Olirrr

948 posts

Olirrr banner
Olirrr

Olirrr

@lotgusv

Katılım Nisan 2024
39 Takip Edilen2 Takipçiler
Olirrr
Olirrr@lotgusv·
Ramee bgt anjir protect dulu
Indonesia
0
0
0
6
Olirrr
Olirrr@lotgusv·
Yg satu harusnya perbaikin pola asuh anak, yg satu harusnya stop kontenin anaknya berlebihian. Tapi sekali lagi ortu gila enjejment malah diajak main bareng, jadilah konten kayak gini viralll makin gede enjejment apalah arti anak kesakitan digigit yg penting apa? VIRALLLL
Indonesia
1
6
985
29.3K
Olirrr
Olirrr@lotgusv·
Jyujyur maloeeee
हिन्दी
0
0
0
24
Olirrr retweetledi
Info Jateng
Info Jateng@Jateng_Twit·
Salam Hormat Setinggi-tingginya untuk seluruh Tim SAR Gabungan 🙏🏼 12 jam tanpa henti Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur Kami turut berduka atas kejadian ini Semoga para korban selamat dapat kembali pulih sehat dan korban yang MD keluarganya diberi ketabahan dan kesabaran Terimakasih untuk seluruh Tim SAR Gabungan atas kerjasama dan partisipasinya Bagi masyarakat yang membutuhkan evakuasi pertolongan dapat menghubungi Basarnas di call center 115 (gratis) Avignam Jagat Samagram We Are Family Kita semua adalah Penolong!. Source : Joshua_banjarnahor_
Indonesia
92
6.6K
24.8K
653.9K
Olirrr
Olirrr@lotgusv·
Haaa dulu pas masih ngantor di setiabudi jg sering liat wna dengan perawakan timur tengah suka wara wiri di sekitar gedung MD, sempet mikir apa deket situ ada embassy nya tapi ngga ah.. ternyata mereka refugee dan baru tau ini sampe bikin tenda juga buset
Rico Kusanagi@RicoKusanag1

@tuisney Gw tinggal di daerah setiabudi, emang iya tiap hari selalu ada wna homeless yg bikin tenda di trotoar jalan. Lokasi nya deket gedung MD tower. Dan gw bingungnya ada orang dagang di trotoar malah diusir dishub, tapi ada WNA bikin tenda di trotoar malah didiemin

Indonesia
0
0
0
83
Olirrr retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Empat syarat Kartini sebelum (terpaksa) mau dipoligami: 1. Boleh mendirikan sekolah & mengajar untuk putri di Rembang, melanjutkan cita-citanya memajukan pendidikan perempuan. 2. Penolakan adat feodal dalam upacara pernikahan: tidak mau berjalan jongkok di belakang suami, tidak berlutut, tidak menyembah/mencium kaki suami. 3. Kesetaraan bahasa: berbicara dengan suami menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari setara), bukan Krama Inggil (bahasa hormat yang menunjukkan hierarki istri lebih rendah). 4. Boleh membawa ahli ukir dari Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerajinan secara komersial sebagai kegiatan ekonomi perempuan. Semua syarat ini (sangat progresif & radikal pada masa itu) dipenuhi oleh calon suaminya, Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat. Kartini melihat poligami sebagai bentuk penindasan terbesar terhadap perempuan. Ia menyaksikan langsung penderitaan ibunya, Ngasirah, yang dimadu oleh ayahnya. Dalam surat-suratnya, ia menulis dengan getir bahwa tak ada perempuan yang bahagia dimadu, & laki-laki yang memadu kehilangan kehormatan. Poligami dianggapnya sebagai "dosa" yang membuat perempuan menjadi saingan dan korban, sementara laki-laki bebas. Ia juga menolak pernikahan paksa dengan orang asing yang belum dikenal, karena cinta sejati harus dimulai dari rasa hormat, bukan paksaan adat. Namun, pada 1903, Kartini di usia 24 tahun (dianggap perawan tua yang memalukan keluarga ningrat pada masa itu) terpaksa menikah dengan Raden Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang yang jauh lebih tua (~25 tahun) & sudah punya 3 istri (salah satunya baru meninggal) karena tekanan budaya feodal priyayi pada masa itu & karena ayahnya, R.M. Adipati Ario Sosroningrat, sakit serta terus "dibully" teman-temannya karena anak perempuannya belum menikah. “Saya telah berjuang, bergulat, menderita, dan saya tidak dapat menjadikan nasib celaka Ayah, dan dengan demikian membawa bencana bagi semua yang saya cintai." (Surat Kartini kepada Abendanon, 14 Juli 1903) Meski seumur hidup menentang poligami & pernikahan paksa, Kartini terpaksa mengalahkan idealismenya, terpaksa menanggalkan egoismenya, serta harus berkompromi dengan realitas sosial feodal Jawa demi menjaga kehormatan ayah & keluarga yang dicintainya. Tekanan budaya feodal & partriarkis kelas priyayi pada masa itu terlalu kuat & ketat, di mana poligami & pernikahan paksa merupakan norma adat (diperkuat ajaran agama), sehingga meskipun Kartini sempat menolak keras, beliau kalah, beliau akhirnya terpaksa menerima pernikahan poligami itu. Kartini tetap melanjutkan perjuangan emansipasi & pendidikan perempuan dari dalam pernikahan, meski hanya berlangsung singkat karena beliau wafat 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya pada pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Penyebab utama kematiannya adalah komplikasi persalinan, diduga akibat preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat memicu kejang dan kegagalan organ). Tragedi ini sangat ironis karena Kartini baru saja mulai mewujudkan cita-citanya setelah menikah, yang salah satu visinya tentu saja untuk meningkatkan akses kesehatan yang lebih baik bagi perempuan, khususnya kesehatan reproduksi & maternal (masa kehamilan, persalinan, & pasca melahirkan). Alfatihah untuk Ibu Kartini, damai di surga 🌹🌷🌼💐🌺🌸🪻
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Merayakan Kartini Secara Radikal Kita telah melampaui era memperingati hari Kartini dengan hanya melihat sosok tubuhnya dan memaknainya cukup sebatas busana kebaya, lomba memasak atau menyanyikan lagunya. Peringatan hari Kartini yang demikian menumpulkan pemikiran. Sebab Kartini tidak pantas hanya dinilai dari sosok tubuhnya semata melainkan ide-ide brilian yang lahir dari otaknya yang cemerlang tentang kesetaraan dan kebebasan perempuan, justru inilah yang harus kita rayakan. Jadi hendaknya kebaya Kartini disimbolkan sebagai pembebasan perempuan, bukan ornamen tubuh semata, namun untuk merangsang kegairahan pemikiran melawan dominasi. Segala bentuk dominasi seperti penjajahan, pembodohan, pengekangan agama, dan tradisi serta penindasan perempuan. Sebab Kartini perempuan Jawa yang hidup di abad ke-19 telah memikirkan semua itu dan menuangkannya dalam bentuk tulisan yang dimuat di buku “Habis Gelap, Terbitlah Terang” (HGTT). Kartini mengungkapkan kegeramannya pada tradisi yang mengekang anak perempuan termasuk dirinya yang “dipingit” dari umur 12 hingga 16 tahun.    "Teringat aku, betapa aku, oleh karena putus asa dan sedih hati yang tiada terhingga, lalu mengempaskan badanku berulang-ulang kepada pintu yang senantiasa tertutup itu, dan kepada dinding batu bengis itu." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:30). Perang melawan kebodohan dipahaminya sebagai cara untuk membawa bangsa Bumiputra maju dan keluar dari penjajahan. "Pemerintah tiada akan sanggup menyediakan nasi di piring bagi segala orang Jawa, akan dimakannya, tetapi Pemerintah dapat memberikan daya upaya, supaya orang Jawa itu dapat mencapai tempat makanan itu ada. Daya upaya itu ialah pengajaran. Memberi anak negeri pengajaran yang baik, sama halnya seolah-olah Pemerintah menyerahkan suluh ke dalam tangannya, supaya dapat ia sendiri mencari jalan yang benar, yang menuju ke tempat nasi itu. Bapak akan berusaha sekuat tenaganya akan mengajukan anak negeri, dan aku pun akan turut membantunya." (12 Januari 1900, HGTT, 2009:34). Sikapnya menentang poligami sangat jelas. Kadang Ia menganggap bahwa perkawinan itu menindas dan bukan membahagiakan. "Mengertikah engkau sekarang apakah sebabnya maka sangat besar benciku akan perkawinan? Kerja serendah-rendahnya maulah aku mengerjakannya dengan berbesar hati dan dengan sungguh-sungguh, asalkan aku tiada kawin, dan aku bebas." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:29). Pemikiran Kartini tentang agama termasuk permikiran yang moderat dan toleran. "...sebenarnya agamaku agama Islam, hanya karena nenek moyangku beragama Islam... Orang diajar di sini membaca Qur’an tetapi yang dibacanya itu tiada ia mengerti. Pikiranku, pekerjaan gilakah pekerjaan semacam itu. Sekalipun tiada jadi orang saleh, kan boleh juga orang jadi orang baik hati.." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:31). "Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu?" (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:31). Kartini memang tidak pernah terlibat dalam sebuah pergerakan apalagi mengorganisir sebuah protes di lapangan. Bentuk protes yang ia lakukan hanyalah lewat tulisan-tulisannya yang mencoba memahami apa yang terjadi di lingkungannya. Tulisan-tulisannya tidak dituangkan ke dalam bahasa Melayu atau Jawa melainkan ke dalam bahasa Belanda dan ditujukan kepada teman Belandanya di Belanda.  Apakah karena Kartini menyadari tulisan-tulisannya tidak akan ditanggapi bila ia menggugat masyarakatnya secara langsung?  Atau bahkan dapat membahayakan dirinya bila pemikirannya diketahui oleh masyarakatnya sendiri? Semangat Kartini pada zamannya adalah semangat yang juga dirasakan oleh sebagian perempuan pada zaman itu. Beberapa pemikir perempuan lainnya seperti Dewi Sartika juga memiliki pemikiran yang maju tentang hak-hak perempuan, dengan nyata membuat sekolah di tahun 1904 yang disebut dengan “Sekolah Istri”. Kartini memang bukan sekedar kebaya. Tapi makna kebaya Kartini hendaknya diinterpretasikan secara kritis. Pemikiran Kartini masih terus harus direnda agar “kebaya” itu menjadi sempurna. Merenda pemikiran Kartini di segala ruang dan sudut bangsa, menjadikan bangsa kritis yang menghargai kesetaraan. --- Satu lagi cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari @jurnalperempuan, yang ditulis oleh Gadis Arivia. Selamat Hari Kartini 21 April 1879–17 September 1904 Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜 (Link artikel lengkap di utas berikutnya)

Indonesia
59
6.5K
18K
1.3M
Olirrr
Olirrr@lotgusv·
Malesssss
Español
0
0
0
17
Olirrr
Olirrr@lotgusv·
Goblog
CY
0
0
0
18
Olirrr
Olirrr@lotgusv·
@clxirejoan @moviemnfs Gila samaa padahal cerita francesca ini favorite gw bgt di buku nya, makanya gw paling nungguin cerita dia, lah pas keluar kok malah ke gini anjir
Indonesia
0
0
14
4.1K
claireu._.u | saw yunho (again)
@moviemnfs gue tuh dari awal udah kesel ya soalnya michael malah gender swap. gue benci benci benci bgt kao diubahnya tuh maksa bgt ajg semua semuanyaaja lu ubah. kenapa ga skalia gregory di recast pake iqbaal ajg males bgt. pantesan aja regen males ama tim produksinya. monyet.
Indonesia
43
276
2.3K
62.8K
CHECK PINNED - mupi
CHECK PINNED - mupi@moviemnfs·
MVS KESEL BANGET WEEHH!!! NUNGGUIN SEASON ELOISE UDAH DARI KAPAN TAU MALAH YANG DIDULUIN SI FRANCESCA!!! 😭😭😭
CHECK PINNED - mupi tweet media
Indonesia
805
224
2.6K
408.2K
Olirrr
Olirrr@lotgusv·
Ga seruwwww
Indonesia
0
0
0
40
Olirrr
Olirrr@lotgusv·
I just want to kms i wanna die so bad
English
0
0
0
60
Olirrr
Olirrr@lotgusv·
Semakin bertambah umur semakin kuat keinginan buat bundir
Indonesia
0
0
0
22