
and I'll say it again
p.s. tapi ya udah biasa kok
14.8K posts

@kutuairjet
masihkah kamu bangga menjadi

and I'll say it again



YAP! STOP!!! GW UDAH MUAK!! STOP! STOP! STOP!




Selamat Hari Buruh, terima kasih untuk kerja keras dan setiap peluh yang tak pernah sia-sia 💪🏻❤️

Sesusah itukah mikir klo ide nuker2 ini adalah Goblog? Poin masalahnya adalah: "GA BOLEH ADA GERBONG YG ISINYA SENGAJA DIKORBANKAN" Bukan ke isu "berantem siapa yg ngisi itu gerbong?" Tolol anjing emosi gw baca, komentar2 tolol sliweran malah digeser ke gender war.







gak sengaja denger obrolan ibu ibu di angkutan umum, katanya semua harga harga pada naik jauh. ini pembicaraan normal sebenarnya, tpi analisa mereka yg menarik. katanya ini efek MBG, masyarakat umum kena imbasnya karena semua lari kesana. mereka kenagian sisanya & harganya jadi naik, belum makanan yg banyak sisa. katanya sehari habis 1T itu andai dialokasikan ke bpjs kesehatan biar gratis, atau buat gaji guru honorer. tukang cuci ompreng digaji 1,2jt sementara guru honorer cman 600rb. padahal sudah banyak yg bersuara di tiktok, tpi pda tutup telinga karena udah terlanjur. di level akar rumput pun sudah mulai resah.




Sex is only sex when consent is freely given, informed, and revocable at any time. Everything else is rape. Parliament is once again pushing for an EU-wide definition of rape centred on the absence of consent.


Bukannya cowo2 ini merasa paling macho, kuat, hebat, maskulin, suka bully sjw, feminis, dll selama ini? Kok tiba2 jadi takut blingsatan dengan ide tukeran pindah gerbong kereta paling ujung? Cewe2 aja bertahun2 di situ padahal resikonya besar. Cemen lu sekarang? Sok2an pake istilah gender war segala, baru sekarang omongin diskriminasi, dll lu pada.

SORE




Kasus Daycare Little Aresha, Yogyakarta (per 28 April 2026). • Sebelum 20 April 2026: Kekerasan fisik, verbal, dan penelantaran terhadap anak-anak sudah berlangsung lebih dari 1 tahun. Total ada sekitar 103 anak terdaftar, 53 di antaranya menjadi korban. Daycare ini berada di bawah Yayasan Aresha Indonesia Center. • Latar Pemilik dan Pengurus Yayasan: Pemilik utama / Ketua Dewan Pembina adalah RIL (lulusan Sarjana Hukum UGM). Ketua Yayasan adalah DK (salah satu tersangka). Kepala Sekolah adalah API (juga tersangka). Ada penasihat, bendahara, sekretaris, dan pengurus lain dalam struktur yayasan. •Sekitar 20-23 April 2026: Seorang mantan pengasuh melihat perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak. Ia mengundurkan diri dan melaporkan ke Polresta Yogyakarta serta Komisi Perlindungan Anak Daerah. • Jumat, 24 April 2026: Polisi menggerebek daycare di Sorosutan, Umbulharjo. Mereka menemukan anak-anak dalam kondisi mengenaskan: diikat tangan dan kaki, hanya pakai popok, tidur di lantai, serta ada tanda kekerasan. Polisi mengamankan 30 orang untuk diperiksa. • Sabtu, 25 April 2026: Polisi melakukan pemeriksaan maraton terhadap 30 orang tersebut sepanjang hari. Malam harinya digelar perkara untuk tentukan status hukum. •Sabtu malam / Minggu, 26 April 2026: Polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka: 1 kepala yayasan (DK), 1 kepala sekolah (API), dan 11 pengasuh. Mereka diduga terlibat penganiayaan dan penelantaran anak. Lokasi daycare disegel. Semua tersangka ditahan. •27-28 April 2026: Penyidikan masih berjalan. Banyak orang tua melaporkan anak mereka mengalami trauma dan luka. Pemerintah kota, KPAI, dan dinas sosial memberikan pendampingan psikologis. Daycare ini beroperasi tanpa izin resmi sebagai tempat penitipan anak. Kasus ini disebut sebagai gunung es dan polisi masih bisa tambah tersangka. Sc. info.co_ #daycare #yogjakarta
