szana

2.8K posts

szana banner
szana

szana

@lovienza

God’s Plan Is Always More Beautiful Than Our Desire.

Katılım Ağustos 2020
132 Takip Edilen120 Takipçiler
szana retweetledi
Sora 🐼
Sora 🐼@RafayelSunda·
W pernah ngetik di WA sayangnya gada arsip dah intinya tuh menurut w "Orang-orang militer akan selalu membenci kelompok akademik karena pendidikan mengarahkan mu pada kebebasan dan perlawanan. Sedangkan mereka menyukai kepatuhan dan tunduk pada kekuasan"
Meutia Faradilla@meutiafaradilla

Beneran kan. Of course he wouldn't say anything. He hates academician. He hates it to his bone. He doesn't care at all about our educational system. Not an ounce.

Indonesia
31
6.4K
17.7K
170.6K
szana retweetledi
❀
@xoxoceles·
❀ tweet media
ZXX
10
10.8K
46.3K
334.1K
UNSOEDFESS | BASE UNSOED
open kamar kos/kost cewe untuk juni fasilitas full furniture + km luar (ada 2), fasil umum: dapur, kulkas, jemuran lt 2, parkiran luas, jam malam bebas, free listrik + wifi (kenceng karna cuma 5 org), lokasi di perum BAI dan harga 585/bulan yang minat boleh reply 💛
Indonesia
5
1
2
1.7K
diva
diva@diivamilan·
@unsoedmfs aku adaa 5,5jt/th kamar mandi luar, kasur ada dipan, lemari ada, meja belajar ada kaca, dapur bersama, kulkas bersama, free listrik & wifi 8,5jt/th sama tapi ini kamar mandi dalam, kost baruuu, siap launching juni/juli tapi bisa booking mulai dari sekarang! detailnya pc ajaa
Indonesia
2
0
0
33
UNSOEDFESS | BASE UNSOED
info kos buat bulan juni/juli dongg khusus cewe, prefer area kampus belakang, kamar mandi luar ga masalah, include listrik/wifi, yang range 6-5 jt/tahun PLIS NEED BANGET JENDS!
Indonesia
4
0
1
981
szana retweetledi
TidʏĐ
TidʏĐ@tidydls·
@airplanestar_ QRIS Tcahaya Asia QRIS Pelindung Asia QRIS Pemimpin Asia
Indonesia
12
433
3.6K
60.7K
szana retweetledi
English Menfess by Jeya
English Menfess by Jeya@english_menfess·
(EN) translatenya “milikmu” itu bener Yours kan? Tapi kenapa i never was? 💔
Indonesia
589
5.2K
33.5K
784.1K
szana retweetledi
🥀
🥀@boxxtoc·
— setan, cuma ngasih arahan ngelakuin A — manusia, malah improvisasi ngelakuin ABCD
🥀 tweet media
Indonesia
176
5.9K
27.5K
292.5K
szana retweetledi
Christa Sydney
Christa Sydney@christasyd·
Fakta bahwa orang Indonesia di tahun 2026 bisa menyepelekan perjuangan revolusioner Kartini yang membuatnya diberi gelar pahlawan dan mereduksinya hanya menulis surat saja seharusnya bisa membuka mata kita tentang parahnya ketimpangan gender di masa Kartini.
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Kartini dipermasalahkan karena menjadi istri keempat. Kartini dipermasalahkan karena Jawa. Kartini dipermasalahkan karena hanya menulis surat-surat kepada seorang perempuan Belanda. Kartini dipermasalahkan karena tidak berjuang memegang pedang seperti Cut Nyak Dien dan Kristina Martatiahahu, atau membuat sekolah seperti Dewi Sartika, atau menerbitkan koran seperti Roehana Koedoes. Apakah kita pernah berdebat tentang Pangeran Diponegoro dan Teuku Umar terutama siapa yang paling pantas disebut pahlawan? Apakah kita pernah memperdebatkan mereka karena suku atau tipe perjuangan yang melekat pada mereka? Sejarah dipenuhi berbagai tokoh laki-laki. Pahlawan bangsa dikerubuti oleh laki-laki. Foto-foto pahlawan kita di sekolah-sekolah dipenuhi oleh foto laki-laki. Tetapi kita tak pernah memperdebatkan tokoh-tokoh itu satu dengan lainnya. Apa yang terjadi pada tokoh-tokoh perjuangan perempuan, pada setiap Hari Kartini: dipermasalahkan, diperdebatkan. Apakah kita tahu bahwa Kartini adalah anak perempuan yang dinikahi di usia belia, yang reproduksinya belum sempurna, dan mengalami kematian saat melahirkan? Tahukah bahwa masa itu menjadi seorang perempuan Jawa itu lebih mengerikan daripada menjadi seorang perempuan Minangkabau? Atau tahukah bahwa menjadi seorang perempuan bangsawan Jawa di masa feodal-konial abad ke-19 adalah tidak lebih baik daripada menjadi perempuan rakyat jelata ketika bicara soal kebebasan diri? Tahukah bahwa menjadi seorang kutu buku seperti Kartini, dengan wawasannya yang mendunia itu, dia tak bisa berbuat apa-apa karena posisinya waktu itu? Kartini ibarat hidup dalam penjara. Sebagaimana tahanan penjara politik macam Pramoedya Ananta Toer, Kartini hanya bisa melawan dengan menulis. Menulis surat adalah salah satu cara supaya pemikiran-pemikirannya tentang pembebasan didengar. Kartini bersuara lewat surat-surat, sebagaimana orang-orang tahanan politik yang dipenjara. Penyiksaan yang dialaminya adalah bagaimana kebahagiaan intelektualnya dipenggal. Bagaimana kecerdasannya dikerdilkan, karena dia seorang anak perempuan Jawa yang bangsawan, yang dipelihara di penjara bertembok keraton dan diharuskan berjalan dengan sangat pelan atau berjongkok-jongkok kepada yang lebih tua, atau bahkan kepada saudara laki-lakinya sendiri. Kartini sedemikian dibatasi karena dia seorang perempuan Jawa. Kartini demikian karena ia ingin menjaga Bapaknya. Bapaknya adalah pengantar kebebasannya pada apa yang disebut buku atau bacaan, wawasan, dan pendidikan. Kartini mengungkapkan ketakutannya yang amat sangat dalam hal poligami, dimana Hukum Islam mengijinkan laki-laki kawin dengan empat perempuan. Dan masa menikah inilah yang paling dibencinya. Apa yang dibencinya adalah ketika tradisi Islam bercampur dengan Jawa, bahwa Jawa mengharuskan anak gadis menikah dengan laki-laki yang dipilihkan ayahnya, dan Islam membolehkan laki-laki berpoligami. Kartini tidak punya pilihan apa-apa dan merasa perkawinan akan membunuh dia sedalam-dalamnya dan memang masa itu pun terjadi. “Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah bisa mencintai. Bagiku, untuk mencitai, pertama kali kita harus bisa menghargai pasangan kita. Dan itu tidak kudapatkan dari seorang pemuda Jawa. Bagaimana aku bisa menghargai seorang laki-laki yang sudah menikah dan sudah menjadi seorang Ayah hanya karena dia sudah bosan dengan yang lama, dapat membawa perempuan lain ke rumah dan mengawininya? Ini sah menurut hukum Islam. Kalau seperti ini, siapa yang tidak mau melakukannya? Mengapa tidak? Ini bukan kesalahan, tindak kejahatan ataupun skandal; Hukum Islam mengizinkan laki-laki beristri empat sekaligus. Meski banyak orang mengatakan ini bukan dosa, tetapi aku, selama-lamanya akan tetap menganggap ini sebagai sebuah dosa. Bagiku semua benih perbuatan yang menyakitkan orang lain (termasuk menyakiti hewan) adalah dosa. Bisa kau bayangkan derita seorang istri yang melihat suaminya pulang membawa perempuan lain yang kemudan harus diakuinya sebagai istri sah suaminya? Sebagai saingannya? Jika demikian, suami itu bisa ‘membunuh’ istrinya... Mustahil rasanya sang suami memberi kebebasan padanya!” Kartini lahir sebagai feminis bukan dilahirkan dari teori-teori feminisme, karena seorang feminis adalah dilahirkan, bukan diciptakan. Kartini dan pikirannya bukan sesuatu yang terpisah, atau tidak memisahkan antara pengalaman dengan persepsi, pengalaman dengan diskursus. --- Tulisan di atas adalah cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari mbak @marianamiruddin yang versi lengkapnya bisa dibaca di web @jurnalperempuan. Selamat Hari Kartini 21 April 1879–17 September 1904 Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜

Indonesia
19
879
3.1K
61K
szana retweetledi
dapᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ
dapᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ@moonlightfoxs·
kalau borosnya gabisa diilangin, tambahin aja rejekinya ya Allah
Indonesia
142
30.9K
72.4K
785K
szana retweetledi
Firza
Firza@firzadwp·
Seandainya baca jurnal seseru baca AU
Indonesia
469
35.2K
86.5K
1.3M
szana retweetledi
szana retweetledi
k
k@CYAN1DEALMOND·
hidup perempuan yang melawan tapi gue pengen juga hidup aman tanpa terus terusan melawan
Indonesia
31
38.6K
81K
826.7K
szana retweetledi
Wickedbunnies
Wickedbunnies@wickedbunnies·
Donor sperma doang aja belagu. Produksa produksi. Lo pikir proses 3 tahun mulai hamil, melahirkan & menyusui segampang crot tytyd mikro lo ape?
Mas_Jawul@JawulMas

@selenouir Apakah kamu sanggup produksi 10 anak? 😇

Indonesia
9
973
6.6K
75.8K
szana retweetledi
Rifka Annisa Women's Crisis Center
Mungkin di depan semua keliatan baik-baik aja, sampai kita tahu cerita aslinya. Sampai kita tahu, ternyata banyak yang lagi berjuang diam-diam. Sampai kita benar-benar tahu, teman kita sehat dan bahagia.
Rifka Annisa Women's Crisis Center tweet media
Indonesia
107
26.6K
47.5K
561.7K