Ar

28.9K posts

Ar banner
Ar

Ar

@masteriwagra

Netizen ber-neptu 18 | bioinformatics-snob | virologist | dekan kesayanganmu

Virus Realm Katılım Kasım 2011
487 Takip Edilen281 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Ar
Ar@masteriwagra·
Di pengantar disertasiku, aku ingin mencantumkan quote dari Newton : "If I have seen further, it is by standing on the shoulders of giants"
English
1
4
8
0
Ar
Ar@masteriwagra·
faktanya banyak lulusan ilmu murni dan terapan yang nggak bisa jawab tantangan dan kebutuhan industri. Come on, Sir. Ayo kita akui bersama bahwa riset akademik di RI jarang punya orientasi menjawab masalah pada ranah praktikal alias hanya jago di lembar jurnal.
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan

Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.

Indonesia
0
0
0
38
Ar
Ar@masteriwagra·
perang ideologi (lagi)?
Ar tweet media
Indonesia
0
0
0
14
Ar
Ar@masteriwagra·
now I ask you 1. gimana kalau ternyata Epstein document itu adalah semacam alat kontrol dominasi US secara global? 2. gimana kalau R20 2026 itu adalah kendaraan US untuk memenangkan hati Global South dg image anti-sekuler dan pro-faith?
Indonesia
1
0
0
16
Ar
Ar@masteriwagra·
nyoba sharing pikiran random soal geopolitik dengan AI bikin terkejut. sekaligus bikin khawatir beneran udah akhir zaman ini wkwkwk
Indonesia
1
0
0
16
Ar
Ar@masteriwagra·
kalau beneran kejadian WW3, apa yang akan kalian lakukan?
Indonesia
0
0
0
31
Ar
Ar@masteriwagra·
Ada tokoh bilang bahwa gabungnya Indonesia ke BoP ini adalah aksi nyata Indonesia di platform internasional untuk perdamaian di Palestina. Apa pernyataan beliau itu benar sesuai fakta?
Indonesia
0
0
0
28
Ar
Ar@masteriwagra·
@ainunnajib tapi bukankah konsep humanitarian islam yg digencarkan bbrp waktu ini oleh Gus Yahya akhirnya bermuara ke NU milik semua orang, Kang? Disebut NU lebih besar dari entitas sosial politik manapun, mosok dibatasi kode referral sih? Apa nggak malah bikin putus koneksi grassroot-elit?
Indonesia
0
0
1
239
Ar
Ar@masteriwagra·
lebih setuju kampus kolaborasi sama peneliti industri sbg dosen praktisi sih...
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Breaking News terasa belum bisa move on dari kampus, Kepala @brin_indonesia , Prof. Arif Satria membuka opsi untuk memberikan jabatan fungsional peneliti di perguruan tinggi sebagai upaya untuk memperkuat riset-riset di perguruan tinggi. Coba tebak, kampus yang jadi role modelnya? yak, betul IPB. kasian rektor IPB, kena cawe². apakah konsepnya akan seperti Dosen @PNS_Ababil Kopertis, yang ditugaskan di PTS? here we go ! antaranews.com/berita/5301031…

Indonesia
0
0
0
34
Ar
Ar@masteriwagra·
Tentu saja NU harus dipimpin Kyai yang punya akar kebudayaan yang kuat sehingga punya "keramat" sebagai insan kamil. dan tentu saja bukan tokoh yang sekedar "cosplay" ulama.....
Indonesia
0
0
0
72
Ar
Ar@masteriwagra·
in the last day, she told me : in 5 years I will retired. You will continue this study and collaborate with someone else. But for now, let's finish this project to pave the milestone for your country
English
0
0
0
31
Ar
Ar@masteriwagra·
Habis makan siang, ngopi lagi. Kalau Jumat, sesudah makan siang ngajak ngobrol film dan pameran. Sering banget menyarankan film-film festival Cannes yang aku sendiri gatau nontonnya di mana.
Indonesia
1
0
0
51
Ar
Ar@masteriwagra·
Ada cerita lucu soal ngelab di sini. Partner ngelabku pas mau cek hasil PCR bilang gini "If this one fail, I and you must take another virology class." Asal udah jam 11 pagi, di tengah ngelab "I will take the coffee, you want?" Padahal beliau ini bukan sembarang beliau. Respect
Indonesia
1
0
0
72
Ar
Ar@masteriwagra·
perbincangan di lab kemarin, selain perkara isu usia pensiun, politik Perancis, juga soal bagaimana para scientist punya tanggung jawab mempersiapkan generasi scientist berikutnya. saat ini, aku melihat diriku sebagai protege, suatu saat aku juga harus mempeersiapkan protege
Indonesia
0
0
0
25
Ar
Ar@masteriwagra·
selalu mencoba ingat bahwa ilmu kita, setinggi apapun, sehebat apapun itu ibarat hanya aksesoris temporer di dunia.
Indonesia
1
0
0
35
Ar
Ar@masteriwagra·
Tiap ketemu mahasiswa, mereka mencoba mencium tanganku dan aku selalu menolak jika mereka cium tangan.
Indonesia
1
0
0
45