nade 🍋

19.5K posts

nade 🍋 banner
nade 🍋

nade 🍋

@lemonadeinsunny

Katılım Ekim 2021
257 Takip Edilen239 Takipçiler
nade 🍋
nade 🍋@lemonadeinsunny·
yaAllah, reporter tempo kuat banget ya hatinya....
Indonesia
0
0
0
7
nade 🍋
nade 🍋@lemonadeinsunny·
sedih... ADUHHH INI PENGALAMAN BURUK
Indonesia
0
0
0
6
nade 🍋 retweetledi
Mas Hara
Mas Hara@Hnirankara·
Gue kalo jadi orang Papua pun bakal marah. Ruang idup direnggut, pendapat gak didenger.
Indonesia
37
4.9K
13.1K
84.7K
nade 🍋
nade 🍋@lemonadeinsunny·
not in my mood bgt jujur.... kyk yaAllah nunggu narsum malah digantung, dikejar kejar deadline brief, mecahin mangkok kuning kesayanganku, keburu buru ngasih id card, wawancara lagi. skrg nugas kwu KYK HIDUP PELAN PELAN DIKIT KNP SI GW LELAH
Indonesia
0
0
0
17
nade 🍋 retweetledi
tsab
tsab@yeolfluffies·
bisa ga bikin kebijakan gaboleh ngerokok sekalian
tsab tweet media
Indonesia
1
2
2
129
nade 🍋 retweetledi
Faizal
Faizal@zalkad·
SURAT PERMOHONAN MAAF DARI UGM Aksi simbolik surat permohonan maaf dari UGM kepada Rakyat Indonesia sebagai bentuk penyesalan karena turut membiarkan bobroknya kepemimpinan Prabowo - Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Sumber FB Tiyo Ardianto Ketua BEM KM UGM
Faizal tweet media
Indonesia
267
5.9K
20.5K
274.7K
nade 🍋 retweetledi
Selena Wulan🦄
Selena Wulan🦄@celleoreo·
Anjirrr pentani kita lebih cerdas 👏👏 Public speaking nya bagus .. bapak ini wawasan juga bagus bangett
Indonesia
118
5.7K
18.4K
268.8K
nade 🍋 retweetledi
yan
yan@twnkatron·
and ure slow
yan tweet media
English
809
6.1K
39.1K
503K
nade 🍋 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili. Di tengah rupiah Rp17.700. Di tengah badai PHK yang mengintai. Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan. Di tengah anggaran pendidikan yang dipotong 44% untuk MBG. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan: Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa. Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu: Seribu Layar Bioskop Di desa. Dari APBN. Dari uang pajak rakyat. Di 2027. Dan ini yang paling menggelikan: Alasannya mulia. Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah. Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal. Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu: Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa? Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung: 88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1. IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia. Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara. 50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis. Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan. Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak. Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang. Tapi DPR punya solusi: Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak. Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada. Bukan perpustakaan desa. Bukan laboratorium sains. Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur. Tapi bioskop. Dan ini logika yang paling sederhana: Dr. Tirta sudah bilang: rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten. Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya. Ahok sudah bilang: kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas. Mahfud MD sudah bilang: demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar. Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya. Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop. Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur. Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya. Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya. Dan ini yang paling menohok: Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan Tidak butuh bioskop. Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78. Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing. Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian. Karena bioskop tidak mengubah nasib. Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah. Dan angkanya bicara sendiri: 1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN. Uang yang sama bisa dipakai untuk: menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai. Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu. Tapi yang diusulkan adalah bioskop. DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat. DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat. Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop. Rakyat yang pintar akan tanya: kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa? Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema? Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional? Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
621
5K
9.9K
444.9K
nade 🍋 retweetledi
afinasyif
afinasyif@afinasyif·
“kasian anak-anak ku kepanasan di tenda sekolah mba” ucap bu guru di sekolah Desa Reje Payung, Takengon, Aceh Tengah 🥺💔 ini keadaan terkini ya temen-temen…. tadi siang yaa bukan video lama😞
afinasyif@afinasyif

terus kalo anak-anaknya sekolah dimana? dengan keadaan seperti ini di TENDAAAAA! sekali lagi, di tenda!! panas banget dan ini semua kelas digabung😭💔 buku pelajaran mereka juga hanya satu, karena sisanya hanyut…….

Indonesia
87
12.3K
27.9K
505.2K
nade 🍋 retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Hari ini, 20 Mei 2026 sebenarnya sedang terjadi 3 Peristiwa Besar: 1. Demo Guru di depan DPR-RI 2. Rapat Paripurna Presiden di DPR-RI 3. Sidang gugatan UU APBN 2026, menyoal MBG, keterangan Saksi dari perkara nomor 40.
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
55
12.3K
24K
246K
nade 🍋 retweetledi
Reza Sudrajat
Reza Sudrajat@penduduk_lokal_·
Ribuan guru madrasah memadati gedung DPR kemarin, kalo isu pendidikan & kesejahteraan guru tidak menjadi prioritas utama pemerintah. Kebangetan sih….
Indonesia
67
9.1K
18.9K
153.5K
nade 🍋 retweetledi
Sistha
Sistha@sisthaaaaa·
“Rakyat kita bermimpi untuk hidup layak.” Orang mah mimpi tuh keliling dunia, sekolah tinggi sampai S3 atau jadi profesor, punya penghasilan 3 digit perbulan… untuk hidup layak DOANG kok harus BERMIMPI tuh berarti negaranya gagal wok
akun hewan | tapi bukan@akunhewan

nih guys dengerin, jadi rakyat ga usah bermimpi bisa kaya raya 🫵🤣 kata presiden, rakyatnya tidak bermimpi utk mengalami kehidupan yg kaya raya banyak2 bersyukur deh jd wni, masih hidup dan bisa makan udah bagus 😂

Indonesia
180
18.9K
36.3K
612.9K