ay retweetledi
ay
3.9K posts

ay retweetledi

Kenapa tidak 8.900++ rumah baru untuk korban bencana Aceh dan Sumatera?
Lumpur disana udah kering kah, terus nyari lahan basah lagi.
tempo.co@tempodotco
WHAT'S UP: Prabowo Janji Sediakan 'Rumah Dinas' untuk 8.900 Hakim
Indonesia
ay retweetledi

18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
Indonesia
ay retweetledi
ay retweetledi

Lucunya Negeri +62,
1. PAM = Perusahaan Air Minum... airnya gak bisa diminum
2. MBG = Makan Bergizi Gratis... gak bergizi dan gak gratis
3. IKN = Ibu Kota Negara... statusnya bukan ibukota negara
4. KPK = Komisi Pemberantasan Korupsi... korupsinya malah makin merajalela
5. DPR = Dewan Perwakilan Rakyat... rakyatnya tidak terwakili
6. BPJS Kesehatan = Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan... sehatnya tidak terjamin
7. PLN = Perusahaan Listrik Negara... listriknya sering mati
8. Pajak = katanya untuk rakyat... yang menikmati bukan rakyat
9. KRL = Kereta Rel Listrik... listriknya sering padam, keretanya tetap jalan padat
10. UMP = Upah Minimum Provinsi... minimumnya betul, tapi tidak cukup untuk hidup layak
11.
12.
13.
Apa lagi nih+62
Indonesia
ay retweetledi

Tebak mana yang lebih duluan, 19jt lapangan pekerjaan atau $1= Rp. 19.000
Georitmus 🇮🇩@zakiberkata
Pagi rakyat... Yang harga dollarnya makin meroket
Indonesia

kan yang ono gamau denger suara rakyat kaya kita
salam4jari@salam4jari
Berita Kompas hari ini 14 Mei 1998, 28 tahun lalu. Relevan kah?
Indonesia
ay retweetledi
ay retweetledi
ay retweetledi

Sedangkan kasus MBG, IKN mangkrak, orang2 itu pada hidup tentram 🤡
What a dzalim country
tempo.co@tempodotco
Nadiem Dituntut Bayar Rp 5,6 Triliun: Saya tidak Punya Uang
Indonesia
ay retweetledi

Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.
The Economist@TheEconomist
Prabowo Subianto is too spendthrift and too authoritarian economist.com/briefing/2026/…
Indonesia
ay retweetledi
ay retweetledi

INI SAMA DENGAN 120 HARI MBG DOANG YAALLAH TOLONG DENGAR DOA RAKYAT INDONESIA… BERHENTIKAN MBG BERHENTIKAN MBG BERHENTIKAN MBG 99x 😭😭😭 GW BENCI BANGET MBG, PROGRAM GAK FAEDAH YG PALING BIKIN GW MURKA
Indonesian Poop Base@iPoopBased
Perasaan cuma mimpi kemaren 😭
Indonesia
ay retweetledi
ay retweetledi
ay retweetledi
ay retweetledi
















