Mark Kev
2.4K posts


@egajuniar9 @LambeSahamjja Ada aturan standar minimum mahar berdasarkan daerah mereka masing2
Indonesia

@APurnamaja88017 @biasa_aja19 Tp kan di video ini gak ada pegang-pegang.
Indonesia

@biasa_aja19 heran jga, knp di kasi asal pegang.
udh tw boty banci bnyk berkeliaran
Indonesia

Dia temen gym ku, dia cerita udh males banyak yg rekam2. Apalagi sampe ada yg megang2 badan. Udh di fase risih banget katanya.
Yupi@Yupi_Geprek
Masih inget sama mas terang bulan yang sempat viral karena kekar dan cakep itu? Tadi lewat lagi di FYP gue, tapi kali ini dia kelihatan kayak udah nggak nyaman direkam terus sama orang random. Menurut kalian, divideoin orang asing tanpa izin gini masih wajar nggak?
Indonesia

@acknowledgome Tapi Reza Rahadian emang agak ngondek sih
Indonesia

@kompascom Gue bilang apa. Semuanya pada mau kan? Kok pihak terkait gak ada otak ya.
Indonesia

Keluarga Eks Wamenaker Noel Ebenezer Akan Ajukan Pengalihan Tahanan ~RK
Baca di sini: nasional.kompas.com/read/2026/03/2…
Indonesia

@DokterTifa Aliranya sesat mirip muhamadiyah udah lebaran sendiri ya 😌
Indonesia

Ada perjalanan yang tidak perlu dijelaskan kepada manusia,
karena langit telah lebih dahulu memahaminya.
Ada luka yang tidak perlu diceritakan,
karena Allah telah menyaksikan setiap detiknya.
Dan ada langkah-langkah sunyi
yang justru paling dekat dengan-Nya, tetapi sulit didengar telinga manusia.
Di hari Idul Fitri ini,
kita tidak hanya kembali kepada sesama,
tetapi kembali kepada asal kita,
kepada fitrah yang bersih,
kepada hati yang pernah dititipkan tanpa beban.
Namun hidup telah mengajarkan banyak hal:
tentang kehilangan,
tentang kesalahpahaman,
tentang pengkhianatan,
tentang jalan yang harus ditempuh sendiri.
Dan di antara semua itu,
kita belajar satu hal yang paling dalam,
bahwa ketenangan tidak lahir dari dunia yang berubah,
melainkan dari hati yang bersandar penuh kepada-Nya.
Hari ini, kita tidak perlu menjadi sempurna.
Kita hanya perlu kembali.
Kembali dengan hati yang lebih lapang,
meski pernah disempitkan.
Kembali dengan jiwa yang lebih jernih,
meski pernah diliputi kabut.
Karena Allah tidak melihat seberapa keras dunia memperlakukan kita,
tetapi melihat bagaimana kita menjaga hati di dalamnya.
Jika hari ini engkau memilih diam ketika bisa membalas,
memilih memaafkan ketika bisa menyimpan,
memilih berserah ketika bisa mengeluh,
maka di situlah kemenangan itu bersemayam.
Bukan kemenangan yang riuh,
melainkan kemenangan yang tenang,
yang hanya diketahui oleh hati dan Tuhannya.
Semoga setiap langkah yang telah kau tempuh
menjadi cahaya yang menuntunmu pulang.
Semoga setiap doa yang terucap dalam diam
tidak pernah hilang di hadapan-Nya.
Dan semoga, pada akhirnya,
kita semua dipertemukan kembali
dalam keadaan yang lebih bersih,
lebih utuh,
dan lebih dekat kepada Allah.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Taqabbalallahu minna wa minkum
Dengan hati yang rindu kembali,
dr. Tifauzia Tyassuma, M.Sc.
& Keluarga

Indonesia

@Dulibambam @Imade_kun Ya jadi masalah besarlah karena masyarakat bingung dan mereka kesulitan mempersiapkan segala hal.
Indonesia

@Imade_kun Masalahnya Indonesia ikut MABIMS yang sdh punya kesepakatan mengenai penentuan 1 Ramadhan, 1 Syawal dan 1 Dzulhijah, kecuali pemerintah mau memutuskan sendiri. Lagian hal-hal seperti ini sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan, jalani saja sesuai keyakinan masing-masing.
Indonesia

@liputan6dotcom Usul utk @Kemenag_RI ...tahun dpn kalender tidak usah di buat tanggalnya idul fitri kalo msh ada sidang isbat, kasihan masyarakat hrs malam² nunggu hasil sidang, apalagi utk masyarakat Indonesia bagian timur...buang² anggaran saja @setkabgoid @DPR_RI
Indonesia

Tim Rukyat Hilal Kemenag: 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026
liputan6.com/news/read/6301…
Indonesia

@insidefolkative Kita bukan Arab Saudi dan kita bukan Muhammadiyah, kita adalah NU. Ulama NU ulama terbaik zaman ini!
Indonesia
Mark Kev retweetledi
Mark Kev retweetledi

@txtdrimedia Wanjirrr...kek kucing bangsat,gak ada yg cakep lagi.
Indonesia
Mark Kev retweetledi
Mark Kev retweetledi

@detikcom Umur brp ini Jolin. Udah gak muda lagi
Indonesia

Aksi Bintang Taiwan, Jolin Tsai Menari di Atas Ular Raksasa 30 Meter!
Selain itu, konser Jolin Tsai juga memiliki panggung konser yang dihiasi properti bergerak berbentuk banteng, kupu-kupu, hingga babi, yang membuat suasana konser terasa seperti dunia fantasi.
#detikcom
Indonesia

Soto kontol sapi di Wiradesa, Pekalongan ini banyak diburu pembeli. Jadi, penasaran..seperti apa ya rasanya?? 🤔
detik.com/jateng/kuliner…
Indonesia
Mark Kev retweetledi

PERNYATAAN PERS dr. TIFA
“Tudingan Faisal Assegaf sungguh keji dan saya pertimbangkan untuk melaporkan pencemaran nama baik”
Bismillahirrahmanirrahiim.
Atas nama Allah saya bersumpah
1.
Tiga hari lalu saya mencermati adanya pernyataan dari Faisal Assegaf bahwa “rekening kami, Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan DOKTER TIFA harus diperiksa karena menerima sejumlah uang”; dan menyebut bahwa perjuangan saya terkait kajian ilmiah perilaku kebohongan mantan Presiden Jokowi dibiayai atau diarahkan oleh pihak tertentu.
Dengan tenang dan penuh tanggung jawab moral saya nyatakan: klaim tersebut tidak benar!
Tidak ada satu rupiah pun dana dari siapa pun yang saya terima untuk penelitian, sikap, maupun langkah saya. Jika saya melangkah, itu karena saya memegang prinsip bahwa akademisi memiliki kewajiban moral untuk mencari dan menyampaikan kebenaran, bukan menjalankan agenda siapa pun.
Kepada Allah saya berserah diri, menyerahkan langkah, risiko, dan konsekuensi atas apa yang saya jalankan.
2.
Penelitian yang saya lakukan berangkat dari disiplin ilmu yang saya tekuni: Epidemiologi, Ilmu Perilaku dan Neurosains, yang menjadi Ilmu pengetahuan baru bernama Neuropolitika.
Kajian saya bukan berbasis kepentingan politik, kelompok, apalagi dengan pembiayaan eksternal, melainkan berbasis metode ilmiah, literatur, analisis data, dan komitmen akademik.
Bagi saya, kebenaran intelektual tidak dapat dibeli, dinegosiasikan, atau dititipkan. Kebenaran harus ditemukan dengan kerja, diuji dengan data, dan dipertanggungjawabkan dengan integritas, bukan didikte oleh kekuasaan atau narasi.
3.
Saya menghormati hak siapa pun untuk memiliki pandangan atau interpretasi, tetapi saya berharap pernyataan publik tentang saya atau perjuangan yang saya jalankan, dilakukan dengan tanggung jawab etis, faktual, dan tidak mendistorsi realitas.
Sejak awal saya memilih jalan ini bukan untuk mencari posisi, sensasi, atau dukungan materi, tetapi untuk mengingatkan bahwa bangsa ini hanya akan tumbuh kuat jika kejujuran, bukti, dan akal sehat ditempatkan di atas kepentingan pribadi atau kekuasaan. Dengan keyakinan itu saya berjalan, dan insyaAllah akan tetap saya jalani dengan tenang, terhormat, dan konsisten.
Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wani'man nashiir.
Laa haula wala quwwata ila billah.
Salam Takzim
dr.Tifauzia Tyassuma, M.Sc.

Indonesia






















