.
1.1K posts


🎤 Eurovision Boycotts in History
Countries that withdrew because they didn’t want another country to participate:
1969 🇦🇹 Austria boycotts over Spain 🇪🇸
1975 🇬🇷 Greece boycotts over Turkey 🇹🇷
1976 🇹🇷 Turkey boycotts over Greece 🇬🇷
1979 🇹🇷 Turkey boycotts over Israel 🇮🇱
1981 🇲🇦 Morocco boycotts over Israel 🇮🇱
2012 🇦🇲 Armenia boycotts over Azerbaijan 🇦🇿
2026 🇳🇱 Netherlands boycotts over Israel 🇮🇱
2026 🇮🇸 Iceland boycotts over Israel 🇮🇱
2026 🇪🇸 Spain boycotts over Israel 🇮🇱
2026 🇮🇪 Ireland boycotts over Israel 🇮🇱
2026 🇸🇮 Slovenia boycotts over Israel 🇮🇱
English
. retweetledi

18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
Indonesia

@karirfess Kebetulan dirumah pasang panel surya. Bokap emang engineering jd bikin sendiri.
Pros nya kalo tinggal di kabupaten, masi sering mati lampu, tp rumah kami nyala sendiri. Tagihan listrik berkurang 25%
Cons nya maintenance nya emang lumayan. Tp sedikit terbantu karena bikin sendiri
Indonesia

“Indonesia negara tropis, matahari melimpah. Tapi kenapa PLTS atap belum jadi standar rumah?”
Pertanyaan ini sering muncul, terutama ketika tren energi terbarukan makin ramai. Di atas kertas, potensinya besar.
Namun di lapangan, realisasinya belum sejalan.
Berikut gambaran utuhnya berdasarkan kondisi terbaru 2026👇

Indonesia
. retweetledi

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat menyerukan kepada sekelompok negara, termasuk negara-negara Eropa, Korea Selatan, Jepang, Brasil, Australia, dan Kanada untuk bersatu dan berdiri bersama guna mencapai kemandirian tanpa Amerika Serikat.
"Dengan agenda seperti itu, yang dianut oleh Korea Selatan, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya, Kanada, Jepang, India, Brasil, Australia, kita mulai memiliki semacam jalan ketiga (yang independen dari AS)," kata Macron.
🔽🔽🔽
Baca selengkapnya: antaranews.com/berita/5510565…

Indonesia
. retweetledi
. retweetledi

@pengennyetir A. Naik harga 125rb
uda 45 orang, cost nutup masi untung juga.
Kalo semisal ga dapet 5 slot sampe hari H, pendapatan ilang 500rb. Tapi masi ada kesempatan buat menuhin slot. Semisal dapet 3 slot aja uda nutupin poin B.
Kalo full dengan 5 slot terjual 75k. Ilang 125rb.
Indonesia

Gua punya case nih,
misalnya gua bikin kelas digital marketing dengan harga tiket normal Rp 100.000 dengan total 50 Slot.
Gua udah bayar Rp 1.500.000 untuk sewa lokasi & snack untuk 50 orang peserta.
Setelah 3 bulan masa penjualan, masih ada sisa 5 tiket yang belum terjual di H-7
Pertanyaannya, dalam 7 hari penjualan terakhir apakah lebih baik :
A. Menaikkan harga menjadi 125.000
B. Menurunkan harga menjadi 75.000
Kenapa?
Indonesia

. retweetledi

@lilaccountz Kita lebih sibuk jadi polisi buat orang lain, sampe lupa buat jadi polisi utk diri sendiri
Indonesia





