Dils (.◜◡◝)

30.1K posts

Dils (.◜◡◝) banner
Dils (.◜◡◝)

Dils (.◜◡◝)

@ljenowner

Katılım Mayıs 2021
212 Takip Edilen109 Takipçiler
Dils (.◜◡◝) retweetledi
☆
@exoverxe·
absolutely loving this genre of exo birthday posts <3
☆ tweet media☆ tweet media☆ tweet media☆ tweet media
English
7
3.1K
7.3K
79.1K
Dils (.◜◡◝) retweetledi
𑣲
𑣲@ljenodaily·
“Why are you talking informally to oppa?” WHAT? OPPA?!!!😭😭😭😭😭😭 my reaction is the same as OP’s😭🧎🏻‍♀️🧎🏻‍♀️🧎🏻‍♀️
English
0
1.3K
4.9K
86.9K
Dils (.◜◡◝) retweetledi
vanilatte
vanilatte@itssoyaa_·
"Kenapa kita butuh sholat 5 kali sehari? Karena gak ada satu pun didunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati atau kuat, kecuali Allah." Such a beautiful reminder.
Indonesia
147
2.1K
7.4K
62.8K
Dils (.◜◡◝) retweetledi
Dils (.◜◡◝) retweetledi
૮ .◜◡◝ა
૮ .◜◡◝ა@captainjn23·
beneran sebangga itu sma jeno, beneran ga slh pilih bias deh. selain punya bias yg ganteng trs punya bakat segudang jeno beneran sepinter itu tau2 doi udh lulus S1 dan skrng lanjut lagi kuliah S2 di tengah kesibukan doi jdi idol. selamat ya gantengku🫶🏻
Indonesia
11
1.4K
4.1K
28.5K
Dils (.◜◡◝) retweetledi
Yogi Natasukma™
Yogi Natasukma™@SoundOfYogi·
Keseleo lidah dari "gaji hakim" ke "gaji guru" artinya dia TAHU siapa yg seharusnya dinaikin... Dia gak hanya bodoh Dia itu juga jahat
Indonesia
90
17.1K
51K
368.4K
Dils (.◜◡◝) retweetledi
bryan
bryan@menbrrr·
PERMINTAAN WNI SAAT INI SIMPLE : GANTI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN! 🙏
Indonesia
311
9.6K
28.8K
235.8K
Dils (.◜◡◝) retweetledi
willow ✮⋆˙
willow ✮⋆˙@cinnamoanrol·
bisa hidup layak itu menurut gue bare minimum, kalau ‘mimpi’ ya harus setinggi-tingginya. kalau hidup ‘layak’ aja harus jadi ‘mimpi’ berarti emang lu gagal aja menata negara sebagai presiden
Indonesia
28
13.6K
26.7K
228.2K
Dils (.◜◡◝)
Dils (.◜◡◝)@ljenowner·
seniat itu pengen rakyatnya bodoh, semua hal dilakukan asalkan gak bikin sdm kita naik kualitas dirinya. jahat bgt sumpah
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili. Di tengah rupiah Rp17.700. Di tengah badai PHK yang mengintai. Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan. Di tengah anggaran pendidikan yang dipotong 44% untuk MBG. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan: Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa. Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu: Seribu Layar Bioskop Di desa. Dari APBN. Dari uang pajak rakyat. Di 2027. Dan ini yang paling menggelikan: Alasannya mulia. Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah. Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal. Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu: Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa? Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung: 88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1. IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia. Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara. 50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis. Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan. Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak. Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang. Tapi DPR punya solusi: Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak. Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada. Bukan perpustakaan desa. Bukan laboratorium sains. Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur. Tapi bioskop. Dan ini logika yang paling sederhana: Dr. Tirta sudah bilang: rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten. Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya. Ahok sudah bilang: kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas. Mahfud MD sudah bilang: demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar. Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya. Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop. Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur. Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya. Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya. Dan ini yang paling menohok: Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan Tidak butuh bioskop. Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78. Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing. Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian. Karena bioskop tidak mengubah nasib. Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah. Dan angkanya bicara sendiri: 1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN. Uang yang sama bisa dipakai untuk: menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai. Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu. Tapi yang diusulkan adalah bioskop. DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat. DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat. Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop. Rakyat yang pintar akan tanya: kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa? Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema? Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional? Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.

Indonesia
0
0
0
4
Dils (.◜◡◝) retweetledi
bryan
bryan@menbrrr·
Sehari pasca soeharto mundur, presiden B.J. Habibie perintahkan copot prabowo dari jabatannya . Sekarang malah kalian jadiin dia presiden ☺️🙏
Indonesia
178
9.7K
40K
451.7K
Dils (.◜◡◝) retweetledi
Tan k.ia
Tan k.ia@jjkstaan2·
gw jg pengen tiap idol gw rilis album, merch langsung beli tanpa mikirin harga, dateng ke semua konsernya, beli barang yg dipake idol buat kembaran, beli barang yg idol gw jadi GA nya fitnah banget semua orang gak mau kaya raya, itu semua gak bisa di dapet klo gak banyak duit dut
Indonesia
30
6.2K
13.9K
120.2K
Dils (.◜◡◝) retweetledi
𝐌esa rest, jngn bub
𝐌esa rest, jngn bub@aetherendless·
jeno beneran ngebabat abis tipe gue. tampan, mapan, tinggi, mancung, gagah, soft spoken, berpendidikan tinggi, perkerja keras diborong semua
Indonesia
16
3.1K
9.5K
56.3K
Dils (.◜◡◝) retweetledi
æ
æ@adeldolls·
thank you mama lee, for this handsome jeno♡
æ tweet media
English
0
2.2K
5.7K
38.3K