achmad Albar) 4) Acara anak2 5) Macam2 lagu/seni Nusantara sampai Orkestra 6) Acara musik-budaya Tionghoa
Max Tollenaar tweet media
Indonesia
5
46
95
4K
Khusnul retweetledi
Adriansyah Yasin Sulaeman
Adriansyah Yasin Sulaeman@adriansyahyasin·
Isi dan makna poster di saat Perang Kemerdekaan Indonesia di tahun 1949 ini masih kurang lebih sama dengan perjuangan rakyat Palestina hari ini “Jangan percaya dongeng ceasefire”
Adriansyah Yasin Sulaeman tweet media
Indonesia
2
112
283
13.7K
Khusnul retweetledi
Ody Dwicahyo
Ody Dwicahyo@odydc·
Black Shoes and The Dutch East India Company
Ody Dwicahyo tweet media
English
16
294
1.5K
646.8K
Khusnul retweetledi
Artefak Kita
Artefak Kita@artefak__kita·
Introducing v1.1: Find What Matters Exploring Indonesia’s visual history just got easier. You can now search, filter, and sort artefacts — by keyword, decade, series, creator, or format. Try the new features now, only at artefakkita.com
English
0
72
156
18.7K
Khusnul retweetledi
a.iswinarto
a.iswinarto@AIswinarto·
sudah bisa diunduh Rethinking Histories of Indonesia Experiencing, Resisting and Renegotiating Coloniality Edited by: Sadiah Boonstra, Bronwyn Anne Beech Jones , Katharine McGregor , Ken M.P. Setiawan, Abdul Wahid Asian Studies Series ANU Press press.anu.edu.au/publications/s…
a.iswinarto tweet media
English
2
176
385
14.1K
Khusnul retweetledi
sepotong__lampau
sepotong__lampau@sepotonglampau·
[17/08/1945] In the one of most important day of Indonesian history, we were missing a boy named Endang.
sepotong__lampau tweet mediasepotong__lampau tweet mediasepotong__lampau tweet mediasepotong__lampau tweet media
English
0
1
3
106
Khusnul
Khusnul@khvsnvl·
@aschasif @tatagnas mohon maaf, kalau soal itu terus terang kurang paham, karena belum pernah ngebandingin langsung
Indonesia
0
0
0
56
;
;@omahpencu·
@khvsnvl @tatagnas Tapi hasilnya sepertinya gak sebanyak dulu ya mbak
Indonesia
1
0
0
70
Tatag Andriawan
Tatag Andriawan@antikosan·
Anyway, cara ini sekarang sudah tidak bisa digunakan bersama dengan bergantinya tampilan web khastara. Sekarang webnya lebih mudah dibuka, tapi masih belum bisa search kata kunci teks langsung dengan ocr tanpa membuka file pdf-nya. Intinya ya, lebih menyusahkan.
Tatag Andriawan@antikosan

Contohnya begini, tinggal search aja site khastara di google terus diikuti keywords yg dicari (dalam tanda kutip) Contohnya begini site:khastara.perpusnas.go.id/uploads "kebakaran hutan" Hasilnya akan muncul banyak surat kabar/majalah (pdf) yg berisi keywords itu

Indonesia
3
5
29
1.5K
;
;@omahpencu·
@khvsnvl @tatagnas sekarang sudah tidak bisa sama sekali ya mbak?
Indonesia
1
0
0
84
Khusnul
Khusnul@khvsnvl·
@ruang_melamun Yang pernah saya baca, Persatoean Indonesia, Darmokondo, dan Sin Po memuat berita Kongres Pemuda 1928. Menurut Darmokondo, berita terkait juga dimuat di Java Bode dan De Courant.
Indonesia
2
0
0
39
Ruang Melamun
Ruang Melamun@ruang_melamun·
@khvsnvl Betul. Sebetulnya laporan itu sudah ditulis cukup panjang, tapi karena terjadi perseteruan, tulisan itu diturunkan. Eh, tapi apalagi ya media yang menurunkan berita terkait?
Indonesia
1
0
0
67
Ruang Melamun
Ruang Melamun@ruang_melamun·
Setauku, ini satu²nya surat kabar yang menurunkan berita Kongres Pemoeda 1928. Para anggota kongres dianggap tidak memiliki kapasitas dan pengalaman untuk berbicara dan berdebat dlm kongres itu. Bagi Parada Harahap, pendiri SK ini, Sumpah Pemuda, seperti pertunjukan Toonel saja.
Ruang Melamun tweet media
Indonesia
2
36
215
4.6K