MS Thalut

8.1K posts

MS Thalut banner
MS Thalut

MS Thalut

@massalahuddin

Jalan-jalan dan Membaca

Batu, Indonesia Katılım Ağustos 2010
383 Takip Edilen226 Takipçiler
MS Thalut retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada momen di podcast Curhat Bang Denny Sumargo yang menurut gue paling menggetarkan dan paling menyentuh yang pernah gue dengar dari siapapun yang keluarganya terjerat kasus hukum. Franka Makarim istri Nadiem bicara untuk pertama kalinya di depan kamera. Dan cara dia bicara menurut gue jauh lebih keras dari tuntutan 27 tahun yang dilempar ke suaminya. Satu fakta yang perlu diingat dulu sebelum membaca ini: Nadiem Makarim adalah lulusan Harvard. CEO startup termuda yang pernah masuk daftar paling berpengaruh di Asia Tenggara. Meninggalkan semua itu untuk jadi menteri. Dan berdasarkan catatan pajak pribadinya hartanya tidak bertambah selama menjabat. Justru berkurang. PPATK sudah memeriksa. Tidak ada aliran dana ke Nadiem dari siapapun. Dari vendor, dari Google, dari PT manapun. Nol. Tapi dia masih ditahan 8 bulan. Dituntut 27 tahun. Dengan uang pengganti Rp5,6 triliun yang diambil dari nilai IPO Gojek di SPT pajak bukan dari uang yang pernah dia terima. Dan di tengah semua itu Franka pasang badan: Franka bukan tipe orang yang sering muncul di publik. Selama hampir satu tahun dia diam. Menjaga empat anak. Hadir di setiap sidang. Menemani dari kejauhan. Dan ketika dia akhirnya bicara yang pertama dia katakan bukan pembelaan. Tapi pertanyaan: "Jadi kejahatan suami saya apa?" Yang paling miris momen anak-anak yang tidak mengerti: Franka cerita soal putrinya yang berumur lima tahun. Satu hari setelah jam kunjungan habis anaknya berdiri di pojok lobi, menangis, dan bertanya: "Kenapa Siera enggak bisa nginep di sini sama Dada? Emang Dada enggak punya tempat tidur di situ?" Dia tidak mengerti kenapa ayahnya harus tinggal di sana. Dia pikir ayahnya hanya menginap saja. Dan Franka tidak bisa menjelaskan kenapa. Karena memang tidak ada penjelasan yang masuk akal untuk anak usia lima tahun soal mengapa seorang ayah ditahan untuk sesuatu yang tidak pernah bisa dibuktikan. Yang paling mengena dari seluruh obrolan ini: Franka ditanya: seberapa jujur Nadiem di matanya dalam skala 1 sampai 10? Jawabannya: 10. Tidak ada bohong satu pun. Dan dia kasih bukti yang sangat konkret: Nadiem selama 20 tahun hanya punya satu nomor HP. Tidak pernah ganti. Tidak ada yang perlu disembunyikan. "Siapapun bisa lihat. Anak buahnya bisa buka. Istrinya bisa buka. Everybody can access that." Fakta persidangan yang perlu diketahui publik: Pertama — grup WA yang disebut berulang kali sebelum penangkapan sebagai bukti perencanaan korupsi? Tidak pernah masuk ke dakwaan. Tidak ada. Kedua — Nadiem hanya hadir satu kali rapat sebelum pengadaan. Dan yang dia bilang hanya: " Teruskan." Dia tidak menandatangani persetujuan pembelian apapun. Ketiga — 800 miliar yang dituduhkan masuk ke Nadiem? Di persidangan dibuktikan itu adalah transaksi internal antar PT di dalam GOTO untuk persiapan IPO masuk dan keluar di hari yang sama. Bank statement dari Citibank menunjukkan nol aliran ke individu manapun. Keempat — harga Chromebook yang dituduh kemahalan? Vendor, reseller, dan distributor semua bersaksi bahwa harga yang dinilai wajar oleh BPKP dalam audit adalah harga yang akan membuat mereka rugi kalau dijual di angka itu. Artinya harga pengadaan sebenarnya sudah kompetitif. Kelima — petinggi Google dari seluruh dunia bersaksi secara online selama 11 jam. Sukarela. Membantah seluruh tuduhan kongkalikong yang ada di dakwaan. Yang paling tidak adil dari seluruh proses ini: Jaksa menghadirkan 55 saksi dengan 7 ahli selama 3,5 bulan. Tim Nadiem baru mulai pembelaan satu minggu lalu proses tiba-tiba mau dihentikan dan langsung masuk tuntutan. Franka bertanya dengan sangat tenang tapi sangat keras: "Apakah sebagai orang yang dituduhkan, yang hidupnya diambil dan ditangkap sebelum terbukti — kok tidak mendapatkan kesempatan yang sama?" Ada orang yang meninggalkan posisi luar biasa di sektor swasta untuk melayani negara. Hartanya berkurang selama menjabat. Tidak ada satu sen pun aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke rekeningnya. Saksi-saksi di persidangan membantah tuduhan satu per satu. Perusahaan teknologi global dari seluruh dunia rela bersaksi 11 jam untuk meluruskan faktanya. Tapi dia masih dituntut 27 tahun. Dan istrinya sekarang harus menjawab pertanyaan anak berumur lima tahun: kenapa Dada tidak bisa pulang? Kalau sistem hukum kita tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang jujur maka yang sedang kita saksikan bukan penegakan hukum. Itu adalah sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari korupsi yang dituduhkan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
113
2K
5.2K
177.9K
MS Thalut
MS Thalut@massalahuddin·
@madHink @barellahair Ya kalau gitu seperti yang dikatakan petinggi gojek, pakai sistem karyawan. Tapi ada konsekuensinya, jumlah driver gak sebanyak sekarang. Artinya, ada mitra yang harus terpaksa diputus.
Indonesia
0
0
1
755
Johnny Dogs
Johnny Dogs@madHink·
Pekerjaan yg ga ada uang transport, ga ada gaji tetap, ga ada askes, ga ada jaminan kecelakaan, ga ada asuransi kendaraan, ga ada jaminan hari tua, ga ada jamsostek, dan dieksploitas untuk selalu ngaspal kalau ngga akun jd anyep itu?
MANTO@KangManto123

Fakta

Indonesia
371
323
1.5K
275.9K
souless
souless@souless9214·
@taktekbum Betapa goblognya anak muda kayak lu. Lu cuma liat sepotong dari gambaran besar. Dengan memenjarakan nadiem sama aja kita menyerahkan masa depan bangsa ke pejabat2 birokrat korup yang menolak kebaruan. Gobloggg poll
Indonesia
9
0
8
4.8K
Tach Tech Boom
Tach Tech Boom@taktekbum·
Sudahlah, that guy is not a saint. Kalau memang salah secara hukum ya memang harus dihukum. The fact uji coba sebelumnya gagal dan setelahnya tetap dipaksakan dengan segala argumen bahkan ada chat dari staffnya yang nyebut "what they can offer in return" sih udh something
Indonesia
32
222
919
74.4K
CatatanAli7
CatatanAli7@Catatan_ali7·
Gua Berempati sama nadiem makarim Gua sedih lihat dia dikriminalisasi Tapi gua juga marah sama dia pendidikan indonesia rusak salah satu sebabnya karna dia
Indonesia
204
3.5K
29.2K
743.1K
Cinta Laura Kiehl
Cinta Laura Kiehl@xcintakiehlx·
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu. Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu". Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan." Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata? Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri. Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya. Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa? Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
Indonesia
265
12.9K
28.7K
412.2K
MS Thalut retweetledi
goenawan mohamad
NADIEM Saya mengikuti proses pengadilan Nadiem dan terperangah mendengar orang yg jelas tak bersalah ini dituntut 18 tahun pénjara. Saya tak sendirian Jaksa membuktikan -- dan tak cûma kali ini -- dan kita saksikan dgn sedih -- betapa NKRI benar negara gagal. Gagal menegakkan keadilan Dan jaksa menyusun tuntutannyz dengan enteng -- sikap seperti terbiasa melakukan kezaliman. The banality of evil.
Indonesia
153
468
1.4K
57.1K
MS Thalut
MS Thalut@massalahuddin·
@Hnirankara Woi … 1 atau 2 video viral tidak mewakili populasi secara umum. Gimana dengan data ini?
MS Thalut tweet mediaMS Thalut tweet media
Indonesia
2
0
3
1.1K
Mas Hara
Mas Hara@Hnirankara·
Terlepas perkara korupsi/tidaknya Nadiem, gue akuin kalo pendidikan di Indonesia makin menurun ketika Nadiem jadi Mendikbud. Kalian pikir anak2 sekolah yang viral karna ga bisa berhitung itu, gak disebabkan oleh kurikulum busuknya Nadiem? Murid diharuskan naik kelas, ga peduli mereka dah jago calistung apa belum.
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91

"Kebijakan itu disebut membuat Google menjadi satu-satunya penguasa pengadaan laptop pendidikan di ekosistem teknologi pendidikan nasional." Kalau temen-temen tidak memahami bahaya dari kalimat di atas, saya utaskan tulisan lama saya di Tempo, tahun 2022: -Utas-

Indonesia
81
208
595
145.6K
CatatanAli7
CatatanAli7@Catatan_ali7·
Terlepas dari kasus yang menjeratnya benar atau salah Tapi menurut gua NADIEM MAKARIM adalah menteri Pendidikan terburuk sepanjang sejarah
Indonesia
137
293
3.4K
446.1K
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
"Kebijakan itu disebut membuat Google menjadi satu-satunya penguasa pengadaan laptop pendidikan di ekosistem teknologi pendidikan nasional." Kalau temen-temen tidak memahami bahaya dari kalimat di atas, saya utaskan tulisan lama saya di Tempo, tahun 2022: -Utas-
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
102
357
1K
485.4K
MS Thalut retweetledi
Virdian Aurellio
Virdian Aurellio@virdianaurellio·
Melawan fitnah Jaksa langsung di daerah 3T. Chromebook faktanya dapat digunakan. Kami cross check langsung faktanya di Kecmatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur Bebaskan Nadiem dan Ibam! Kriminalisasi seperti ini hanya membuat Indonesia semakin tidak aman untuk orang muda!
Indonesia
198
5.7K
14.1K
159.8K
Fpl.Learner
Fpl.Learner@LearnerFpl·
@zanatul_91 Beh masih aja mas mas… fokusnya di pengadaan. Malah ke mana2. Saya apresiasi rekam jejak sampeyan di pendidikan. Tapi mhn maaf, ini ga nyambung
Indonesia
1
0
6
448
Embun Pagi💧💧
Embun Pagi💧💧@_riverheaven·
Kerja MUI apa saja? Jelas-jelas minuman tersebut mengandung babi tapi ada label HALALnya? 😱😱😱😱
Indonesia
496
1.5K
4.7K
910K
MS Thalut
MS Thalut@massalahuddin·
@ardisatriawan Tergantung ikut Organisasi dan Komunitas apa gurunya: yang satu yang paling tua diam, yang satu lagi pecahan yang paling tua banyak kontranya, yang komunitas pasti banyak mendukung.
Indonesia
0
0
0
1.9K
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Jadi di kasus Chromebook. Techbro cenderung dukung Ibam. Guru sebaliknya. Ada yang bisa jelaskan kenapa?
Indonesia
143
206
1.9K
323.2K
Aiman Abdullah
Aiman Abdullah@Cinkrangers·
@massalahuddin @hadimaster65555 Rapot pendidikan ga menggambarkan hasil pendidikan. Modal ANBK yg ngga jelas parameternya apa. Sekolah dkasi hasil doang, ga ada evaluasinya, kita ga dapat hasil individu siswa, jd ga tau apa yg mau dperbaiki
Indonesia
1
0
2
196
Raden Muhammad Hadi
Raden Muhammad Hadi@hadimaster65555·
Dalam perspektif teknologi pendidikan, kesejahteraan guru (gaji, fasilitas, training, dll) lebih utama dibandingkan implementasi teknologi itu sendiri. Bahkan jika ada kebijakan penerapan teknologi untuk pendidikan maka yang diperhatikan bukan hanya muridnya mendapatkan teknologi terbaik tapi juga apakah teknologi yang dibuat/disediakan dapat membantu guru meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar, membantu guru mengurangi workload rutin dan tidak perlu sehingga peran guru bisa lebih kuat untuk fokus membina human capital. Temen-temen tech sepertinya perlu baca-baca buku atau perspektif soal "teknologi pendidikan", jangan berhenti di "teknologi" saja agar bisa memahami perspektif guru (dan siswa). Kalau cara berpikirnya kayak gitu, pendidikan gak maju-maju walau teknologinya maju. Dan perlu tau bahwa "teknologi" dalam "teknologi pendidikan" itu ga perlu laptop. Radio, buku, bahkan papan tulis sekalipun itu tetep terhitung "teknologi pendidikan".
Indonesia
9
173
314
21.3K
MS Thalut
MS Thalut@massalahuddin·
@abulmuzaffar10 Bener stop MBG, berikan pada anak-anak yang benar2 membutuhkan saja. Dan, pendirian sekolah itu adalah wewenang pemerintah daerah. Jadi kalau gak ada political will dari pemerintah daerah, menteri juga gak bisa buat apa2.
Indonesia
0
0
0
181
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Ga gitu.. Duit kita terbatas Lu ga bisa ngerjain semuanya.. Kita ga usah ngomong chromebook dan gaji guru dulu deh. Banyak loh desa dan kampung di Indonesia yang ga bisa mengakses SMP-SMA bahkan SD karena terbatasnya jumlah dan daya tampung sekolah. Harusnya sih sebelum kita main ke alat teknologi yang tersier, fokus dulu ke dasar dari pendidikan: Apakah itu? Kesejahteraan dan kualitas guru Fasilitas dasar sekolah Biaya sekolah terjangkau dan gizi pelajar..
Indonesia
11
32
155
6.4K
MS Thalut
MS Thalut@massalahuddin·
@hadimaster65555 Tinggal lihat Rapor Pendidikan aja … grafiknya secara umum naik kok, bahkan kalau ditrace dari 2021 2025 lumayan tuh hasilnya… coba download di laman Kemendikdasmen
MS Thalut tweet mediaMS Thalut tweet media
Indonesia
2
0
0
254
Raden Muhammad Hadi
Raden Muhammad Hadi@hadimaster65555·
Bagus itu, nah tinggal diukur, apa dampaknya terhadap dunia pendidikan kita? Misal, apa dampaknya terhadap kesejahteraan guru? Apakah makin memudahkan pekerjaannya atau malah mempersulit karema aplikasinya kebanyakan? Apakah terdapat peningkatan prestasi misal dari skor PISA atau at least berdasarkan assesment nasional pada sekolah-sekolah yang diberikan fasilitas apa nggak? Kalau outputnya OK, saya apresiasi, tapi kalo ga ada pengaruhnya maka perlu dianalisis masalahnya dimana? Metode pedagogi untuk menggunakan alatnya ga siap kah? Pelatihannya kurang kah? Perlu dicari variabel "T" nya sehingga kita bisa intervensi dampak jeleknya
Indonesia
2
0
18
1.3K
MS Thalut
MS Thalut@massalahuddin·
@itsurboihyl Gak wajib ya … yang wajibin itu biasanya pemerintah daerahnya. Tapi kalau istri ente pembelajar mesti tau lah bahwa action learning itu powerful buat ningkatin kompetensinya. Jadi gak bisa tuh joki buat sekedar nyelesaikan tugas2 di PMM.
Indonesia
1
0
1
232
HyL
HyL@itsurboihyl·
Dulu istri sampe sumpek dan bilang "Benernya guru ini tugasnya bikin video bukti "kerja nyata" PMM apa ngajar dan didik sih" Dibelain begadang, sabtu minggu depan laptop cuman buat ngisi data2 untuk pekerjaan anda dan temen2 shadow anda Yang sekarang ga tau juga gunanya apa
Indonesia
2
19
75
3.4K
HyL
HyL@itsurboihyl·
Halah halah Anda membela diri dalam kasus chromebook itu hak anda Tapi bernarasi seperti ini menjijikkan juga lama2 Guru2 dan keluarga guru tau betapa stressnya dan membebaninya aplikasi2 anda Bisa dilihat disini hasil penelitian tahun 2024 di jabar 74% guru merasa terbebani
HyL tweet mediaHyL tweet media
Ibrahim Arief@ibamarief

Alhamdulillah, kejujuran ngga bisa dihalangi. Pesan dari seorang guru minggu lalu, beri kami ketenangan di tengah berbagai narasi yang diputarbalikkan. Dari app guru sampai magang kampus merdeka, semua bukan proyekan tapi untuk bantu Indonesia. 🇮🇩 Semoga semakin banyak yang berani bicara tentang dampak nyata aplikasi yang Ibam dan timnya bangun dengan tulus, walau identitas mereka perlu kami lindungi agar tidak ikut diserang.

Indonesia
21
103
347
25.8K