Justwriter

4.9K posts

Justwriter banner
Justwriter

Justwriter

@masirwanjun

an ordinary people - always try to learn

Katılım Nisan 2013
227 Takip Edilen121 Takipçiler
Justwriter
Justwriter@masirwanjun·
@kenhans03 Koperasi Unit Desa ( KUD ) sdh ada eh bikin yg baru dg nama KDMP
Indonesia
0
0
0
25
Ken Hans
Ken Hans@kenhans03·
Kita ini bangsa yang jago bikin yang baru. Sawah udah ada, malah bikin food estate. Sekolah banyak, malah bikin sekolah rakyat. Posyandu ada, malah bikin MBG. Bukan soal program-programnya jelek atau bagus. Tapi yang bikin sedih: yang udah merawat puluhan tahun, jadi penonton di tempat sendiri
Indonesia
27
260
468
11.6K
Justwriter retweetledi
Engadget
Engadget@engadget·
Malaysia is requiring social networks to implement age verification methods starting on June 1. #Echobox=1779447672" target="_blank" rel="nofollow noopener">engadget.com/2179225/malays…
English
0
10
7
19.5K
titik kumpul wong mumet 🧭
perkenalkan namanya nabila sholihah, siswi sd negeri hargosari, tanjungsari, gunungkidul yang meraih juara pertama kompetisi bahasa & sastra tingkat diy tahun 2025 kemarin, kemampuannya menulis aksara jawa dengan lancar dan rapi menuai banyak pujian dari warganet, bahkan ada warganet yang bilang kalau tulisannya lebih bagus dari ketikan komputer. keren ya 🤩 📱: yunitaarumsari5
Indonesia
95
1.1K
5.3K
126.4K
Justwriter
Justwriter@masirwanjun·
@mocimacamoci Trus display berulang (di display kembali) di area sebelum pintu keluar atau sebelum kasir. Itu akan memancing kita utk yg tadinya sempat menunda utk beli eh jadinya beli juga.
Indonesia
0
0
1
136
Johan
Johan@mocimacamoci·
Niatnya cuma mau beli lampu 200rb, eh pas keluar malah abis 2jt bawa boneka hiu, lilin aroma, sampe alat masak yg gak tau kapan dipakenya. Kok bisa? Selamat datang di Psikologi Labirin IKEA yg jenius banget. Lu harus paham ini biar gak kaget pas liat struk belanjaan nanti. 1. GRUEN EFFECT Rahasia utamanya itu Gruen Effect. IKEA didesain kayak labirin satu arah yg maksa lu ngelewatin hampir 100% INVENTARIS mereka. Bandingin sama ritel biasa yg cuma bikin orang liat 33% barang doang. Lu sengaja dibikin tersesat biar lupa tujuan awal dan mulai belanja impulsif. 2. TIME DISTORTION IKEA jg sengaja menghilangkan jendela sama jam di dalem toko. Tujuannya biar lu kehilangan jejak waktu, ngerasa rileks, dan akhirnya ngeluarin duit lebih banyak tanpa sadar. 3. TEKNIK BULLA BULLA Pernah liat keranjang raksasa isi barang murah yg numpuk berantakan? Itu teknik Bulla Bulla. Tampilan yg acak-acakan ini bikin kesan murah dan micu dopamin krn lu ngerasa lagi berburu harta karun. Ini umpan paling efektif buat belanja tanpa rencana. 4. DIDEROT EFFECT Showroom yg estetik itu bukan cuma buat foto-foto ges, tp buat micu Diderot Effect. Pas liat kasur yg udah lengkap sama bantal, selimut, dan lampu yg serasi, otak kita ngerasa perlu beli semuanya biar tampilan di rumah kelihatan sempurna dan konsisten. 5. IKEA EFFECT Kenapa kita ngerasa bangga banget sama furnitur IKEA padahal rakitnya sampe keringetan? Itulah IKEA Effect. Manusia cenderung ngasih nilai lebih tinggi pada barang yg mereka rakit sendiri krn ada investasi tenaga dan emosional di situ. 6. RESTORAN ADALAH KUNCI Pendiri IKEA pernah bilang: "Lu kaga bisa berbisnis dg orang yg perutnya kosong." Riset nunjukin pelanggan yg makan di restoran IKEA cenderung belanja 2x sampe 4x lebih banyak dibanding mereka yg kaga makan. 7. SUNK COST FALLACY Lokasi toko yg jauh di pinggir kota jg strategi buat micu Sunk Cost Fallacy. Krn udah investasi waktu dan bensin buat perjalanan jauh, lu bakal ngerasa rugi klo pulang kaga bawa apa-apa. Akhirnya barang yg kaga butuh-butuh amat pun tetep dibeli demi membenarkan perjalananmu. Gimana menurut kalian? Pernah ngalamin hal yg sama gak?
Johan tweet mediaJohan tweet media
Indonesia
45
56
279
28.6K
Justwriter retweetledi
Tansu Yegen
Tansu Yegen@TansuYegen·
China just made car tech feel premium, yet the real shock is the price: features rivals chase for years are showing up in everyday models that regular families can still afford 🚗
English
23
68
419
45.6K
Justwriter
Justwriter@masirwanjun·
@LambeSahamjja Bukan utk mengecilkan yg lain, tp dr latar belakang keluarga Ashanti adalah keluarga diplomat. Setidaknya itu mempengaruhi mindset dia apapun profesinya. Ini yg berbeda.
Indonesia
2
0
178
12.1K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys lu pada tau gak, ada hal yang tak terduga waktu sidang doktoral ashanti istri anang hermansyah beliau ditanya profesor sang penguji sidang “Apa sih yang Anda cari dengan program doktoral ini?” Dan jawabannya simpel tapi kena banget: ingin memperlihatkan ke anak cucunya bahwa proses belajar itu gak mengenal batas usia. saya ingin memberi contoh yang baik bagi cucu saya kelak dan jika mereka bertanya setidaknya saya bisa menjawab dengan baik dan benar Jujur ini mindset yang jarang banget. Padahal dia orang yang udah punya karier, keluarga, bisnis, nama besar… tapi tetap mau duduk lagi, belajar lagi, diuji lagi di ruang sidang akademik.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
92
550
10.9K
959.9K
Denis Malhotra
Denis Malhotra@denismalhotra·
Astaga, baru tahu kepanjangan Boti itu Bowo-Tedi.
Indonesia
834
7.6K
32.1K
616.2K
Justwriter
Justwriter@masirwanjun·
@txtharihariWNI Saya pikir hal tsb merupakan perjalanan hidup yg amat berharga bagi kita pun bagi anak2 kita. Disamping belajar mengagumi sebuah mahakarya, juga terus mengembangkan akal budi kita.
Indonesia
0
0
2
1.4K
txt keabsurdan wni
txt keabsurdan wni@txtharihariWNI·
Guys. Anak gw nanya sesuatu di depan Borobudur yang bikin gw diam cukup lama. "Pah, dulu nempelnya pake semen?" Gw ketawa. Karena dari kecil gw juga sering denger mitos yang sama, bahwa batunya direkatkan pakai putih telur. Ternyata dua-duanya salah. Dan waktu gw tau cara aslinya, gw baru benar-benar ngerti kenapa bangunan ini masih bisa berdiri setelah 1.200 tahun. Borobudur terdiri dari sekitar 2 juta batu andesit. Dua juta. Masing-masing batu dipotong, dibentuk, dan dipasang satu per satu. Tanpa blueprint digital. Tanpa laser. Tanpa alat ukur modern yang kita kenal sekarang. Dan semuanya harus presisi. Karena satu batu yang miring sedikit saja bisa bikin seluruh sistem kunciannya gagal. Batu-batu itu tidak direkat dengan apapun. Mereka saling mengunci satu sama lain dengan bentuk yang dibuat sangat pas. Waktu anak gw denger ini, dia diam sebentar lalu bilang pelan: "Orang dulu pinter banget ya, Pah..." Gw cuma bisa ngangguk. Karena gw sendiri ga punya kata-kata yang lebih tepat dari itu. Tapi ada satu hal lagi yang jarang dibahas soal Borobudur, dan ini yang paling bikin gw bengong. Sistem drainasenya. Di dalam struktur candi, ada jaringan saluran air yang dirancang khusus supaya air hujan tidak menggenang dan merusak batu dari dalam. Ratusan saluran kecil tersembunyi di dalam dinding dan lantai, bekerja diam-diam selama lebih dari seribu tahun. Orang abad ke-8 sudah memikirkan manajemen air sebelum bangunannya jadi masalah. Sementara banyak gedung modern yang baru beberapa tahun berdiri sudah bocor di sana-sini karena saluran air yang kurang diperhitungkan. Momen seperti ini yang selalu bikin gw senang ngajak anak jalan-jalan ke tempat bersejarah. Karena sejarah jauh lebih mudah masuk ketika dilihat langsung, bukan dibaca dari halaman buku teks yang kering. Kita sering tanpa sadar menganggap orang zaman dulu kurang canggih. Kurang pintar. Kurang modern. Padahal teknik yang mereka pakai, sampai hari ini, masih membuat para ahli bangunan dan arsitek modern geleng-geleng kepala. Tidak ada alat berat. Tidak ada komputer. Tidak ada mesin pemotong batu yang presisi. Tapi yang mereka hasilkan bertahan jauh lebih lama dari banyak bangunan yang dibangun hari ini. Mungkin yang berbeda bukan kemampuannya. Tapi kesabaran dan presisi yang mereka miliki, yang mungkin perlahan mulai kita tinggalkan. Kalau ada yang belum pernah ke Borobudur, gw serius merekomendasikan untuk pergi sekali seumur hidup. Bukan hanya untuk foto. Tapi untuk berdiri di depannya, mendongak ke atas, dan menanyakan satu pertanyaan sederhana ke diri sendiri: "Ini dibangun gimana?" Karena pertanyaan itu saja sudah cukup untuk jadi pelajaran yang tidak akan dilupakan anak kamu sampai besar. Dan mungkin, tidak akan kamu lupakan juga. sc : yogsiwijaya(threads)
Indonesia
43
590
4K
238.7K
Justwriter
Justwriter@masirwanjun·
@BosPurwa No Resource Exploitation but Resource Enrichment.
Français
1
0
2
413
King Purwa
King Purwa@BosPurwa·
Hampir 1 jam belio diem, matanya terpejam sesekali terbuka, usianya 96 tahun 8 Juni 2026 besok. Tapi mendadak BRINGAS ketika bicara masalah lingkungan hidup. Video ekslusif krn gw sendiri yg ambil. Prof Emil Salim.. Esensi pembangunan berkelanjutan!
Indonesia
66
2K
10K
574.4K
Justwriter retweetledi
MotoGP™🏁
MotoGP™🏁@MotoGP·
Veda Pratama keeps racking up the Top 6s 👏 #FrenchGP 🇫🇷
English
103
1K
4.5K
137.1K
Justwriter
Justwriter@masirwanjun·
@Hidupsebagai62 Kayaknya kalo Ki Hajar Dewantara sekarang masih hidup. Beliau akan sedih. Kita yang sudah hampir 81 tahun merdeka tapi kita belum bebas sepenuhnya dari buta huruf.
Indonesia
1
0
2
84
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
DATA BERKATA : PENDIDIKAN INDONESIA KETINGGALAN JAUH BAHKAN DARI ZIMBABWE, PADAHAL MALAYSIA DULU BELAJAR KE KITA VIETNAM BARU BEBAS KONFLIK 30 TAHUN SETELAH KITA MERDEKA ZIMBABWE YG KATANYA NEGARA OLOK-OLOKAN, WARGA MELEK HURUF NYA DIATAS INDONESIA Berdasarkan data Dukcapil Kemendagri, inilah kondisi pendidikan terakhir 280 juta orang Indonesia: Belum atau tidak pernah sekolah: 23,61 persen Tidak tamat SD: 11,14 persen Tamat SD: 23,4 persen Tamat SLTP: 14,54 persen Tamat SLTA: 20,89 persen D1-D3: 1,69 persen S1 Sarjana: 4,39 persen S2 Magister: 0,31 persen S3 Doktor: 0,02 persen Profesor: 0,002 persen Artinya, hampir 70 persen penduduk Indonesia pendidikan terakhirnya tidak sampai SMA. Dan dari seluruh penduduk, hanya sekitar 6,4 persen yang pernah menginjak bangku perguruan tinggi dalam bentuk apapun. Jika kamu memegang ijazah S2, kamu masuk ke dalam 0,31 persen dari 280 juta orang. Itu sekitar 868.000 orang saja dari seluruh Indonesia. Dan kalau ada yang bilang "banyak yang S2", jawaban yang paling tepat adalah: tidak, tidak banyak sama sekali. BAGAIAMANA NEGARA LAIN? MALAYSIA Negara tetangga yang dulu belajar dari Indonesia ini sudah jauh meninggalkan kita dalam hal pendidikan tinggi. Sekitar 43 persen warga Malaysia memegang gelar sarjana, dan sekitar 9 persen memiliki gelar master. Gross enrollment rate perguruan tinggi Malaysia sudah menyentuh 41 persen, nyaris sama dengan rata-rata dunia. Jumlah total lulusan universitas Malaysia mencapai hampir 6 juta orang pada 2024, dengan tingkat pengangguran lulusan hanya 3,2 persen. Universitas Malaysia (UM) sudah ada di peringkat 65 dunia versi QS 2024. Indonesia? UI ada di sekitar peringkat 200-an. Malaysia punya 43 persen sarjana. Indonesia punya 4,39 persen. Selisihnya hampir 10 kali lipat. VIETNAM Ini yang seharusnya paling menampar. Vietnam, negara yang baru pulih dari perang besar pada 1975, kini sudah memiliki sekitar 11,3 persen populasi usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal sarjana. Angka ini 2,5 kali lipat lebih tinggi dari Indonesia. Tingkat melek huruf Vietnam sudah di atas 95 persen, salah satu tertinggi di Asia Pasifik. Pemerintah Vietnam mematok target kenaikan enrollment universitas 10 persen per tahun dan mengintegrasikan standar pendidikan mereka ke level global. Vietnam juga sudah menjadi negara pengirim mahasiswa ke luar negeri terbesar di Asia Tenggara, dengan lebih dari 137.000 pelajar studi di luar negeri setiap tahun. Negara yang dulu kita bantu dengan beras, kini mengirim lebih banyak orang belajar ke Amerika, Jepang, dan Australia dibanding kita. ZIMBABWE Di sinilah perbandingan yang paling mencengangkan. Zimbabwe adalah salah satu negara termiskin di dunia, dengan PDB per kapita hanya sekitar 1.200 dolar AS. Ekonominya pernah hancur lebur dengan inflasi yang mencapai triliunan persen. Tapi tingkat melek huruf Zimbabwe tercatat 89 hingga 93 persen, lebih tinggi dari Indonesia yang berada di kisaran 96 persen, tapi dengan populasi yang jauh lebih kecil dan infrastruktur yang jauh lebih buruk. Yang lebih mengejutkan, 85 persen anak Zimbabwe memang tidak menyelesaikan SMA karena kemiskinan ekstrem, namun mereka yang berhasil masuk universitas sangat serius mengejar gelar karena itu satu-satunya jalan keluar dari kemiskinan. Literasi dan semangat belajar tinggi justru lahir dari ketiadaan pilihan lain. Zimbabwe miskin tapi haus pendidikan. Indonesia kaya sumber daya tapi lebih dari separuh penduduknya belum tamat SMP. Presiden Jokowi sendiri pernah mengaku kaget ketika mengetahui data ini di Forum Rektor Indonesia pada Januari 2024. Ia menyebut angka S2-S3 Indonesia sangat jauh di bawah Vietnam dan Malaysia yang sudah di angka 2,43 persen, sementara negara maju rata-rata di 9,8 persen. Jadi kalau ada yang masih berani berkata "banyak yang S2 bukan cuma kamu" kepada seseorang yang baru wisuda magister, tunjukkan data ini. Karena dari 280 juta orang Indonesia, hanya 868.000 yang ada di posisi yang sama.
Hidup sebagai +62 tweet mediaHidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
34
261
569
15.9K
Denni Sauya
Denni Sauya@denni_sauya·
⁉️⁉️ Ndasmuu Kocakkk
Denni Sauya tweet media
Türkçe
49
173
576
19.2K