nav
3.9K posts

Sabitlenmiş Tweet
nav retweetledi

Gue bukan ahli perpajakan
Tapi serius gue bertanya
Kenapa ya buku itu jadi objek pajak?
Padahal, buku itu:
Bukan barang mewah
Bukan barang tersier
Bahkan punya fungsi pendidikan..
Contohnya nih, bacaan seperti fiksi dan novel itu melatih kemampuan imajinasi pembaca..
Atau bacaan populer yang justru membangun kebiasaan membaca.
Nah yang menariknya..
Hanya beberapa buku yang bebas pajak:
- buku agama, kitab suci dan buku pelajaran umum menurut PMK 5/2020.
Di luar itu malah dikenakan pajak. Kenapa ada pembedaan seperti ini?
Padahal, kalau negara serius ingin meningkatkan literasi...
Semua jenis buku jangan dipajakin. Kalau harganya lebih murah, makin banyak yang membeli buku.
Penerbit senang, penulis juga untung (apalagi kalau besaran loyaltinya memihak penulis)
Daripada rakyat asyik nonton video pendek,
Apa ga lebih baik rakyat jadi suka baca buku?
FOTO: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

yura delita@yuradelita
🇮🇩 Pajak buku di Indonesia : 12% 🇲🇾 Pajak buku di Malaysia : 0% 🇬🇧 Pajak buku di Inggris : 0% 🇮🇳 Pajak buku di India : 0% Di mana bumi dipijak, di situ rakyat dipalak 🙏🏻
Indonesia
nav retweetledi
nav retweetledi
nav retweetledi
nav retweetledi
nav retweetledi
nav retweetledi
nav retweetledi

nav retweetledi

Percumah belajar kompas kalo yang rusak kompas moralnya.
Txt dari Drama Sosmed@fuhrerniq
COKKK BELAJAR KOMPASS😭😭😭 “pak gula pasir dimana, ya?” “di 11°LU 16°BT 132°LS 1267°BT Buk
Indonesia
nav retweetledi
nav retweetledi
nav retweetledi

Kalau kayak gini mah kelihatan banget kalau:
1. Aldi Taher akan selalu mencari spotlight, tak peduli seberapa hinanya pun, agar dia selalu bisa jualan. Terakhir ya bagaimana dia menghina dina Baskara karena menolak pendiskriminasian berdasarkan orientasi seksual.
2. Aldi Taher tak benar-benar peduli dengan produk yang dia jual. Selama masih ada yang beli dengan asas yang awalnya "kasihan," lalu ke "penasaran," dia akan terus jualan. Dia akan terus berganti produk entah sampai kapan.
Apakah salah? Kalau cuma dari kacamata penjual, ya tidak. Dia hanya mencari cuan sebesar-besarnya, at whatever cost.
Tapi coba lihat dari sisi konsumen. Kemarin baru ketemu ayam goreng yang masih mentah. Ketika burgernya masih ngehype, kesegaran bahan bakunya jadi pertanyaan. Apakah produk seperti ini layak jual dan konsumsi? Tidak.
Kita semua butuh uang, tapi apakah cara mendapatkan uang kita sudah etis?
Txt dari Kuliner@txtdrkuliner
Aldi Taher juga buka usaha jualan mochi bernama Aldi’s Mochi di daerah Sukabumi 🍡
Indonesia
nav retweetledi
nav retweetledi
nav retweetledi

If they weren’t white, the caption would’ve been very different.
Ezzy@ezzyskii
Honestly it’s a flex that your cities are clean enough to do this
English
nav retweetledi
nav retweetledi
nav retweetledi
nav retweetledi

I’d be concerned if my therapist is not from UI
dio@whatwordbro
lmao lmao cara berpikir org tuh gimana sih
English
nav retweetledi

gua ga terima tiap wni ngomong “menerima perbedaan bukan penyimpangan” hal sesimple warna kulit aja msih bs rasis btw
;@txtdarimaskael5
"kami menerima perbedaan..." WKWKWKWK
Indonesia























