9.2K posts

❤ banner
❤

@lifeterature

running, jumping, rolling, hey this is life !

Indonesia Katılım Nisan 2009
334 Takip Edilen191 Takipçiler
❤
@lifeterature·
@wikydewi Setuju, Kak. Di tempat gw juga senior-seniornya sangat membantu dengan wisdom dan jam terbang mereka. Masih tetap produktif sampe hari terakhir kerja mau pensiun. Nggak kebayang kalau organisasi nggak seimbang komposisi demografinya.
Indonesia
0
0
2
746
W i k y d e w i
W i k y d e w i@wikydewi·
Senior2 saya rata2 umurnya 50+ dan saya gak yakin organisasi bisa jalan tanpa mereka. Mereka mentor yang super baik, gak pelit ilmu, periset yang berdedikasi pada bidangnya, pengalaman gak kaleng2. Sembarangan aja anda ngoceh gak pake referensi.
Chernobyl 🎙️@dbyuda

@listyantidewi gw setuju sih kalau emang ada wacana pengurangan ASN. ASN yg ada skrg banyak bgt yg cuma jd beban negara. Terutama pegawai tua. Saran gw pertahankan yg usia dibawah 40 tahun aja. Di atas 40 th, 95%nya beban. Di bawah 40th 35% beban.

Indonesia
15
79
322
13.7K
❤
@lifeterature·
@diaryumbi Spektrum ASN itu luas sekali, kalau yang kalian lihat dan temui sehari-hari 1-2 orang pegawai pelayanan di kelurahan atau kecamatan lantas menggeneralisir ASN 1 negara artinya kalian menghina dan mencederai ASN seperti tenaga pengajar, tenaga kesehatan, damkar, dll.
Indonesia
2
2
10
1.3K
❤
@lifeterature·
@diaryumbi Gw mengalami kerja di BUMN, swasta, startup dan sekarang PNS. Please di startup aja banyak pegawai gajelas gabisa kerja. Saking aja gada yg ngegoreng. Mau swasta kek, PNS kek....sama aja ada yg gabisa kerja dan banyak yang bisa kerja. Jahat aja ni framing negara & masyarakat.
Indonesia
8
22
150
11.3K
❤
@lifeterature·
Spektrum ASN itu luas sekali, kalau yang kalian lihat dan temui sehari-hari 1-2 orang pegawai pelayanan di kelurahan atau kecamatan lantas menggeneralisir ASN 1 negara artinya kalian menghina dan mencederai ASN seperti tenaga pengajar, tenaga kesehatan, damkar, dll.
Kompas.com@kompascom

Apa Benar ASN Kerjanya Main-main tapi Gaji Serius?

Indonesia
0
0
0
25
❤ retweetledi
Narasi Newsroom
Narasi Newsroom@NarasiNewsroom·
Seorang anak berinisial DFH diduga terkena peluru yang menyasar saat tentara sedang berlatih menembak di lapangan Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, pada 17 Desember 2025. Meski begitu, pihak keluarga korban masih mencari keadilan selama berbulan-bulan. Bagaimana kasus ini terjadi? Geser slide-nya sampai habis, ya. | Narasi Daily
Narasi Newsroom tweet media
Indonesia
72
1.9K
3K
102.6K
❤ retweetledi
Radja Thaher
Radja Thaher@radjathaher·
deploy ga nih
Radja Thaher tweet media
Filipino
33
130
729
23.5K
❤ retweetledi
Radja Thaher
Radja Thaher@radjathaher·
bikin game nyaleg buat Indo 😂
Radja Thaher tweet media
Indonesia
55
278
1.5K
74.2K
❤ retweetledi
Faiz Ghifari
Faiz Ghifari@MFaizGhifari·
Banyak orang belajar business finance, lalu baca PnL, Balance Sheet, & Cash Flow Statement secara terpisah. Padahal kekuatan sebenarnya ada di HUBUNGAN antar ketiganya. Jadi ini aku bikinin tools gratis untuk visualisasi hubungan antara 3 FS Coba reply di bawah untuk aku DM linknya ya 👇🏻
Indonesia
264
109
796
51.2K
❤ retweetledi
Harian Kompas
Harian Kompas@hariankompas·
Konsep negara kesejahteraan (welfare state) menjadi acuan banyak negara dalam mengelola pemerintahan, khususnya kebijakan anggaran dan kebermanfaatannya. Negara kesejahteraan adalah konsep pemerintahan ketika negara bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan dasar, jaminan sosial, pendidikan, dan kesehatan warga negaranya guna menciptakan kesetaraan ekonomi dan sosial. Secara konstitusional, Indonesia menganut konsep ini sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 34 Ayat 1, yang menegaskan bahwa negara bertanggung jawab atas kesejahteraan sosial, fakir miskin, dan anak terlantar. Secara modern, konsep welfare state dicetuskan oleh Otto von Bismarck di Jerman pada akhir 1800-an melalui sistem asuransi dan perlindungan sosial. Di Indonesia, perwujudannya, antara lain, melalui BPJS, PIP, PKH, Kartu Lansia, perumahan terjangkau, dan beasiswa. "Orang Miskin Siapa yang Punya?" Baca di sini komp.as/41dfTZ0 Opini 2 April 2026 Ditulis oleh Gilbert Simanjuntak Profesor/Epidemiolog; Wakil Ketua IAPB SEARO/WHO Vision 2020 (2012–2016) #Opini #AdadiKompas
Harian Kompas tweet media
Indonesia
4
75
179
4.8K
❤ retweetledi
Curious Minds
Curious Minds@CuriousMindsHub·
Repetition changes your brain. Repetition changes your brain. Repetition changes your brain. Repetition changes your brain. Repetition changes your brain. Repetition changes your brain. Repetition changes your brain. That’s why it works.
Curious Minds tweet mediaCurious Minds tweet media
English
18
1.2K
6.1K
148K
❤ retweetledi
🕳
🕳@ramzQ·
ANDRIE YUNUS BUTA PERMANEN CUY. MEMANG SUNGGUH NEGARA YANG GAGAL!
Indonesia
625
25K
79.9K
1.6M
❤ retweetledi
Karima A
Karima A@karimakayyim·
Abis ngisi kelas “Cara Baca Data Ekonomi” malah nemu paper hidden gem. Jadi salah satu paper favoritku di 2026 Isi papernya sejauh mana AI bisa dipake buat riset ekonom (ngumpulin data, membersihkan dan memproses data, analisis ekonometrika, sampe buat visualisasi) dengan bandingin semua sistem produk2 AI
Karima A tweet mediaKarima A tweet media
Indonesia
12
419
1.9K
31.9K
❤ retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Kebetulan nemu ini di IG barusan, penyebab perceraian di Indonesia th lalu. Kl dilihat, banyak masalahnya terkait Komunikasi (perselisihan, pertengkaran, ninggalin satu pihak, gabisa komunikasi dg baik sampe KDRT, dsb). Tp menurutku, komunikasi itu surface, tip of the iceberg. Yg perlu digali adlh soal Why-nya, kenapa komunikasinya bs sedemikian buruk? - apa ga bs saling empati / memahami? - apa krn pengen menang sendiri, insecure, selalu defensif? - apa krn silent treatment, hobi ngehindarin dan mendem masalah? - ga bs regulasi emosi?
Angga Fauzan  tweet media
World of Statistics@stats_feed

What is the number 1 cause of divorce?

Indonesia
51
328
1.2K
54.4K