Chris 🍒
52K posts

Chris 🍒
@mantu_able
stalking sekali dua kali gapapa. tapi kalo tiga kali empat sama dengan dua belas
Katılım Temmuz 2012
1.1K Takip Edilen2.6K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Chris 🍒 retweetledi
Chris 🍒 retweetledi
Chris 🍒 retweetledi

Chris 🍒 retweetledi

Marriage isn’t scary, kalo kunci ketemu sama gemboknya 🔐
Saya pernah nanya ke doi, kenapa sih yakin milih saya. Padahal banyak perbedaan di antara kita.
Nah, pas jawab pertanyaan itu, dia jelaisn pake analogi enzim, teori lock and key. Kebetulan doi backgroundnya biologi.
Singkatnya: gembok (enzim) punya situs aktif yg kaku banget, cuma bisa bereaksi kalau ketemu kunci (substrat) yang bentuknya pas presisi. Penjelasannya begini:
1️⃣ Komplementer itu kunci
Gak perlu nyari yg sempurna. Seringkali "kekurangan" itu justru lekukan yg pas banget diisi sama tonjolan sifat pasangan. Si pelupa ketemu si teliti, si impulsif ketemu si tukang planning. Kita fungsional karena saling nutup celah.
2️⃣ Situs aktif (core values)
Kita boleh beda selera musik atau hobi, tapi kalau "Situs Aktif"-nya (prinsip hidup & visi) udah sinkron, reaksi cintanya bakal tetep jalan. Biarin ada "karat" dikit di luar, yang penting dalemnya presisi.
3️⃣ Induced fit (Memahami)
Ada juga teori Induced Fit, enzim sedikit "melentur" buat memeluk substratnya. Hubungan pun gitu; kita nurunin ego dikit buat nge-pasin kekurangan masing-masing. Bukan berubah jadi orang lain, cuma menyesuaikan biar makin klik.
Marriage isn’t scary kalau kita udah nemu Lock & Key yg pas. Yg bikin takut itu biasanya karena kita maksa masukin kunci ke gembok yang emang bukan jodohnya, ujungnya patah atau macet.
Tapi kalo mekanismenya udah sinkron. Mau seberat apa pun pintu masalah di depan, kita berdua punya alat yang paling pas buat ngebukanya bareng2.
Lilyta@cryptolilyta
Unpopular opinion about marriage Just wondering, is marriage scary?
Indonesia
Chris 🍒 retweetledi
Chris 🍒 retweetledi

@arabb_selow Jadi ngerti kenapa dl ada teman yg bilang “yaaah sayang” pas gw cerita abis nemenin bu bos belanja Balen, tp paperbagnya ditinggalin di hotel.
Taunya ada pangsa pasarnya bs dijual lagi.
Indonesia
Chris 🍒 retweetledi

Kontrasepsi di Indonesia masih terlalu sering dibebankan ke perempuan!
Pil, suntik, IUD, implant, semuanya dibebankan ke perempuan.
Efek samping hormonal (gangguan mood, libido drop, kenaikan berat badan, risiko kanker payudara jangka panjang, bahkan infertilitas sementara setelah berhenti) sering dianggap “biasa aja, kan biar nggak hamil”.
Kalau emang mau fair, cowok juga harus mendapatkan beban kontrasepsi yang adil misalnya kondom konsisten (bukan cuma “kadang-kadang”), atau vasektomi.
salmaaa@blunderc0kro
unpopular opinion tentang kontrasepsi alias KB :
Indonesia

WKWKWKWK KOK BISA KEPIKIRAN NANYA ITU JUGA 🙂🙂
YAPPINGFESS@yappingfess
YAP! TINGGAL PILIH AJA APA SUSAHNYA SIHH 😡😡
Indonesia
Chris 🍒 retweetledi
Chris 🍒 retweetledi
Chris 🍒 retweetledi


Pernah deket sama duda 1 anak. Tapi ga sampe pacaran karena emang sadar beda agama 🙏
Jadi yaaaa gitu deh. Sekarang cuma jadi temen dengerin cerita sajaa


Dindin🪷@nocturnalcutie
ini juga jadi pembicaraan sama temen ku yang umurnya 30an dan belum menikah, topiknya dating pool. aku tanya "eh kak km kalau pasangan lebih muda mau gak? ada batas umurnya gak?" trus dijawab "aku lebih kepikiran, gmn kalau yg deketin divorced man? soalnya skrg keknya banyak" aku kek....."iya juga yaaa" 🫠
Indonesia
Chris 🍒 retweetledi

Ada 1 orang di tim yang kerjanya sebenarnya bagus, tapi lama banget ga dilirik. Output-nya rapi, jarang salah, dan selalu on time.
Tapi anehnya, dia jarang banget dilibatkan di hal-hal penting.
Sampai akhirnya dia ubah satu hal kecil: cara dia communicate kerjaannya.
Dia mulai update progress, tapi bukan sekadar “udah selesai”. Dia jelasin apa yang dia kerjain, kenapa itu penting, dan impact-nya ke tim atau project.
Misalnya, bukan cuma bilang “dashboard sudah diupdate”, tapi dia tambahin, “ada perubahan di metric A, kemungkinan karena X, dan ini bisa impact ke decision Y.”
Langsung beda.
Orang yang baca jadi ngerti value dari kerjaannya tanpa harus buka file dulu.
Di meeting juga dia mulai lebih aktif, tapi bukan asal ngomong. Dia cuma speak up kalau ada yang bisa dia tambahin, biasanya dalam bentuk clarity atau next step.
Lama-lama orang mulai notice.
Bukan karena dia jadi lebih “noisy”, tapi karena kerjaannya jadi lebih kelihatan relevan.
Dari situ gue belajar, bikin kerjaan lo visible itu bukan berarti lo harus pamer atau overclaim.
Cukup pastiin orang lain ngerti:
lo ngerjain apa, kenapa itu penting, dan impact-nya ke mereka.
Kalau itu jelas, visibility lo naik dengan sendirinya.
Dan yang paling penting, lo tetap keliatan profesional, bukan cari perhatian.
Indonesia
















