Sabitlenmiş Tweet
🌺
13.2K posts

🌺 retweetledi
🌺 retweetledi

KENAPA KITA SERING TERLALU KERAS PADA DIRI SENDIRI UNTUK HAL-HAL YANG TIDAK BISA KITA KENDALIKAN?
Kadang kita bisa memaafkan orang lain dengan mudah…
tapi giliran diri sendiri gagal sedikit aja, langsung dihukum habis-habisan.
Telat mencapai target? Merasa tertinggal.
Hubungan gagal? Nyalahin diri sendiri terus.
Ada hal di luar kendali? Tetap merasa “harusnya aku bisa lebih baik.”
Padahal capeknya hidup sering bukan datang dari masalahnya.
Tapi dari cara kita ngomong ke diri sendiri setiap hari.
Sekarang banyak orang hidup dalam tekanan yang nggak kelihatan.
Lihat pencapaian orang lain tiap buka media sosial, takut dianggap gagal, takut mengecewakan, takut nggak cukup baik.
Akhirnya kita jadi terbiasa menuntut diri untuk mengendalikan semuanya.
Padahal kenyataannya, hidup memang nggak selalu bisa dikontrol.
Kamu bisa kerja keras, tapi hasil belum tentu sesuai harapan.
Kamu bisa tulus, tapi orang lain belum tentu mengerti.
Kamu bisa merencanakan semuanya, tapi keadaan tetap bisa berubah tiba-tiba.
Dan anehnya, kita sering marah pada diri sendiri untuk sesuatu yang sebenarnya bukan sepenuhnya salah kita.
Contoh sederhana:
Ada orang yang terus menyalahkan diri karena kariernya “jalan di tempat”, padahal diam-diam dia sedang bertahan menghadapi burnout.
Ada juga yang merasa gagal karena hubungan kandas, padahal dua orang memang belum tentu bisa bertahan meski sama-sama baik.
Nggak semua hal buruk terjadi karena kamu kurang usaha.
Kadang hidup cuma sedang nggak berjalan sesuai rencana.
Yang bikin lelah adalah ketika kita terus memaksa diri jadi “sempurna” di situasi yang bahkan nggak bisa kita kendalikan.
Mulai sekarang, coba bedakan:
Mana yang memang bisa kamu perbaiki.
Mana yang memang harus kamu ikhlaskan.
Karena self-reflection bukan soal menyalahkan diri terus-menerus.
Tapi belajar memahami diri dengan lebih jujur dan lebih lembut.
Beberapa hal yang bisa dicoba:
* Berhenti mengulang kesalahan lama di kepala setiap malam.
* Kurangi membandingkan timeline hidup dengan orang lain.
* Tanya ke diri sendiri: “Kalau temanku ada di posisi ini, apa aku akan sekeras ini juga ke dia?”
Biasanya jawabannya: nggak.
Mungkin selama ini kamu cuma terlalu keras pada diri sendiri.
Dan mungkin… diri kamu nggak butuh dihakimi.
Cuma butuh dipahami sedikit lebih baik.
Kalau tulisan ini relate, share ke orang yang akhir-akhir ini terlalu berat sama dirinya sendiri.

Indonesia
🌺 retweetledi
🌺 retweetledi
🌺 retweetledi
🌺 retweetledi
🌺 retweetledi

@direktoridosen @Eddy4S464S @AchmadFahar @bahaspemainbola @bkandewipersik @BudiBukanIntel @bukanfufufafaid @bulunangko @butoable @myshawti @iPoopBased @HansAhmadLubis 253 M = 103 sekolah gratis
253 T = 103.000 sekolah yg bisa gratis
Indonesia

@ghozyulhaq Friendship padam total. Maaf bgt buat tmn2 gue, gue sgt sayang, selalu berusaha mantau sosmed kalian buat make sure kalian ok, tp buat interaksi atau sekedar nongkrong maaf bgt blm ada waktu n tenaganya 🥹 family & health lg dijaga bgt, success nyala pelan2
Indonesia
🌺 retweetledi
🌺 retweetledi
🌺 retweetledi

Sebetulnya yg bombastis dari riset ini bukan cuma perempuan hanya akan menstruasi 4x setahun, tapi juga bisa hamil di usia matang karena stok telurnya msh banyak. Jam biologis ga lagi jadi alat untuk menakut2i perempuan agar buru2 menikah dgn siapapun semata agar msh bisa hamil.
All day Astronomy@forallcurious
🚨: Chinese biologist Hongmei Wang seeks to extend women's fertile life by making menstruation occur every 3 months. Which would theoretically preserve more eggs and extend the fertile period.
Indonesia
🌺 retweetledi

Ya gimana ya.... Banyak orang yg dari kecil mindsetnya udah dibiasain terus²an dalam Survival Mode 🥹
Tiap mau explore:
"Dek, jangan nakal..."
"Jangan nangis.."
"Jangan suka coret-coret!"
"Jangan dimainin!"
Tiap mau eksplorasi, dilarang.
Mau ekspresi, disuruh diam.
Sambil diberi ketakutan/ancaman yg intens... dipelototin, diteriakin, atau bahkan disentil, dicubit, yg bikin kita dulu kehilangan rasa aman tiap mau eksplorasi...
Akhirnya ya.. pas gede, energi kita habis cuma buat "menjaga diri" supaya nggak salah langkah, supaya Papa - Mama ngga marah, supaya perasaan orang lain terjaga,
energinya habis untuk memastikan kita tidak melakukan kesalahan atau tidak mengecewakan orang lain
sampai dewasa masih kebawa: lupa gimana caranya lari ngejar mimpi, demi menjaga agar diri kecil kita ini tetap merasa aman 🥹🥹🥹
gara@anggarasamvdr
baca ini sedih banget🥹
Indonesia
🌺 retweetledi
🌺 retweetledi
🌺 retweetledi
🌺 retweetledi
🌺 retweetledi
🌺 retweetledi

"Line Spacing 1.5”
"Font size 12"
"Font style Times New Roman"
"Your literature review is too scanty"
"Your citation is poor"
“Include all of abbreviations”
"Print 4 copies, 3 for the department and one for you"
This is where it ends... like I said "the most useless thing in
University Education, is Project."


English
🌺 retweetledi

Ini nasihat bagus bgt:
Berhenti nyalahin diri sendiri atas keputusan yg kamu buat waktu dulu, pas masih kurang pengalaman.
Soalnya ada beberapa hal yg baru bisa dipahami setelah bener2 ngalamin.
Banggalah dgn apa yang udah kamu pelajari, bukan merasa malu kapan kamu belajar itu.
Melihat sesuatu dari sudut pandang yg berbeda sekarang sebenarnya hal yang bagus.
===
Apa pengalamanmu yg kadang bikin malu kalau dibahas?
Blake Burge@blakeaburge
Underrated life advice: Stop beating yourself up for decisions your younger self made with less knowledge. Some things only make sense after you’ve lived them. Be proud of what you’ve learned, not ashamed of when you learned it. Seeing things differently now is a good thing.
Indonesia
























