Jean-Maul Sartre retweetledi
Jean-Maul Sartre
12.3K posts

Jean-Maul Sartre retweetledi
Jean-Maul Sartre retweetledi

Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Nathaniel Rayestu@rayestu
Kalau mau tau kenapa tiket pesawat domestik mahal, bisa baca paper LPEM ini lpem.org/repec/lpe/pape…
Indonesia
Jean-Maul Sartre retweetledi

@tempodotco Akhirnya walau rasanya telat tp gpp. Walau gue jg ga terlalu yakin si wowok bakal denger
Indonesia
Jean-Maul Sartre retweetledi

Gw juga ngak berharap Prabowo bakal 2 periode, tapi setelah gw liat2 jadi rada pesimis:
1. Pekerja & Pengusaha MBG itu bisa jadi voting block gede terutama di kabupaten
2. KopDes Merah putih & Pabrik tekstil gede2an danantara yg mau dilaunching bisa jadi lumbung suara
3. Ekspansi besar2an dgn 150 bataliyon baru, 1 kota/kabupaten 1 batalion, ini keluarga militer fix dukung dia
4. Pas Pemilu Bansos bakal ditabur lagi buat rakyat miskin, persis kayak pemilu 2024 yg bikin gerbong mulyono menang
Dan ngeliat dari survey yang dilakukan, per Q1 2026 aja kepuasan buat Bowo diatas 70% semua, padahal kondisinya Rupiah nyentuh 17rb, Kematian Afan Kurniawan karena dilindas mobil Brimob, KLB Keracunan MBG di Bandung & Garut, Sembako makin mahal karena rebutan sama SPPG dan APBN yang cekak dan dana desa dipotong dsb. Ini benar2 aneh karena masyarakat Indonesia bener2 gampang lupa, pemaaf dan permisif bgt.
Gw yakin kalo dia jogat joget lagi trus ditabur beras 10kg bisa menang lagi di 2029 dia.
txt keresahan WNI@KapudS640
Apa ketakutan terbesar Lo? Gua : Prabowo 2 periode. (Sumpah takut) Terus nanti bakal ada peraturan Buat bisa 3 periode Polanya udah keliatan Buruh di rangkul Parpol semua didalam Semua udah dikasih jatah Tiba tiba seumur hidupp
Indonesia
Jean-Maul Sartre retweetledi

Ya gimana ya.... Banyak orang yg dari kecil mindsetnya udah dibiasain terus²an dalam Survival Mode 🥹
Tiap mau explore:
"Dek, jangan nakal..."
"Jangan nangis.."
"Jangan suka coret-coret!"
"Jangan dimainin!"
Tiap mau eksplorasi, dilarang.
Mau ekspresi, disuruh diam.
Sambil diberi ketakutan/ancaman yg intens... dipelototin, diteriakin, atau bahkan disentil, dicubit, yg bikin kita dulu kehilangan rasa aman tiap mau eksplorasi...
Akhirnya ya.. pas gede, energi kita habis cuma buat "menjaga diri" supaya nggak salah langkah, supaya Papa - Mama ngga marah, supaya perasaan orang lain terjaga,
energinya habis untuk memastikan kita tidak melakukan kesalahan atau tidak mengecewakan orang lain
sampai dewasa masih kebawa: lupa gimana caranya lari ngejar mimpi, demi menjaga agar diri kecil kita ini tetap merasa aman 🥹🥹🥹
gara@anggarasamvdr
baca ini sedih banget🥹
Indonesia
Jean-Maul Sartre retweetledi

Salah satu yang menarik:
Kata "sekolah" (dan "school" dalam bahasa Inggris) sebenarnya berasal dari kata Yunani scholē (σχολή) yang artinya "waktu luang" atau "kesenggangan".
Bagi orang Yunani kuno, hanya orang yang punya waktu luang (tidak harus bekerja atau berperang) yang bisa berdiskusi, berfilsafat, dan belajar. Jadi "sekolah" awalnya bukan tempat mengerjakan tugas dan ujian, melainkan waktu istimewa untuk berpikir secara bebas.
Cukup ironis kalau dibandingkan dengan persepsi siswa zaman sekarang yang sering merasa sekolah justru kebalikan dari "waktu luang" 😄
Indonesia
Jean-Maul Sartre retweetledi

Nasib +62:
Di Hari Pendidikan Nasional,
Presiden kirim ucapan lewat Instagram Story.
Gurunya masih nungguin insentif Rp 400 ribu.
2 Mei 2026. Hari Pendidikan Nasional.
Seluruh guru dan murid se-Indonesia bangun pagi,
pakai baju adat,
berdiri di lapangan jam 07.30,
hormat bendera,
terik matahari, dengerin pidato Menteri.
Presiden? Upload Instagram Story. Lanjut weekend.
Bukan lebay.
Bukan hoaks.
Prabowo memperingati Hardiknas 2026 lewat unggahan Instagram Story di akun pribadinya, @prabowo,
pada Sabtu pagi.
Isinya sketsa hitam-putih beliau senyum salamin murid-murid.
Cakep.
Estetik.
Auto banyak yang repost.
Sementara guru honorer yang ada di latar belakang sketsa itu lagi ngitung ongkos motor ke sekolah.
"Tapi kan beliau sibuk, wajar dong."
Wajar.
Kita paham.
Beliau sibuk.
Yang nggak paham adalah kenapa semboyan Ki Hajar Dewantara yang selalu dikutip tiap Hardiknas berbunyi:
"Ing ngarso sung tulodo" artinya
di depan memberi teladan.
BUKAN
"Ing ngarso sung Story" di depan upload konten.
Sekarang mari kita lihat faktanya berdampingan:
Tema Hardiknas 2026 yang ditetapkan pemerintah:
"Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua"
Partisipasi Presiden di Hardiknas 2026:
Satu Instagram Story.
24 jam,
terus hilang.
Partisipasi guru honorer di dunia pendidikan:
20+ tahun.
Nggak bisa dihapus.
Dan ini yang paling bikin senyum kecut:
Insentif guru honorer resmi naik menjadi Rp 400.000 per bulan mulai 2026.
Naik Rp 100 ribu dari tahun lalu. Mendikdasmen menyebut ini sebagai "terobosan baru di pemerintahan Prabowo."
Terobosan.
Rp 400.000.
Sebulan.
Untuk orang yang tiap hari masuk kelas, ngajarin anak orang baca-tulis, nyiapin materi sampe malem, kadang beli spidol dari kantong sendiri.
Rp 400.000 itu bahkan nggak cukup buat bayar bensin PP ke sekolah selama sebulan di kota besar.
Jika seorang guru honorer bekerja 100–120 jam per bulan dengan gaji Rp 500.000, maka pendapatan per jamnya hanya sekitar Rp 4.000 hingga Rp 5.000.
Upah minimum per jam di Jakarta 2026: Rp 33.000+
Jadi guru honorer dibayar 8 kali lebih murah dari standar UMR per jam.
Tukang parkir liar di mal: Rp 5.000 per kendaraan.
Guru honorer: Rp 4.000–5.000 per JAM KERJA.
Kita tidak sedang membandingkan apel dan jeruk. Kita sedang membandingkan apel dan debu.
Tapi tenang,
Presiden sudah ucapkan selamat
Lewat Story.
Yang disappear dalam 24 jam.
Persis seperti janji kampanye soal kesejahteraan guru.
Ki Hajar Dewantara pernah bilang: "Tut wuri handayani"
di belakang memberi dorongan.*
Yang terjadi:
gurunya di belakang,
dapat dorongan angin doang.
*#HariPendidikanNasional #GURUvsBURUH #Hardiknas2026 #NasibGuru #GuruHonorer #Prabowo #Pendidikan #Satir #Indonesia*



Indonesia
Jean-Maul Sartre retweetledi

Aku juga baru tahu bos.
Dahulu, pohon-pohon ini ditanam sebagai “payung alami” untuk melindungi serdadu dan pengangkut logistik dari panas terik. Dipilih karena kuat, berkanopi lebar, berakar kokoh, dan tahan terpaan angin, sekaligus membantu menjaga kondisi jalan. Bahkan buahnya dimanfaatkan sebagai bekal perjalanan.
#Hardiknas2026

Indonesia
Jean-Maul Sartre retweetledi
Jean-Maul Sartre retweetledi
Jean-Maul Sartre retweetledi

Gilak sih ini.
@KemensosRI , Lo kagak salah tulis harga kan..??
Atau jangan-jangan Lo salah beli barang..??
JANGAN SERAKAH..!!
Ini @KPK_RI keterlaluan kalau masih gak bertindak..!!


Indonesia
Jean-Maul Sartre retweetledi
Jean-Maul Sartre retweetledi

Kenyataan bahwa abis orang pada bilang "tidak" dan dia masih bisa bilang, "MBG itu penting," adalah bukti beliau nih tuli terhadap suara masyarakat bahkan secara langsung.
herwin@bangherwin
Prabowo: MBG bermanfaat atau tidak? Buruh: Tidaaaaaaakkk! Gue: 🤣🤌
Indonesia

@idextratime kalo beneran bisa ngalahin henry berarti, untuk assis terbanyakan dalam satu musim pun pemaen arsenal masih di posisi 2
Indonesia

🚨🎙️@StevenRailston: “Bruno Fernandes had plenty of space ahead of him when he picked up the ball to create United's second goal.
“He had Mbeumo on his right-hand side and Sesko to his left as he attacked the box.
“Mbeumo was the logical choice to pick out with a pass. Fernandes dithered and, for a moment, it looked like his hesitation would prove costly, but he was still able to find Sesko, who finished with power.
“Fernandes APOLOGISED to Mbeumo by holding his hands out before embracing Sesko. Mbeumo joined the celebrations, but he wouldn't have been smiling if the chance had been wasted.
“The apology showed the kind of leader Fernandes is in the dressing room. He didn't have to say sorry, given that the move ultimately resulted in a goal, but he understood Mbeumo was also in a brilliant position”. #MUFC [MEN]

English
Jean-Maul Sartre retweetledi
Jean-Maul Sartre retweetledi

Negara tanpa perencanaan, negara tanpa monev, semua suka-suka, impulsif bacotin apa yg ada di kepala. Ga pernah bisa lihat persoalan secara holistik. Masalahnya apa solusinya apa
Kompas.com@kompascom
Presiden RI, Prabowo Subianto, menyiapkan anggaran Rp 4 triliun untuk membangun flyover di atas pelintasan rel kereta api. ~RS
Indonesia

@KapudS640 Mas, mohon dipahami. MBG ini bukan upaya peningkatan gizi, tapi cara rezim buat menang di pemilu berikutnya, buat melanggengkan kekuasaan. Intinya itu, udah.
Indonesia

Apa alasannya makan siang gratis di China efektif sedangkan makan siang gratis di Indonesia masih terbilang belum efektif?
Apakah karena kita baru menjalankan program ini atau karena hal lain?
Bukan, tapi lebih karena Indonesia tidak tau diri.
Coba lihat berapa APBN nya China?
2937.8 miliar dollar.
APBN Indonesia? 102.09 miliar dollar.
Kaga sampe 3 persen nya.
Nah, berapa jumlah penerima "MBG" ala China?
37 juta anak. Dari 291 juta anak sekolah.
Cuma 12 persen anak sekolah di China yang terima "MBG". Kenapa? Karena China fokus di wilayah2 terpencil, wilayah2 yang memang terindikasi ada kekurangan gizi.
Nah mari kita lihat ketololan Pemerintah Indonesia: Berapa target MBG?
20 juta, berapa total siswa? 50 juta siswa.
MBG berniat mencakup 50 persen, atau lebih kalo ikut janji nya presiden.
Sekaragn berapa capaian MBG? baru 8 juta siswa.
Inilan kenapa pemerintah indonesia tidak hanya tolol tapi juga ngga' tau diri. Pemerintah China saja yang bisa dibilang banjir uang, sangat hati2 dalam menjalankan MBG. MBG china tidak dijadikan kampanye politik, MBG china murni didasarkan pada temuan ilmiah, MBG china bersifat terbatas, presisi dengan pengelolaan dan menu kelas dunia.
Dah lah. Dari jumlah aja terlihat bagai langit dan bumi. Ini belum ngomong isi nya.
Mau sampai seribu tahun pun MBG Indonesia tidak akan pernah sebaik china, kenapa? Karena Indonesia MBG sekedar jualan politik, sementara di China MBG adalah kebijakan berbasis ilmiah.


Indonesia







