Satrio Herlanto

4.5K posts

Satrio Herlanto banner
Satrio Herlanto

Satrio Herlanto

@matakata_

IG : satrio_saqha 👌 Dalam kata; aku melihatmu, kau merasakanku.

ruang sepi, hatimu Katılım Mayıs 2016
86 Takip Edilen1.4K Takipçiler
Satrio Herlanto retweetledi
Mata Puisi
Mata Puisi@MataPuisi·
Rain, kita punya malam paling kuat untuk menyembunyikan air mata. akan tetapi, jangan pula kita lupa: perihal pagi dengan curah hujan cukup tinggi yang tiba setelahnya. #matasenja@matakata_
Indonesia
0
1
3
183
Satrio Herlanto retweetledi
Mata Puisi
Mata Puisi@MataPuisi·
Menetes rindu padamu; sebuah derita yang menetas dari langkah yang kalah. #sebelaskata ~ @matakata_
Indonesia
0
2
3
315
Satrio Herlanto retweetledi
~Pelangi Puisi~
~Pelangi Puisi~@PelangiPuisi·
Pertemuan kita kering harapan; gersang dan berspasi. Ego yang mengakar di kepala membungkam kata, melebur kita dalam diam yang asing. ~@matakata_
Indonesia
0
3
12
737
Satrio Herlanto retweetledi
Mata Puisi
Mata Puisi@MataPuisi·
Kita berjanji, dalam satu genggaman. Cinta; yang diukir di batang sebuah pohon--akan menulis jalannya sendiri. Sampai maut yang tiba, tak muat menampung kenangan yang menumpang pada jasad yang dibawanya. #matamalam ~ @matakata_
Indonesia
0
1
6
310
Satrio Herlanto
Satrio Herlanto@matakata_·
Kita berjanji, dalam satu genggaman. Cinta; yang diukir di batang sebuah pohon--akan menulis jalannya sendiri. Sampai maut yang tiba, tak muat menampung kenangan yang menumpang pada jasad yang dibawanya. #matamalam @MataPuisi
Indonesia
0
0
2
115
mikhael
mikhael@ebie_gobel·
Karena cinta setitik, rusak dada dan pangkal paha.
Indonesia
1
0
1
145
Satrio Herlanto
Satrio Herlanto@matakata_·
Cantik, tangan kita yang masih saling genggam jadi saksi; betapa sudah berjuangnya sebatang pohon ini untuk menjaga kita. Seperti cinta; dengan sejuta guratannya--upaya panjang lawan badai. Sedang masa; cuma beri keriput di kulitmu. Lembutnya; tetap terjaga #Matamalam @MataPuisi
Indonesia
0
0
2
101
Satrio Herlanto retweetledi
Selarik Syair
Selarik Syair@SelarikSyair·
Yang berakhir, takkan jadi yang terakhir. Sebab, jauh di luar tasbih, ia nisbikan Kau sebagai muasal; pengingat segala sesal. #jumatpuisi ~ @matakata_
Indonesia
0
2
3
288
Satrio Herlanto retweetledi
~Pelangi Puisi~
~Pelangi Puisi~@PelangiPuisi·
Hidup tumbuh ke atas; seperti mengukir nama di kayu sebuah pohon. Masa meninggikannya, terus-menerus, hingga lenyap entah sebagai apa. #puisipendek ~@matakata_
Indonesia
0
1
4
629
Satrio Herlanto
Satrio Herlanto@matakata_·
Hidup tumbuh ke atas; seperti mengukir nama di kayu sebuah pohon. Masa meninggikannya, terus-menerus, hingga lenyap entah sebagai apa. #puisipendek @PelangiPuisi
Indonesia
0
0
0
76
Satrio Herlanto retweetledi
~Pelangi Puisi~
~Pelangi Puisi~@PelangiPuisi·
Malam itu, api unggun anggun memimpin perjamuan--tempat orang kota bertukar dosa. Satu persatu ia lahap semua; mengabu bagai kayu. #puisipendek ~@matakata_
Indonesia
0
2
6
521
Satrio Herlanto retweetledi
Selarik Syair
Selarik Syair@SelarikSyair·
Satu titik di tengah ruang; dari luar, ia perwujudan sepi--tempat para penyair menemukan diri. Dari dalam, ia keramaian yang kehilangan dirinya sendiri. Klise. #TemaSS ~ @matakata_
Indonesia
0
2
5
457
Satrio Herlanto
Satrio Herlanto@matakata_·
Satu titik di tengah ruang; dari luar, ia perwujudan sepi--tempat para penyair menemukan diri. Dari dalam, ia keramaian yang kehilangan dirinya sendiri. Klise. #TemaSS @SelarikSyair
Indonesia
0
0
0
72
Satrio Herlanto
Satrio Herlanto@matakata_·
Malam itu, api unggun anggun memimpin perjamuan--tempat orang kota bertukar dosa. Satu persatu ia lahap semua; mengabu bagai kayu. #puisipendek @PelangiPuisi
Indonesia
0
0
0
65
Satrio Herlanto retweetledi
~Pelangi Puisi~
~Pelangi Puisi~@PelangiPuisi·
Seorang bocah menahan isak, di samping tubuh Ibu yang terbujur kaku. "Tuan, kami butuh hutan, bukan hutang. Kami butuh Tuhan!" #puisipendek ~@matakata_
Indonesia
0
3
8
1.4K
Satrio Herlanto
Satrio Herlanto@matakata_·
Seorang bocah menahan isak, di samping tubuh Ibu yang terbujur kaku. "Tuan, kami butuh hutan, bukan hutang. Kami butuh Tuhan!" #puisipendek @PelangiPuisi
Indonesia
0
0
0
81
Satrio Herlanto
Satrio Herlanto@matakata_·
PUNCAK KOMEDI DI TELEVISI Di Negeri yang amat ngeri; kereta cepat melaju lebih lambat dari masa paksa rubuh kayu-kayu di hutan. Gajah besi melahap daun-daun lebih rakus dari babi. Orang Kota yang tinggal di Istana, ditertawakan oleh orang utan. #puisipendek @PelangiPuisi
Indonesia
1
0
0
194