Mahar Dhika

9.9K posts

Mahar Dhika banner
Mahar Dhika

Mahar Dhika

@mahar_nw

Civil Engineering Brawijaya University | Part of SSS'13 Family | @SSSmansa13

Malang, Indonesia Katılım Mayıs 2011
800 Takip Edilen347 Takipçiler
Mahar Dhika retweetledi
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustle·
Katanya efisiensi? Semua disuruh efisiensi tapi kalau lembaga yg bertugas mengelola dan membina manajemen ASN aja kek gini apa pantes? "Ini ga pake anggaran kok" Masalahnya bukan anggaran lagi ini, sense of crisis kalian sebagai 'induk' yg menaungi ASN di seluruh Indonesia 0 kalau kalian masih anggap ini cuma perkara anggaran. Minimal kasih contoh kerja yg bener. Dah bener belom kerja kalian? Pada bocor ga tuh data² ASN? Kegiatan² yg ga menunjang kerjaan lo kek gini masyarakat ga perlu tau, jadi jangan lo share di medsos lagi @BKNgoid. Yg dibutuhkan masyarakat itu kinerja lo, bukan main2nya.
#SatuDataASN@BKNgoid

Semarak HUT ke-78 BKN semakin terasa lewat Turnamen Tenis Meja yang penuh semangat, sportivitas, dan kebersamaan. 🏓✨ #HUT78BKN

Indonesia
44
214
516
56.2K
Mahar Dhika retweetledi
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
Bolehkah rakyat bertanya balik? Komandan-komandan hartanya puluhan miliar di LHKPN ga match sama penghasilan sebagai tentara: "Duitnya dari Mana?"
Jejak digital.@ARSIPAJA

Indonesia
507
9.6K
20.3K
563.8K
Mahar Dhika
Mahar Dhika@mahar_nw·
Bagus tabel dan penjelasannya
Vindikasi@vindikasi

DAFTAR TUNJANGAN KINERJA SELURUH KEMENTERIAN Untuk memilih formasi CPNS Salah satu yang membedakan penghasilan PNS satu kementerian dengan kementerian lain (dengan jabatan, golongan, MKG yg sama) adalah Tunjangan Kinerja. Berbeda dengan TPP yang diterima PNS Pemda, Tunjangan Kinerja Kementerian ditetapkan melalui Peraturan Presiden, yang besarnya berbeda setiap instansi. Dari 22 kementerian yang kami bahas disini, ada 4 tier besaran Tunjangan Kinerja. Agar mudah membandingkan, kita bandingkan pada Kelas Jabatan 8 (lihat tabel): Tier 1 Rp3.319.000 untuk kelas jabatan 8 - Kementerian Pemuda Olah Raga - Kementerian Pertahanan - Kementerian Agama Tier 2 Rp4.595.150 untuk kelas jabatan 8 - Kementerian Sosial - Kementerian ESDM - Kementerian Kominfo - Kementerian Kumham - Kementerian ATR/BPN - Kementerian Pertanian - Kementerian Diksaintek - Kementerian Kesehatan - Kementerian Dikdasmen - Kementerian Luar Negeri - Kementerian Perdagangan - Kementerian Perhubungan - Kementerian Perindustrian - Kementerian Dalam Negeri - Kementerian Koperasi UKM - Kementerian Ketenagakerjaan Tier 3 Rp6.349.000 untuk kelas jabatan 8 - Kementerian PAN RB - Kementerian PPN/Bappenas - Kementerian Pekerjaan Umum Tier 4 Kementerian Keuangan Berdasarkan Perpres no 156/2014 dan Perpres no 111/2017, Kelas jabatan di Kementerian Keuangan ada 27, berbeda dengan Kementerian lain, yang hanya 17 kelas jabatan, Tukin kelas terendah Rp2.575.000 Tukin kelas tertinggi Rp46.950.000 Setiap bulannya, Tunjangan Kinerja tersebut digabung dengan sumber penghasilan PNS lainnya, yaitu 1. Gaji Pokok 2. Tunjangan Keluarga 3. Tunjangan Beras 4. Uang Makan 5. Tunjangan lainnya Gaji Pokok Gol IIIA, Masa Kerja Gol (MKG) 0 = Rp2.785.700 Kenaikan gaji berkala setiap 2 tahun. (PP no5 tahun 2024) Tunjangan Keluarga - Tunjangan Suami/Istri : 10% dari Gaji Pokok - Tunjangan Anak : (max 2) 2% dari Gaji Pokok Tunjangan Beras 10kg beras/jiwa Maksimal : si PNS + Pasangannya + 2 anak Diberikan dalam bentuk uang Uang Makan Rp37.000/hari kerja – PPh 5% Menurut kamu, cukup ga penghasilan segitu untuk memenuhi kebutuhan hidup kamu sebulan? Kalau cukup, apa alasan kamu untuk tidak ikut daftar CPNS? Apakah kamu merasa terlambat kalau mau belajar sekarang? Jangan khawatir, karena jika pengumuman CPNS 2026 pada bulan Juni (seperti perkataan Plt Direktur Perencanaan ASN BKN RI tanggal 17/04/2026 yg lalu), maka test SKD diperkirakan masih 2 bulan setelah pengumuman (seperti timeline di CPNS sebelumnya), yg artinya kamu masih ada waktu sekitar 3 bulan untuk belajar. Nah, untuk kamu yg belum mulai belajar, dan bingung mau mulai dari mana, atau penasaran bagaimana soal CPNS maka kamu harus ke lynk.id/vindikasi/WJWl… karena belajar pemetaan pola soal disitu bisa buat kamu ngerjakan 110 soal SKD CPNS, dari platform apapun, dalam 45-50 menit. Itu telah menjadi solusi bagi ratusan followers kami di X yg bisa lulus CPNS 2024 tanpa harus bayar tryout yang seharga ratusan ribu hingga jutaan. Hal ini berlaku juga untuk kamu yg sudah mulai belajar, tapi merasa belajar kamu ga berkembang, atau nilai kamu belum sesuai harapan, atau stuck belum bisa ngerjakan 110 soal SKD <90 menit

Indonesia
0
0
0
24
Mahar Dhika retweetledi
NiNG garis tengah
NiNG garis tengah@FayaAtika·
Dulu... Anak bodoh ini dianggap mampu mempermalukan pak Mahfud Md... Sekarang mayoritas masih menganggao anak bodoh ini pemimpin masa depan... Ini Indonesia .. Negara besar dgn mayoritas pemilih tolol 😁😁😁
Indonesia
227
2.7K
10.3K
201.8K
Mahar Dhika retweetledi
Uni liswara
Uni liswara@Uniliswara0·
Cuma di Indonesian, lulusan SMP bisa jadi wapres! Udah pendendam, culas, licik, plenger, ga punya sopan santun. Cringe banget ih
Indonesia
623
7.2K
29.1K
658.2K
Mahar Dhika retweetledi
Riz
Riz@rizkidwika·
Jangankan dari proker dan rekam jejak. Dari proses pencalonan aja udah keliatan mana yang bener, mana yang plenger. Walau nikung AHY di akhir, Cak Imin nggak ngelanggar hukum apa-apa pas jadi pasangan Anies. Walau ditunjuk sama Megawati, Prof Mahfud juga sah-sah aja jadi pasangannya Ganjar. Sementara yang satu lagi harus ngakalin dan ngutak-atik konstitusi dulu lewat jalur Paman dan nepotisme, baru bisa maju pilpres.
Brive~@brive__

"Kalo tau bakal begini ga bakal gw dukung" Ngga, lo bukan gatau, tapi bodoh aja. Dari program kerja, riwayat hidup, sampe debat pun lo harusnya udah bisa nilai.

Indonesia
42
4K
10.3K
242.7K
Mahar Dhika
Mahar Dhika@mahar_nw·
Merit sistem hanya untuk di omon omon kan
Moh. Firli Firdaus@mohfirlii

@PNS_Ababil Wkwk bener banget, sistem merit cuma dikenalkan di latsar CPNS, dikenalkan bukan dijalankan, karena gak sesuai kepentingan hehe bahkan Employee Of the Month pun cuma jadi seremonial aja, bukan bener2 ajang kompetensi antar Pegawai

Indonesia
0
0
1
4
Mahar Dhika retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Sebenernya belasan tahun yang lalu, dosen saya pernah bilang, Indonesia itu memang sengaja dibuat ga boleh maju, karena negara Indonesia dengan jumlah penduduknya dan kekayaan alamnya, memang diset sebagai negara “konsumen”. Rakyat Indonesia jadi marketnya produk teknologi, bukan produsen. Sementara bahan baku dan segala sumber daya alam juga agar bisa dijual murah keluar negri. Misalnya saja silikon diexpor. Lalu setelah jadi chip dan elektronik, dijual lagi ke Indonesia dengan harga mahal. Nyambung juga dengan bahasan ini dimana bagi kelompok atas tertentu, rakyat bodoh lebih mudah dikendalikan dibanding rakyat yang teredukasi. Masyarakat bodoh dan miskin jadi santapan utama agar suara mereka mudah dibeli.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir. Dan dia ngomongnya bukan sebagai pembela Nadiem. Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja. Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah: Ahok bilang dengan sangat tegas: pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika. Chromebook itu bukan laptop biasa. Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus. Harganya jauh lebih terjangkau dari laptop konvensional. Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau. Ahok kasih contoh nyata. Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar. Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia. Itu bukan mimpi. Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada. "Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan. Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia." Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat: Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang: "Saya pikir ini sengaja." Logikanya sederhana dan sangat keras. Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai. Lebih sulit dibohongi. Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu. Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa. Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan. MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama. Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana. "Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus, kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?" Yang paling menohok soal survei dan legitimasi: Ahok tidak berhenti di situ. Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas. Pemerintah melakukan survei. Rakyat bilang mereka suka makanan gratis. Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG. Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan. Tapi Ahok membaliknya: kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata. Itu bukan preferensi yang genuine. Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi. "Mereka juga pintar. Dia survei, Pak. Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi." Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun: Ahok tidak membela Nadiem secara personal. Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah: Menteri itu tidak pernah menyentuh anggaran secara langsung. Menteri membuat kebijakan. Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya. Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah: apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit? Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri? PPATK sudah menjawab: tidak ada. Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun. "Saya pikir ya ini soal profesionalisme. Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya." Ahok tidak sedang bicara soal Chromebook sebagai produk. Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa: apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa? MBG memberikan makan hari ini. Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup. Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan. Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.

Indonesia
123
4.3K
11.4K
412.4K