La Ode Pandi Sartiman

4.6K posts

La Ode Pandi Sartiman banner
La Ode Pandi Sartiman

La Ode Pandi Sartiman

@ld_pandi

Penulis Lepas, Buruh Tinta, Bapak Sky, Pecinta Bola, guru alam

Kota Kendari, Sulawesi Tenggar Katılım Haziran 2015
1.1K Takip Edilen882 Takipçiler
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia. Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026. Dan datanya bukan dari sembarang sumber. Dari Forbes. Dari LHKPN. Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah. Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas: 50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026. APBN Indonesia? Rp3.800 triliun. Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh. Satu tahun. Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu. Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari. Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam. Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri: Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih. Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang. Dua belas orang. Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun. Siapa? Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma. Ada juga Menteri Perumahan Rakyat. Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya. Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri: Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI. Dua ratus lima puluh dua tahun. Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun. Itu bukan angka. Itu absurditas. Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri. Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama. Di antara satu korps yang sama. Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya: Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili. Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta. Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili. Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak. Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap: Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa? Rp93 triliun per tahun. Sembilan puluh tiga triliun. Setiap tahun. Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang. Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar. Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun. Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh. Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan. Hanya dari 50 orang. Hanya 2%. Per tahun. Tapi itu tidak terjadi. Dan Celios menjelaskan kenapa: Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan. Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi. Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan. Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh. Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini: Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir. Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki. Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan. Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas. Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian. Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret: Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen. Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek. Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya. Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan. Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama. 50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya. Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini. Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya. Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
221
4K
6.8K
193.7K
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
✨ Widas ✨
✨ Widas ✨@WidasSatyo·
Gak ada evaluasi, gak ada kajian, gak ada perencanaan, tiba-tiba keluar statement asal jeplak gini. Gak heran Purbaya kemarin juga asal jeplak aja soal wacana tarif selat Malaka. Asbun mgkn emg udah jd semacam kultur kerja di rezim ini. Ikan busuk emg dari kepalanya.
Kompas.com@kompascom

Presiden RI, Prabowo Subianto, menyiapkan anggaran Rp 4 triliun untuk membangun flyover di atas pelintasan rel kereta api. ~RS

Indonesia
86
5.8K
11.2K
151.8K
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
A. Ainur Rohman
A. Ainur Rohman@ainurohman·
Anggaran satu tahun MBG, setara dgn anggaran pemerintah kpd PP PBSI selama 7.243 tahun.
Indonesia
71
1.2K
3K
65.5K
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
Volinesia
Volinesia@volinesia·
Pokoknya semua harus ngalah sama program yang itu tuh... Bagaimana pembinaan olahraga di Indonesia mau maju, jika anggaran untuk Olahraganya saja dipangkas sana sini dengan alasan efisiensi. komentarnya lur...
Volinesia tweet media
Indonesia
400
3.4K
7.2K
415.7K
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
Troll Football
Troll Football@TrollFootball·
Supernatural moment in Indonesia: Ref goes to check VAR… no official in sight, yet the video played on its own
English
1.1K
5.4K
23.2K
1.8M
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Kumpulin 10 orang di kantor, sekolah, pos kamling, tongkrongan, kos-kosan, arisan, pengajian, dll ...udah bisa bikin PESTA BABI.
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
12
298
823
15.8K
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
JUST IN: BGN habiskan anggaran Rp 5,7 miliar untuk langganan Zoom Meeting April–Desember 2026
Indonesia
1.2K
6.4K
23.1K
3.3M
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
Bivitri Susanti
Bivitri Susanti@BivitriS·
ASN=Aparatur Sipil NEGARA, mengabdi ke negara, bukan ke pemerintah, apalagi presiden. Stop berpikir negara = pemerintah. Stop feodalisme. Presiden bukan raja, tidak perlu disembah, sangat boleh dikritik, tmsk oleh ASN. Indonesia republik.
Indonesia
244
11.3K
21.6K
392.2K
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
Buat_bebas2
Buat_bebas2@BBebas2·
@logos_id "Ingatan dari Timor" youtu.be/ydfbHFPnzuc?si… Peristiwa di awal video, peristiwa santa cruz / pembantaian dili. Lewat video yang direkam Max Stahl dan diselundupkan ke Australia, masyarakat internasional bisa mengetahui detail kengerian peristiwa ini.
YouTube video
YouTube
Indonesia
1
41
111
16.6K
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
Dino Patti Djalal
Dino Patti Djalal@dinopattidjalal·
Apapun isi dari dokumen kesepakatan Pentagon-Kemhan, TIMING dan KONTEKS dari peningkatan kerjasama militer RI-AS ini TIDAK BAIK bagi 🇮🇩 Did we really think this through ? youtu.be/Ms6q--1d_bQ?si…
YouTube video
YouTube
Indonesia
135
597
1.2K
38.5K
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
د.بن سعيد | Bin Saeed
د.بن سعيد | Bin Saeed@Bin_S_aeed·
إسرائيل وصلت إلى نقطة قطع العلاقات مع إيطاليا بسبب هذه الصورة. إذن، فالننشرها جيدًا في جميع أنحاء العالم...
د.بن سعيد | Bin Saeed tweet media
العربية
161
7.7K
16K
185.7K
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
Turgay Evren
Turgay Evren@TurgayEvren1·
Israelis are very disturbed by the sharing of this photo. They feel ashamed of their own soldiers. Please don’t retweet this so it doesn’t spread 🙏
Turgay Evren tweet media
English
406
8.4K
12.7K
135K
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
Roman Akramovich
Roman Akramovich@SyedAkramin·
Israel has killed your soldiers. Instead of condemning such brutality, you chose to stand with them. A truly shameful day.
Secretary of War Pete Hegseth@SecWar

It was an honor to host Indonesian Defense Minister @sjafriesjams at the Pentagon today. I was proud to announce that we are elevating our relationship to a Major Defense Cooperation Partnership, in recognition of the strength and potential of our bilateral defense ties.

English
629
21.1K
34.1K
834.4K
La Ode Pandi Sartiman retweetledi
Fabrizio Romano
Fabrizio Romano@FabrizioRomano·
🚨 Juan Musso on the Fermin injury: “Red card? You’re kidding me”. “How are you going to ask me about that incident with Fermín? It hurt me too. My natural movement to cover the space ended up colliding with my foot”.
Fabrizio Romano tweet media
English
746
1.1K
29.6K
2.8M