Maryan Arizona
960 posts


Kita tunggu sampai jam 5 sore 🤗

Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera
Jika kalian dapat ancaman seperti ini, apa yang harus kalian lakukan?
Indonesia

@carbondioxide Selamat ya, rezim sekarang memang rezim nya para bajingan
Indonesia
Maryan Arizona retweetledi

@jacksonhinkle @prabowo president of indonesia also.
Antek zionist
Italiano
Maryan Arizona retweetledi
Maryan Arizona retweetledi
Maryan Arizona retweetledi
Maryan Arizona retweetledi
Maryan Arizona retweetledi

Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.

Indonesia
Maryan Arizona retweetledi

@insidefolkative Buzzer istana sudah mulai beraksi.
Unfollow dan block
Indonesia

Congratulations to the newly appointed Prime Minister of Solomon Islands, Hon. Matthew Wale. We look forward to working closely together to further strengthen Indonesia-Solomon Islands’ bilateral relations, particularly in development and economic cooperation, as well as our partnership in the Pacific region.
Selamat kepada Perdana Menteri Kepulauan Solomon yang baru, Hon. Matthew Wale. Kami menantikan kerja sama yang erat untuk semakin memperkuat hubungan bilateral, khususnya di bidang pembangunan dan kerja sama ekonomi, serta kemitraan di kawasan Pasifik.
English

@muchlis_ar Sombong amat, di dollarin juga paling muat ke dompet
Indonesia

Rp 10 Triliun cash. Ditumpuk kek piramid. Disorot, buat backdrop pidato Presiden.
Itu duit apa? Hasil penertiban kawasan hutan itu maksudnya apa? Hasil NGINJEK pengusaha? Atas kesalahan apa? Yang salah siapa? Terus hukumannya apa??
Banyak pertanyaan.
Tp gak akan dijawab.
Yang penting show.
Ini Law Entertainment.
Bukan Law Enforcement.
Kompas.com@kompascom
Penampakan gunungan uang Rp 10 triliun yang ditata bak piramida di kantor Kejagung. ~RS
Indonesia
Maryan Arizona retweetledi

Guys, ada fakta yang menurut gua adalah yang paling jarang disampaikan secara jujur oleh pemerintah tapi paling penting untuk dipahami rakyat.
Utang Indonesia nyaris Rp10.000 triliun.
Bukan Rp10 triliun.
Bukan Rp100 triliun.
Rp10.000 triliun.
Sepuluh ribu triliun rupiah.
Dan dalam tiga bulan pertama tahun ini saja utang bertambah Rp282,52 triliun.
Artinya rata-rata setiap bulan Indonesia nambah utang hampir Rp100 triliun.
Dan tahun ini ada jatuh tempo utang lama sebesar Rp833 triliun yang harus dibayar atau diperpanjang dengan utang baru.
Artinya pemerintah harus cari pinjaman baru Rp833 triliun hanya untuk menutup utang lama yang jatuh tempo belum termasuk defisit tahun ini yang terus melebar.
Ini yang disebut gali lubang tutup lubang.
Dan lubangnya makin lebar setiap hari.
Sekarang lihat apa yang menjadi beban terbesar yang mendorong utang terus naik.
MBG Rp335 triliun per tahun.
Rp1,2 triliun per hari.
Tapi dari jumlah sebesar itu Badan Pangan Nasional sendiri mengakui potensi pemborosan mencapai Rp14 triliun per tahun hanya dari makanan yang tidak termakan dan dibuang.
CELIOS menghitung lebih spesifik Rp1,75 triliun per minggu dari makanan yang berakhir di tempat sampah.
Belum termasuk Rp1 triliun untuk motor listrik yang tidak ada hubungannya dengan makan anak.
Rp6,9 miliar untuk kaos kaki.
Rp113 miliar untuk EO.
Dan biaya kesehatan untuk 33.626 pelajar yang keracunan yang juga ditanggung dari anggaran MBG yang sama.
Jadi dari Rp335 triliun yang dikucurkan sebagian besar untuk niat mulia memberantas stunting kenyataannya adalah makanannya dibuang triliunan rupiah per tahun anggarannya bocor untuk pengadaan tidak relevan dan sebagian produknya mengandung boraks yang meracuni anak-anak yang seharusnya dilindungi.
Kopdes Merah Putih tidak kalah berat bebannya.
Total alokasi yang disorot mencapai Rp240 triliun. Sudah terealisasi Rp174 triliun per Januari 2026.
Cicilan APBN Rp40 triliun per tahun.
Dan 35.000 manajer koperasi sudah digaji dari APBN selama dua tahun pertama padahal koperasinya sendiri belum terbukti menghasilkan satu rupiah pun.
Ekonom memperingatkan ini dengan sangat serius. Ada risiko besar koperasi-koperasi ini hanya jadi papan nama untuk menyalurkan bantuan sosial sementara manajernya menyedot gaji tetap dari kas negara setiap bulan.
Bisnisnya belum jalan tapi gajinya sudah jalan.
Dan PMK Nomor 7 Tahun 2026 memaksa 58 persen dana desa dialihkan ke Kopdes.
Lebih dari separuh uang untuk membangun desa jalan irigasi posyandu penerangan kini tersedot untuk koperasi yang belum terbukti menguntungkan masyarakat desa.
Akibat dua program ini ditambah tekanan fiskal lainnya Moody's dan Fitch sudah mengubah outlook Indonesia menjadi negatif.
Dan ini bukan sekadar label.
Ini berdampak langsung ke dompet rakyat.
Ketika outlook negatif investor mulai meminta imbal hasil lebih tinggi untuk mau memegang surat utang Indonesia.
Yield SBN naik.
Spread melebar.
Artinya setiap kali pemerintah menerbitkan utang baru yang harus dilakukan terus menerus karena utang lama terus jatuh tempo biayanya lebih mahal.
Dari setiap Rp100 penerimaan negara sudah Rp16 sampai Rp17 langsung habis hanya untuk bayar bunga.
Bukan pokok utangnya.
Bukan untuk bangun jalan bukan untuk bayar guru bukan untuk beli obat di puskesmas.
Hanya untuk bunganya saja.
Dan angka itu akan terus naik selama utang terus bertambah dan bunga yang diminta investor terus naik karena mereka melihat risiko fiskal Indonesia semakin tinggi.
Yang paling menyakitkan dari seluruh situasi ini adalah satu ironi yang tidak bisa ditutup-tutupi.
Purbaya sendiri yang menyebut APBN 2026 sebagai survival mode.
Dia sendiri yang bilang tidak ada ruang untuk stupid mistake lagi.
Tapi dua program yang lembaga rating internasional sebut sebagai ancaman fiskal paling signifikan tetap berjalan tanpa pemangkasan dengan alasan keputusan sudah final dan tidak akan diubah.
Diagnosa benar.
Tapi obatnya adalah melanjutkan apa yang menyebabkan sakitnya.
utang hampir Rp10.000 triliun itu bukan angka yang jatuh dari langit.
Ada alasan konkret
kenapa utang naik Rp282 triliun dalam tiga bulan.
Ada program-program dengan anggaran raksasa yang sebagian besar uangnya bocor tidak efisien dan hasilnya jauh dari yang dijanjikan.
Yang membayar konsekuensinya bukan pejabat yang memutuskan programnya. Yang membayar adalah Rp16 dari setiap Rp100 pajak yang kamu bayar langsung habis untuk bunga utang saja.
Angka itu akan terus naik. Dan selama program-program yang menjadi beban fiskal itu tidak dievaluasi secara serius maka lubangnya akan terus digali dengan uang yang makin mahal dipinjamnya.

Indonesia
Maryan Arizona retweetledi





















