clementine

8.4K posts

clementine banner
clementine

clementine

@malagyudon

505 Katılım Aralık 2018
424 Takip Edilen56 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
clementine
clementine@malagyudon·
and when you sense a faint potentiality for happiness after such dark times you must grab onto the ankles of that happiness and not let go until it drags you face-first out of the dirt
English
0
0
0
174
clementine retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Selain tokek, hewan apalagi yang manggil namanya sendiri? 😭😭😭
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
634
8.1K
68K
1.4M
clementine
clementine@malagyudon·
badan rasanya ngawang bgt
Indonesia
0
0
0
31
clementine retweetledi
Jurnal Perempuan
Jurnal Perempuan@jurnalperempuan·
(1) 👱‍♂️👩‍🦳: “Mbak, ‘kan kamu sudah lama menikah, ‘kok belum punya momongan juga?” 👱‍♀️: “Aduh, belum dikasih sama Tuhan, Om, Tante.” 👱‍♂️👩‍🦳: “Kasihan suami kamu sudah nungguin anak!” 👱‍♀️: “Iya, Om, Tante…” 👱‍♂️👩‍🦳: “Anak pertama harus laki-laki ya, biar jadi imam!” 👱‍♀️: “…” #KAFFE
Jurnal Perempuan tweet mediaJurnal Perempuan tweet media
Indonesia
9
1.2K
3.7K
57.5K
clementine retweetledi
✩
@galactayoms·
✩ tweet media
ZXX
14
11.8K
31.7K
1.1M
clementine retweetledi
Kumis 🌼🩵 VtuberID
Kumis 🌼🩵 VtuberID@kumisaster·
ngeliat cerita ini dan selalu bilang "Ibu Kartini" but in reality she was only 25 years old when she died..... 🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺 oh she was just a baby, she must have been so scared......
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Empat syarat Kartini sebelum (terpaksa) mau dipoligami: 1. Boleh mendirikan sekolah & mengajar untuk putri di Rembang, melanjutkan cita-citanya memajukan pendidikan perempuan. 2. Penolakan adat feodal dalam upacara pernikahan: tidak mau berjalan jongkok di belakang suami, tidak berlutut, tidak menyembah/mencium kaki suami. 3. Kesetaraan bahasa: berbicara dengan suami menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari setara), bukan Krama Inggil (bahasa hormat yang menunjukkan hierarki istri lebih rendah). 4. Boleh membawa ahli ukir dari Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerajinan secara komersial sebagai kegiatan ekonomi perempuan. Semua syarat ini (sangat progresif & radikal pada masa itu) dipenuhi oleh calon suaminya, Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat. Kartini melihat poligami sebagai bentuk penindasan terbesar terhadap perempuan. Ia menyaksikan langsung penderitaan ibunya, Ngasirah, yang dimadu oleh ayahnya. Dalam surat-suratnya, ia menulis dengan getir bahwa tak ada perempuan yang bahagia dimadu, & laki-laki yang memadu kehilangan kehormatan. Poligami dianggapnya sebagai "dosa" yang membuat perempuan menjadi saingan dan korban, sementara laki-laki bebas. Ia juga menolak pernikahan paksa dengan orang asing yang belum dikenal, karena cinta sejati harus dimulai dari rasa hormat, bukan paksaan adat. Namun, pada 1903, Kartini di usia 24 tahun (dianggap perawan tua yang memalukan keluarga ningrat pada masa itu) terpaksa menikah dengan Raden Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang yang jauh lebih tua (~25 tahun) & sudah punya 3 istri (salah satunya baru meninggal) karena tekanan budaya feodal priyayi pada masa itu & karena ayahnya, R.M. Adipati Ario Sosroningrat, sakit serta terus "dibully" teman-temannya karena anak perempuannya belum menikah. “Saya telah berjuang, bergulat, menderita, dan saya tidak dapat menjadikan nasib celaka Ayah, dan dengan demikian membawa bencana bagi semua yang saya cintai." (Surat Kartini kepada Abendanon, 14 Juli 1903) Meski seumur hidup menentang poligami & pernikahan paksa, Kartini terpaksa mengalahkan idealismenya, terpaksa menanggalkan egoismenya, serta harus berkompromi dengan realitas sosial feodal Jawa demi menjaga kehormatan ayah & keluarga yang dicintainya. Tekanan budaya feodal & partriarkis kelas priyayi pada masa itu terlalu kuat & ketat, di mana poligami & pernikahan paksa merupakan norma adat (diperkuat ajaran agama), sehingga meskipun Kartini sempat menolak keras, beliau kalah, beliau akhirnya terpaksa menerima pernikahan poligami itu. Kartini tetap melanjutkan perjuangan emansipasi & pendidikan perempuan dari dalam pernikahan, meski hanya berlangsung singkat karena beliau wafat 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya pada pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Penyebab utama kematiannya adalah komplikasi persalinan, diduga akibat preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat memicu kejang dan kegagalan organ). Tragedi ini sangat ironis karena Kartini baru saja mulai mewujudkan cita-citanya setelah menikah, yang salah satu visinya tentu saja untuk meningkatkan akses kesehatan yang lebih baik bagi perempuan, khususnya kesehatan reproduksi & maternal (masa kehamilan, persalinan, & pasca melahirkan). Alfatihah untuk Ibu Kartini, damai di surga 🌹🌷🌼💐🌺🌸🪻

English
52
6.2K
31.9K
867.6K
clementine retweetledi
FranceNews24
FranceNews24@FranceNews24·
📹 VIDÉO - #Insolite : Pendant la coupe des griffes, une marmotte semble avoir déjà accepté son destin… tandis que l’autre panique à chaque coup de coupe. Une scène aussi drôle que totalement théâtrale.
Français
651
15.3K
153.3K
37.7M
clementine retweetledi
Mahisa Aspartam
Mahisa Aspartam@Mahisa_Aspartam·
1/ Kasus FH UI itu udah beyond moral & ethic. It's a class clash. Mereka menganggap diri mereka punya privilege sehingga merasa berhak exercise power abuse dalam relasi kuasa mereka thd orang lain. Saat ini yg jd korban adalah wanita, besok2 bisa jadi pegawai mereka.
Jorgiana Au.@jorgianaaa

tapi asli dah (speaking from personal experience) emang lebih baik dikatain, "dasar polisi moral lo" daripada ngebiarin awful rapey men tumbuh subur. you might be protecting a lot of girls in the future tanpa disadari.

Indonesia
4
1.1K
3.8K
86.8K
clementine retweetledi
Geoffrey 🇵🇸🇺🇦🇦🇲🇹🇼
Men to men: Akui aja kalo kita emang problematik kok. Kalopun lo gak pernah KS, minimal lo pernah ngediemin (enabler). Mengakui bukan bikin kita jadi better/suci/ngapus dosa, tapi menurut gw itu langkah pertama untuk jadi a better man.
agni@fahkta

Sebenernya cewe yg udah pada tau klo kebanyakan grup tongkrongan laki² bakal bahas cewe in a degrading way. Yg gue gedeg itu laki² sibuk not all men. Ngomong "Obrolan kayak gini wajar buat laki²" tapi giliran cewe² cautious ke semua cowo, malah ngamok merasa "digeneralisasi"

Indonesia
167
3.4K
13.6K
667.1K
clementine
clementine@malagyudon·
bet they felt cool disorakin begini considering otak mereka semua otak monyet
Indonesia
0
0
0
28
clementine retweetledi
ayas ⸝⸝•ᴗ•⸝⸝
ayas ⸝⸝•ᴗ•⸝⸝@aromapetrikorr·
perempuan selama ini tuh hidup dalam diskriminasi berlapis, tapi saat kami mengekspresikan rasa marah aja masih diatur-atur caranya. diaturnya juga oleh kelompok yang selama ini mendominasi struktur sosial, punya privilege berlapis, dan middle class tentunya.
Indonesia
25
26K
57.5K
662.7K
clementine retweetledi
miel... 💭
miel... 💭@onetwocue·
tongkrongan cowok lebih less drama because none of y'all had the balls to call out your ‘bros’ nor the brain to actually think what's wrong with y'alls obrolan tongkrongan
English
51
8.2K
25.4K
611K
clementine
clementine@malagyudon·
punya 5 kenalan tukang ac dan kelimanya bener bener tukang ghosting gw give up dah
Indonesia
0
0
0
25
clementine retweetledi
orgil
orgil@bingungharaboji·
mungkin gue sebenernya uda hidup di doa dan mimpi yg gue harapkan itu cuma ga sadar aja. soalnya ketika kita grow, ekspektasi kita berubah lagi ke referensi lain. padahal yg sekarang mungkin harapan kita yg waktu dulu.
Indonesia
158
22.7K
60.2K
997.3K