et
581 posts






Di BSD, terdapat contoh segregasi ekstrem antara masyarakat Dalam Tembok dengan masyarakat Luar Tembok. Ada perkampungan besar *di dalam* area perumahan cluster. Untuk masuk kampung, kita harus melewati suatu terowongan bawah tanah. Setelah berpetualang melewati terowongan bawah tanah dan koridor-koridor panjang yang diapit tembok beton tinggi seperti di Palestina, kita akan bertemu dengan sebuah perkampungan besar yang terkepung tembok. Perkampungan itu padat dengan rumah, penduduk, sekolah, warteg, toko, balai, mobil warga, truk pickup, kebun, masjid, dan unit layanan kesehatan. Perkampungan ini telah berhasil disembunyikan dengan baik dengan pepohonan, naikan tanah, dll. Di luar tembok, di sekeliling perkampungan yang ditembok, rumah-rumah suburban berjajar rapi seolah tidak ada apa apa. Yang ironis, situasi segregasi di BSD ini sebenarnya adalah salah satu yang paling "adem" dalam penanganannya. Setidaknya, jika dibandingkan dengan megaproyek di pantai di utaranya. Yang itu jauh lebih ekstrem daripada BSD. Dibandingkan itu, sistem terowongan di BSD ternyata malah termasuk bagus.



Utang Pemerintah hampir tembus Rp10.000 Triliun! Per akhir Maret 2026, utang Pemerintah RI resmi menyentuh angka Rp9.920,42 triliun. Menkeu Purbaya menyatakan bahwa jumlah utang ini masih aman di 40,75% dari PDB

santai banget sih kalian~ Rp17.416👀🚨

The revolution isn't over yet. The world of LA CASA DE PAPEL continues...



Pemerintah Siapkan Aturan Tenor KPR Menjadi 40 Tahun



Peneliti dari Universitas Brawijaya, Rosalina Ariesta Laeliocattleya, berhasil 'sulap' limbah rambut jagung jadi sunscreen SPF 50. Photo: Santi/Lentera

Indra Jaya Laksana diadopsi secara ilegal ke Belanda saat masih bayi. Pada 2023, dia mencari ibu kandungnya ke Indonesia. Namun, ibunya sudah tiada. Indra kini ingin menjadi WNI, tapi jalannya tidak mudah. "Kami tidak pernah memilih untuk kehilangan status WNI," kata Indra.




















