Mael
6.2K posts


@Ma5B0y waktu di thailand ketemu pangeran dari UAE di sauna. his hole so loose i can put 4 finger in.
just imagine it…
Indonesia

Waktu Mohez, temen kos di Jaksel dulu bilang dia ke Arab ketemu sama pangeran dan mereka saling jatuh cinta, rasanya gak percaya.
Si Pangeran ngirim byk hadiah. Termasuk jas rancangan desainer dunia dgn bordiran inisial si Pangeran + Mohez.
Time reveals (almost) everything. 😌
Pamphlets@PamphletsY
🚨🇸🇦 BREAKING — Saudi Arabia Officially Welcomes LGBTQ+ Fans To Attend The 2034 FIFA World Cup
Indonesia
Mael retweetledi

WOY! KALAU ADA UNJUK RASA DI SENAYAN ATAU DI GEDUNG-GEDUNG PEMDA TOLONG DILIPUT DAN DIBERITAIN DONG, WOY!! JANGAN BISU SAMA KABAR PROTES MASYARAKAT!
@CNNIndonesia @kompascom @detikcom @NarasiNewsroom @officialinews_ @BBCIndonesia @Metro_TV @mediaindonesia @kumparan @TirtoID
Indonesia

@sosmedkeras makanya klo utang dibayar, jgn lama" udah 5-6thn baru lu bayar
Indonesia

@Zulfanleon apa gak takut nanti tetiba dibantuin suster ngesot?
Indonesia

@height178cm masih jauh dri kedua stasiun, tp yg deketan st Magetan
Indonesia

Bismillah, my place to go list this year bisa ke sini.. btw ini sebaiknya turun di stasiun mana yah? Stasiun Magetan atau Madiun?
むーも@muumoonya
Enjoying the calm air at Sarangan Lake.
Indonesia

Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon )
Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut
Saya kasih tahu sebab dan alasannya
Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000,
Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena
Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi
Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang)
Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan.
Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah.
Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal.
Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi
Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin
Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi
Panen manual (biaya tenaga kerja).
Pengemasan yang layak.
Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota).
Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya.
Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi.
Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan
Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli.
Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan.
Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton.
Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang
Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga.
Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total.
Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi
Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel.
Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah.
Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
Nakula@03__nakula
Pedagang membuang Timun ke sungai karena murah dan gak laku. Padahal kalo disumbangkan ke panti² asuhan atau pesantren pasti pada mau, gak mubazir kek gini. 🥹
Indonesia

Yang mau dikasih juga sini antri & sungkem dulu sama daddy
ALe🫧@alelable
Dapet THR (Tunjangan Hasil Relationship) Dari Mas Pacar 😭😭
Indonesia












