
Nomad
2.3K posts

Nomad
@marginal_minds
just tryna survive everyday
Cambridge, MA Katılım Eylül 2022
124 Takip Edilen137 Takipçiler

@hanifproduktif Ya soalnya si julio ga kebagian proyek sm sekali kayanya, jd geser haluan dia. Yg lain2 udah dpt bagian mah anteng 😄
Indonesia

Melihat track recordnya dgn Menantea, bayangkan apa yg akan terjadi dgn Jerome kalau dia jd menteri.
ikhwānuddīn 🔍@ikhwanuddin
🚨 BREAKING: Influencer Pendidikan Jerome Polin Batal Ingin Jadi Menteri Pendidikan
Indonesia

Ini nurun dari paling atas sampe ke bawah. Itu kroco2nya di Shadow Organization yang 400 orang, congkaknya setengah mati, udah kaya Kementerian punya mereka sendiri. Si paling pengabdian tapi gajinya puluhan/ratusan x lipat rata2 guru honorer 💀
Indra Charismiadji@icharis
9/ 4 Februari 2020, saya bertemu Nadiem secara tertutup, empat mata, di kantornya. Awalnya saya berpikir ia pemimpin muda yang mau belajar. Tetapi setelah diskusi panjang, pandangan saya berubah 180 derajat. Ia sangat yakin dirinya dan timnya paling tahu.
Indonesia

@AkilaNazaffu Two different things can be true at the same time:
1. Prabowo (who is deep down a zionist at heart) and his gang are partying using the nation's wealth, while simultaneously dragging Indonesians off of a cliff.
2. The Economist is a hardcore Zionist.
They are not contradictory.
English
Nomad retweetledi

Jerome ngurus teh aja ketipu
Ngimpu pula jadi mentri pendidikan 🤣
Mending dia buat konten ngitung2 ga jelas aja lagi wkwkwkwk
ikhwānuddīn 🔍@ikhwanuddin
🚨 BREAKING: Influencer Pendidikan Jerome Polin Batal Ingin Jadi Menteri Pendidikan
Indonesia

@Rational_Psych It has nothing to do with intelligence. They are the top earners of all medical professions, they hate being taxed a lot. So, yeah, they vote red.
English
Nomad retweetledi

Baca di sini: megapolitan.kompas.com/read/2026/05/1…
Rumah penulis buku, Ahmad Bahar, di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, didatangi oleh belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026) lalu.
~AC #Megapolitan

Indonesia
Nomad retweetledi

@dinopattidjalal Anda dl Wk Menteri, psti pernah nanganin duit besar. Setau sy Anda jg tdk prnh didakwa korupsi.
Anda tdk prlu menarik narasi ini trlalu jauh sampai kemana2.
You were once there & you were good.
Now, the problem is Nadiem. Not the system nor the judge.
Indonesia

Mengenai kasus Nadiem, pertanyaan yg menggelitik sy adalah : kalau kebijakan re Chromebook dianggap koruptif & merugikan negara, menurut penilaian Jaksa, kebijakan apa yg seharusnya diambil Nadiem, jenis laptop apa yg seharusnya dibeli, sistim apa yg seharusnya dipilih, sehingga kebijakan menjadi "tepat" dan negara akan "untung" ? Bingung kan jawabnya ? #nadiem
Indonesia

@GWirjawan Anda dl jg Menteri, psti nanganin duit besar pengadaan brg. Setau sy Anda tdk prnh didakwa korupsi.
Anda tdk prlu menarik narasi ini trlalu jauh sampai "Apakah ini tempat di mana kita bisa membangun?"
You were once there & you were good.
The problem is Nadiem, not the place.
Indonesia

Keputusan pemerintah harus dihormati.
Namun dalam demokrasi, ia tidak luput dari komentar maupun kritikan.
Di satu percakapan dengan Nadiem, Ia pernah bilang bahwa dirinya bekerja untuk kepentingan generasi berikutnya. Ia masuk dengan sebuah blueprint dan impian: membangun ulang lingkungan bagi ratusan ribu siswa dan guru, membangun kembali pondasi dari mana sebuah bangsa belajar. A revolutionary in the making.
Saya mengenal keluarga Makarim selama puluhan tahun. Dalam semua waktu itu, di seluruh anggotanya, ketidakberesan tidak pernah menjadi sesuatu yang saya saksikan atau rasakan. Tidak sekali pun. Nadiem selalu menjadi, sejauh yang saya tahu, persis seperti apa yang ia katakan hari itu: seseorang yang bekerja untuk masa para penerus bangsa yang belum bisa bersuara.
Setahun tujuh bulan kemudian, kita ada di sini.
Kesalahan Nadiem mungkin adalah bahwa kenaifannya disalahpahami sebagai kurangnya rasa hormat terhadap memori institusional (kebiasaan sebuah lembaga dalam pola komunikasi, kerja, dan koordinasi yang telah mengakar puluhan tahun).
Kenaifan ini tidak unik. Ia niscaya akan menjangkiti siapapun dari luar yang diminta atau ingin berkontribusi untuk bangsa dan negara.
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa keputusan pemerintah telah dan akan berdampak pada beberapa hal yang cukup struktural:
1. Proses penegakan hukum dan translasi ketidakpastian menjadi risiko. Bayangkan Anda hendak berinvestasi ke sebuah negara di mana hukumnya tidak jelas — di mana pendiri unicorn pertama Indonesia harus menghadapi 18 tahun atas dasar konstruksi hukum yang sulit dipertahankan oleh banyak ahli hukum. Pertanyaannya bukan lagi "Apakah Nadiem salah atau tidak?" Tapi: "Apakah ini tempat di mana kita bisa membangun?"
Ketika hukum tidak memberikan kepastian, negara kehilangan kemampuannya untuk mengukur dan mengomunikasikan risiko kepada dunia luar. Ketidakpastian hukum adalah risiko yang tidak bisa dipricing — dan modal global tidak bersedia tinggal di tempat yang tidak bisa menjawab pertanyaan paling dasar: seberapa besar risikonya, dan siapa yang terlindungi ketika jawabannya tidak jelas?
2. Pengedepanan inovasi teknologi. Pelajaran yang paling mudah diserap dari sidang ini adalah: main aman. Jangan punya keyakinan. Jangan berinovasi. Pilih yang paling aman secara administratif, bukan yang terbaik. Ketika pilihan teknologi bisa dijadikan dakwaan, ketika gagasan baru bisa menjadi jebakan, tidak ada ruang lagi bagi ide untuk tumbuh, inovasi untuk dipeluk, atau perubahan untuk disambut. Yang tersisa hanyalah birokrasi yang memilih selamat atas segalanya. Bahwa konformis adalah postur yang paling aman di dalam sistem.
3. Masa depan talenta bangsa. Yang paling fatal: kasus ini menjadi jera bagi mereka yang seharusnya melanjutkan bangsa ini. Bahwa seseorang yang berpendidikan, yang berniat baik, yang berani mencoba membangun dari nol akan dimuntahkan mentah-mentah oleh negara yang berusaha ia tolong.
Platform ini dibangun untuk mendiskusikan ide, bukan peristiwa. Namun episode yang kita saksikan tidak lepas dari sesuatu yang katalitik, untuk kepentingan nation building ke depan.
Dan kualitas itu, keinginan untuk memperbaiki sistem yang mungkin belum berkenan, mendongkrak edukasi bangsa, adalah salah satu yang paling langka di sebuah birokrasi.
Menjadi tragedi tersendiri ketika upaya mengintelektualisasi bangsanya, menjadi batu rajam untuk dirinya sendiri.
No one is perfect.
May the great force be on the right side of history.

Indonesia
Nomad retweetledi
Nomad retweetledi

Banyak yg tanya soal kasus Nadiem. Ada yang DM, “Kok Abang diam di kasus Nadiem?”
Pagi ini saya bunyi.
- Saya menyimak pendapat Pak Anhar Gonggong
- Saya mengamini semua opini Anhar
- Lebih dari itu Zyrex konon indikasi diambil grup LBP, mereka kebagian dominan pengadaan Chrome Book
- pihak kedua terbanyak adalah Bhinneka.com.
Khusus Bhinneka saya pernah 3 tahun di sana, sebagai Creative Director, mulai 2001. Saya kenal pendirinya dan pengelolanya. Selama saya di sana bhinneka tiga tahun berturut daoat Bubu Award, e-commerce terbaik.
Premis saya: HARGA CHROME BOOK itu ketinggian. Fakta sudah jauh hari direncanakan.
Soal hukuman Nadiem ketinggian? Bagi saya salah dia sendiri tak berani buka suara indikasi Jkw, LBP, menjadi bagian. Maka dia telan sendirilah barang ni.
Begitu opini saya. Jadi saya tak ikut advokasi Nadiem. Pun sebagai Mendiknas, saya menyimak ia tak paham pedagogik, di eranya tak ada terobosan pendidikan mendidik!
Demikian

Indonesia
Nomad retweetledi

@RSound1297114 @nozelism Klo voting dibatasi tes IQ & hak voting cm dikasih buat yg skornya tinggi, lu pasti ga bs voting sih.
Ga punya kecerdasan yg cukup buat ngelihat bahayanya test IQ buat masyarakat majemuk pdhl studinya udah sgt banyak.

Indonesia

@nozelism gua pernah menghayal ,andai voter itu ada syaratnya, test IQ, yg iQ nya di atas bare minimum bleh jdi voter,
tapi gua pikir² mustahil,
negara dengan tingkat korupsi yg tinggi, koruptor gk akan mw kehilanganmu voter bodoh,
kemungkinan d counter dgn narasi " itu melanggar HAM "
Indonesia

Kekurangan sistem voting ya kek gini. Orang tolol pun bisa ngevote
Tanyarl 💚@tanyakanrl
💚 CW // VOTER 02 Milih berdasarkan Visi Misi ❌ Milih karna gk suka kandidat lain naik✅💀
Indonesia
Nomad retweetledi

Kepada para guru yang berkampanye membela Nadiem Makarim, saya ingatkan:
Nadiem menghapus pasal Tunjangan Profesi guru dalam draf RUU Sisdiknas 2022. RUU ini didukung oleh influencer papan atas. Cek aja.
Untung dilawan oleh berbagai pihak dan organisasi guru. Akhirnya gagal. Itu alasan saya aktif di x, 2022.
So, kalau anda sekarang adalah guru, menikmati sertifikasi guru, tapi ikut berkampanye untuk kasus Korupsi Nadiem Makarim. Minimal anda malu.

Indonesia
Nomad retweetledi

@cherubbie Saya juga pernah analisis dokumen resmi kurikulum merdeka. In my opinion, it is really poorly designed. Komponen-komponen di dalamnya tidak saling selaras, capaian pembelajarannya juga tidak didefinisikan dengan baik.
Indonesia

@dusrimulya Sbnrnya ttp ada kerugian negara. Kerugian itu bs bersifat material berupa kerugian lgsg (misal rugi krna kemahalan) atau rugi berupa "opportunity cost", ini bs dihitung matematis semua. Kerugian dr kebijakan jg bs brsifat non material, & dlm pendidikan, ini kdg jauh lbh besar lg.
Indonesia


@GandalfsWhisper @zahrartp @03__nakula si paling paham konflik kepentingan dan korupsi berujung cuma kutip ayat ternyata segitu aja kualitasnya 🤣
Indonesia
Nomad retweetledi

nasional.sindonews.com/newsread/16855…
Tapi dari ibam sendiri sih kalau menurut jaksa di berita itu
I Fool Proof@ifoolproofs
@taktekbum anjiiiiir, coba share juga yg nadiem bilanb trust the giant. asli GEDEK bgt.
Indonesia









