Cici Lenta | pls booking via WA yah
17.2K posts

Cici Lenta | pls booking via WA yah
@lenta_reader
Tarot reading: on. Please send DM or WA: 📱08886066319 for appointment✨


Mumpung jam makan siang, coba dari keempat merek yang ada ini, mana yang paling enak? Atau ada referensi merek lain?

identitas itu gak bisa dibentuk dengan sengaja. kamu gak akan bisa menjadi maskulin dengan berpura-pura menjadi maskulin dan berharap banyak orang tertipu, percaya bahwa kamu adalah si paling maskulin. the truth will shine itself.

Ngga sengaja nemu ini di Thread, dan.. topiknya ngena banget. Aku juga punya anak cowok, masih 2 tahun.. tapi aku dan mas pernah bahas masalah ini juga. "Kalau anak kita nanti gay, gimana??" Si mas, yang emang orang sini ngerasa pertanyaanku kaya aneh. Dia bilang, "Ya gak gimana-gimana. Kalau dia gay dan mau nikah sama pasangan cowoknya, ya udah. Yang penting dia bahagia dan sehat." Aku diam, jujur aja ngga tahu harus bilang apa. Di Jerman, ini memang bukan masalah. Mau kamu gay, lesbi, atau aseksual sekalipun.. masyarakatnya open banget. Walikota München yang baru aja juga gay. Dan kota ini juga punya rainbow parade tiap tahun, ada pasar natal yang temanya gay.. pokoknya udah normal di sini. Bagiku, mungkin itu terlalu open minded. Bagiku ini masih topik sensitif. Aku ngga peduli kalau orang lain. Asal mereka gak ganggu aku, silakan.. itu hidup mereka dan bukan urusanku. Tapi pertanyaannya, gimana kalau anakku yang begitu?? Jujur.. aku tidak sanggup. Di titik ini, aku masih punya agama yang kupercaya dan kupegang kuat. Dan agamaku, pun kulturku dimana aku lahir dan dibesarkan.. membuatku melihat sisi lainnya. Aku bilang sama si mas, "Aku bakal sedih banget. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain ngerasa sedih?" Dengan si mas, topik ini ngga akan bisa ketemu di jalur yang aku mau. Jadi aku cuma bisa berdoa, di setiap malamku ketika ngelus si pumpkin yang tidur, "Semoga Allah selalu melindungimu, nak."


Agnostik itu berdamai dengan ketidak tahuan. Tuhan beneran ada atau enggak? gak tahu, gak ada yang tahu. yg menganggap tahu banyak, yang yakin tahu banyak, tapi aslinya gak ada yang benar-benar tahu. Banyak orang agnostik yang beragama, beriman, dan melakukan ritualnya. Karena iman/keyakinan dan benar-benar tahu itu adalah hal yang berbeda. Orang Islam agnostik bisa mengimani semua rukun iman, yang Kristen bisa mengimani ketuhanan Yesus, bedanya mereka dengan sadar tahu kalau mereka tidak tahu, tahu tidak bisa memberikan bukti kongkrit (kalau berargumentasi yg dianggap pembuktian sih bisa). Kurang lebih seperti ini untuk agnostik Islam dan Kristen: Apakah benar yang dijumpai Muhammad di gua Hira itu malaikat? gak tahu, katanya sih iya, saya yakin iya, tapi saya tahu saya tidak tahu kebenarannya. Apakah benar Yesus itu Tuhan yang turun ke dunia untuk menebus dosa? gak tahu, katanya sih iya, saya yakin iya, tapi saya tahu saya tidak tahu kebenarannya. Contoh lain pola pikir agnostik tapi bukan dalam hal keagamaan: Sekarang di Indonesia jam 8 pagi, saya YAKIN pak Prabowo sudah bangun, tapi saya tahu saya tidak tahu apakah Prabowo benar-benar sudah bangun. =========== Akurasi opini saya di atas menurut AI: x.com/i/grok/share/d…






@begtotheskies Tolong cek berapa persen kadar kasih sayang di dalam sini kedepannya supaya aku tertampar

SEJUTA??? SEJUTA?????????????? SEGINI SEJUTA???















