Meskipun memiliki prestasi yang gemilang, Handika mengakui bahwa dirinya bukanlah seseorang yang ambisius. Ia merasa dirinya sama seperti mahasiswa pada umumnya.
Sumber : detik.com
Karya-karya yang telah dihasilkan oleh Dika cukup beragam, termasuk 8 buku ISN, 3 modul, 29 hak kekayaan intelektual (HKI), 5 paten terdaftar, 24 sertifikat hak cipta, 54 artikel di Google Scholar, dan 17 artikel di Scopus.
#KisahInspiratif
Handika Dany Rahmayanti berhasil menyelesaikan pendidikan S3 atau Doktor di usianya yang baru 24 tahun. Karena pencapaiannya itu, Handika dinobatkan sebagai peraih gelar Doktor Fisika termuda tahun 2021 oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).
Mahasiswa baru dari berbagai daerah merasa senang dan bersyukur diterima di FEB UGM, beberapa di antaranya merasa terbantu dengan beasiswa.
Sumber : ugm.ac.id
Halo #PejuangPTN
FEB UGM menerima 568 mahasiswa baru, terdiri dari 423 mahasiswa reguler dan 145 mahasiswa kelas internasional. Sekitar 60% mahasiswa reguler mendapatkan beasiswa, dan 1 dari 5 mahasiswa baru tidak membayar UKT.