Sekelompok pemuda pemberani menghentikan aksi menegangkan yang hampir membuat nyawa seorang ibu dan bayinya melayang.
Tangisan histeris bayi dan jeritan seorang ibu yang berlari menyelamatkan diri membuat para pemuda kaget, melihat keduanya berjuang berlari dari kejaran pria yang diduga suaminya yang memegang sebilah celurit.
Si ibu yang berlari ke arah para pemuda itu membuat si suami berhenti saat beberapa dari pemuda itu berusaha menghentikan amarahnya.
Diketahui, suami istri ini terlibat cekcok dan akhirnya memanas yang membuat suami itu hendak bertindak anarkis.
Di akhir, kemarahan mereda.
Netizen mengagumi keberanian para pemuda yang dalam situasi itu juga mereka bisa menjadi salah satu korban senjata tajam.
Semoga Tuhan melindungi ibu dan bayi itu ya
Dilema Administrasi: Persyaratan TNI yang Terbentur Konflik Batin Keluarga.
Sebuah kasus pelik menimpa seorang perempuan muda berusia 21 tahun yang terancam gagal mendaftar TNI akibat kendala administratif berupa persyaratan tanda tangan ayah kandung.
Persoalan ini berakar dari hubungan yang terputus sejak ia masih dalam kandungan (usia 2 bulan).
Berdasarkan pengakuan pihak keluarga, selama 21 tahun sang ayah tidak memberikan nafkah maupun komunikasi Konflik memuncak ketika perempuan tersebut mendatangi kediaman ayahnya hanya untuk meminta tanda tangan guna melengkapi berkas pendaftaran TNI. Namun, permintaan tersebut ditolak.
Pihak ayah kandung memberikan alasan di balik keengganannya.
Ia menyatakan sakit hati karena merasa tidak pernah dianggap sebagai seorang ayah oleh anak perempuannya tersebut. Sang ayah menegaskan, ia bersedia memberikan tanda tangan yang diperlukan, namun dengan syarat sang anak harus bersedia mengakui posisinya sebagai ayah.
Baginya, tanda tangan tersebut menjadi sia-sia jika ikatan emosional dan pengakuan sebagai orang tua tidak ada.
Di sisi lain, pihak sang anak merasa keberatan dengan syarat tersebut. Mengingat minimnya peran dan tanggung jawab yang diberikan sang ayah selama dua dekade, ia merasa sulit untuk memberikan pengakuan yang diminta.Akibat kebuntuan komunikasi dan persyaratan yang tak terpenuhi, perempuan tersebut kini menghadapi risiko kegagalan dalam mengejar cita-citanya.
Pihak desa pun enggan memproses dokumen tersebut tanpa persetujuan sang ayah, dengan alasan menghindari risiko hukum atau gugatan di kemudian hari. Kondisi Pasca Pertemuan: Upaya untuk meminta tanda tangan tersebut justru berujung pilu.
Kondisi fisik dan mental sang anak perempuan dikabarkan sangat terguncang setelah pulang dari rumah ayahnya. kondisi kesehatan yang menurun drastis akibat trauma mendalam atas penolakan tersebut.
@nelavirdiasr Oh tidak. Kalau gitu ujungnya kecewa. Saat orang itu betul2 gabisa bantu kita, kita akan reflek menyalahkan.
Baikin orang lain, orang lain akan baikin kita. Orang lain ini bukan harus orang itu, tapi siapapun...
Suamiku tau kalo pengeluaran bulan ini bakal banyak banget karena anakku harus khitan (karena kondisi medis), tiba-tiba dia bilang mau gajinya mau dipotong 500 sebelum tf ke aku karena mau benerin motor buat kerja.
Bukannya ngga ikhlas, tapi ngga cukup, aku detailin lah,
Gaji 5.3
100 = wifi
2.500 = (khitan + konsumsi tamu)
1.700 = (ART, pake art karena dua”nya kerja gaada yg ngerawat anak)
800 = (transport + makan suami pas kerja dan ini kurang)
Aku kebagian apa?, hikmahnya aja
Suami ga mau tau mau gajinya cukup / engga pokoknya uang makan & transportnya mesti aman gaboleh kurang.
Aku kerja sih, cuman jadi mempertanyakan dimana letak nafkah itu?
Setelah aku sampaikan ke suami itungannya tadi, dia bilang kok ngitungnya gitu?, kalo gitu kamu resign aja gausa kerja sekalian
Karena mungkin dia kira penghasilanku ngga diitung ya buat pengeluaran, padahal uang pampers, belanja, susu, makan, listrik dll pake uangku
Gimana ya cara ngasi taunya
cc:threadovtbelle
@KapudS640 Bersyukurlah kita jika dapat laki2 yang tidak patriarki. Laki saya bisa mengerjakan semua krn dia mikirnya "istri saya bisa kerja sama sprti saya, maka saya hrs bisa urus anak dan rumah seperti dia"
Jengukin teman yg abis lahiran.
Sampai sana rumahnya rapih,
cucian baju terjemur, piring kotor kosong,
dan dia sempat²nya masak buat nyambut aku.
Padahal dia gak punya art apalagi nanny.
Fyi dia punya toddler kembar dan baby yg wew
nangiss mulu, reweeel bgt
Kita ngobrol², Sampai titik dimana gue
gak bisa nahan mulut gue untuk tanya
'Are u okay? kamu butuh apa?',
Seketika tangisan temen gue pecah Nangis, meluk gue lama
Akhirnya dia bilang..
'aku capek,aku butuh istirahat'
Semua aku yg urus. Mandiin anak², suapin, masak, nyuci, nyapu, suami pulang dia minta makan aku ambilin nasinya, dia ngeluh pegel aku pijitin, kl si bayi pup di saat aku lg nyuci piringnya tetap dia nunggu aku yg bilas.
Malam dia tidur nyenyak, aku kebangun berkali² gak tega bangunin dia yg besok paginya kerja nyari nafkah untukku dan anak², subuh aku bangun nyiapin baju kerjanya dan setiap hari kayak gini
Seketika gue ikutan nangis,Paham bgt jadi diri dia.
Punya laki patriaki dan gak peka tuh pegel nya melebihi punya bayi kembar 5.
Gue ulangi PEGGEEELLL punya laki begitu
cc:threadadasetiktik
Seorang Remaja ditemukan MD disebuah rumah pada Minggu siang (24/05) di Kp. Cikawung Desa Ciramagirang Kec. Cikalongkulon (Perbatasan dgn Ciramahilir Kec. Maniis) diduga diracun setelah diperkosa oleh bapak tirinya bernama oman.
Ibu kandung korban saat ini sedang bekerja diluar negeri.
Pelaku saat ini telah kabur serta diduga membawa kabur HP korban.
Saat ini korban telah dibawa oleh tim INAFIS Polres Cianjur untuk diotopsi dan pelaku dalam pengejaran.
Salah ga gue chat begini di group kost?
Jujur selama ini gue ga pernah bersuara,
tapi kali ini gue udah MUAK banget
Mau simpan makanan jadi ga bisaaa.
cc:threadigawiina
@Netizen_bawel Pak kamu meninggoy dgn seburuk buruknya azab pak... Ibu guru diberhentikan aja, sudah tdk cocok dgn citra guru, drpd jadi contoh yg tdk baik
Kronologi Kepsek di Tulungagung Meninggal Saat Selingkuh dengan Guru SD di Hotel.
Seorang kepala sekolah (kepsek) berinisial S (50) meninggal di salah satu hotel di Trenggalek.
S menginap di hotel bersama guru SD perempuan, MSR (39), yang saat ini menjadi saksi dalam kejadian tersebut. Kronologi kejadian S dan MSR diketahui berdinas di sekolah yang sama, kemudian pergi ke sebuah hotel di Trenggalek pada Selasa pagi.
Kemudian kedua pasangan bukan suami istri ini tidur bersama di kamar hotel. Selang beberapa jam, MSR melaporkan ke pihak hotel bahwa S tidak sadarkan diri dan sempat diberikan bantuan napas buatan.
Namun nyawa S tidak tertolong, hingga kejadian ini pun dilaporkan ke kepolisian. Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino mengatakan petugas langsung mendatangi lokasi kejadian setelah mendapat laporan. Pakaian dari korban dan pelaku diamankan untuk menjadi bahan pemeriksaan. Berdasarkan keterangan MSR, korban tidak mengkonsumsi 0bat kuat saat berhubungan badan.
"Saat di kamar tersebut, lebih kurang pukul 8.30 WIB, korban mengalami sesak nafas saat berhubungan badan, lalu tiba-tiba seperti tertidur tapi dibangunkan tidak bangun," terang dia.
Kasus kematian kepala sekolah di kamar hotel ini terbongkar, diduga ada unsur perselingkuhan antara S dan MSR. Keduanya berstatus pegawai negeri dan sama-sama sudah berkeluarga.
Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikpora Tulungagung, Muhammad Ardian Candra mengatakan, kasus ini menjadi sorotan Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo karena Kepala Sekolah yang meningal berstatus ASN, sedangkan guru SD berstatus Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pihaknya memberikan sanksi kepada MSR dengan memberhentikan sementara dan tidak diperbolehkan mengajar guru SD tersebut. "Untuk sementara ditempatkan di UPT sampai ada putusan sanksinya," terang Muhammad Ardian Candra. Bupati Tulungagung membenarkan bahwa MSR tidak akan mengajar sementara waktu. Larangan mengajar bagi MSR tersebut agar tidak terjadi gejolak di masyarakat.