Lutfi Dinandra retweetledi
Lutfi Dinandra
10.8K posts

Lutfi Dinandra retweetledi

Hari ini, saya bertolak ke beberapa wilayah di Pulau Sumatra untuk meninjau langsung penanganan banjir dan tanah longsor, dimulai dari Tapanuli Tengah, berlanjut ke Kutacane, dan diakhiri di Padang Pariaman.
Di Tapanuli Tengah, saya memeriksa langsung proses evakuasi dan penyaluran bantuan mendesak. Distribusi bahan pangan, BBM, serta pemulihan listrik dan layanan dasar terus diperluas hingga desa-desa yang sempat terputus akses darat. Dukungan logistik diperkuat melalui pesawat Hercules, helikopter, serta kapal besar yang telah merapat di Pelabuhan Sibolga.
Selanjutnya di Kutacane, Aceh Tenggara, saya memimpin koordinasi penanganan darurat dan pemulihan awal. Prioritas mencakup normalisasi aliran sungai, percepatan pemulihan jembatan antardesa yang terputus, serta pendataan kebutuhan warga agar bantuan menjangkau seluruh titik terdampak. Perbaikan fasilitas publik dan sekolah desa juga segera ditindaklanjuti sesuai SOP.
Tinjauan terakhir saya lakukan di Padang Pariaman. Di sana, saya memeriksa operasional dapur umum, posko pengungsian, dan layanan kesehatan warga. Pemulihan jaringan listrik, distribusi BBM dan air bersih, serta rekonstruksi akses jalan dan jembatan rusak menjadi fokus utama agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepatnya.
Saya mengapresiasi kekompakan dan kedisiplinan kerja BNPB, TNI, Polri, Kementerian PU, serta pemerintah daerah. Namun, di atas itu semua, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih.
Di masa pemulihan ini, pemerintah akan terus hadir, mengawal rekonstruksi seluruh infrastruktur terdampak, mempercepat pemulihan energi dan layanan dasar, serta memastikan bantuan tersalurkan secara tepat guna bagi seluruh warga.
Rangkaian Kunjungan Lapangan di Tapanuli Tengah, Kutacane, dan Padang Pariaman
1 Desember 2025




Indonesia
Lutfi Dinandra retweetledi
Lutfi Dinandra retweetledi

Kenapa Salafi Wahabi dipermasalahkan?
Salafi Wahabi itu ibadahnya kenceng Lho, Sholatnya berjamaah, Kajian-kajian keislamaannya tidak mengajarkan kekerasan Kok dipermasalahkan?
Begini, soal Amaliyah Ubudiyah Salafi Wahabi tidak ada masalah, silahkan saja, kami tidak pernah mengutak atik Amaliyah Ubudiyah mereka. Sama sekali tidak pernah, apalagi soal nuansa cara berpakaian mereka, mau pake celana tiga perempat silahkan saja.
Kita berangkat dari konsensus bersama dahulu, bahwa Indonesia adalah bangsa yang plural, dan keberagamaan adalah keniscayaan, maka sikap toleran harus dirawat betul, oleh siapapun kita dan dimanapun kita, juga kita harus bersepakat bersama bahwa rukun damai bangsa ini adalah karena satu semangat besar yang sudah dicetuskan oleh para pendiri bangsa yakni “Bhineka Tunggal Ika”.
Lalu apa hubunganya dengan Salafi Wahabi?
Ini yang kemudian kita permasalahkan, banyak ceramah ideolog-ideolog mereka yang tidak pada semangat kebangsaan yang kita inginkan bersama, baik soal toleransi dan menghormati yang tak seiman, maupun pada semangat merawat nilai-nilai luhur kebangsaan kita, bahkan ada yang sampai pada bersepakat untuk sistem lain atas bangsa ini, yakni tegaknya Daulah Islamiyah.
Soal bagaimana merekomendasikan pada jamaahnya untuk anaknya tidak ikut menyanyikan lagu Indonesia raya, hormat kepada bendera merah putih dengan alasan-alasan hukum yuridis Islam mereka yang sangat tekstual dan eklusif, mengharamkan Pajak, sampai kepada Hari Ibu adalah harinya orang Nasrani, cukup? Belum, bahkan ada Idelog mereka yang meminta untuk mengubah nama-nama Sri, Wisnu dengan alasan adalah dia Nama-nama Dewa Hindu.
Juga pada semangat-semangat ingin membumi hanguskan Legacy luhur adat budaya moyang kita, Wayang dipersoalkan, ritual-ritual adat keagamaan disalahkan, akibatnya? Ini yang sangat ditakutkan, pengikutnya akan beragama dengan semangat eklusifitas dan intoleran yang berbahaya bagi semangat keberagaman dan kerukunan di bangsa kita yang plural.
Sudah ada tindakan-tindakan anarkis akibat doktri-doktrin ideolog mereka, merusak tempat acara sedekah laut di Bantul, kasus Sesajen yang ditendang di Lumajang, itu yang terpotret, yang tidak? Sekali lagi, Ideologi Salafi Wahabi beramasalah pada nila--nilai intoleransi dan berbahaya pada nilai sikap kebangsaan, ingat, Radikalisme keagamaan dimulai dari sikap-sikap Intoleran, yang nanti akan melahirkan monster yang bernama Terorisme, lalu ada pertanyaan, apa hubungannya Salafi Wahabi dengan terorisme? Data BNPT tahun 2021 menyebutkan para Napi Teroris itu berpaham Salafi Wahabi. Masih Denial? Sekian, terimakasih.

Indonesia

Denny caknan vs nada asmara 😅😅 @ LINC Photography instagram.com/p/CipzwMpvKbbG…
Semarang Utara 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia

Latian yang giat lagi ya kakak kakak. instagram.com/p/CiVc_HvvgxFo…
Indonesia

Itu gak sengaja bebs
Nada Adzhani@Adzhaninada
Apa ini, buka bagasi kok ada stik golf. Ini niihh!! Lebih baik minta maaf daripada minta ijin 😒😒
Indonesia

Lutfi Dinandra retweetledi
Lutfi Dinandra retweetledi
Lutfi Dinandra retweetledi
Lutfi Dinandra retweetledi

"Sekarang ini pemerintah ada wacana belum keputusan, belum keputusan, wacana bagaimana tentang new normal itu," kata Mahfud. #NewNormal #MahfudMd #Echobox=1590487848" target="_blank" rel="nofollow noopener">news.detik.com/berita/d-50291…
Indonesia







