Sabitlenmiş Tweet
Cho_
10.4K posts

Cho_
@matimudaaa_
Hey sucker! I am using twitter.
nomaden Katılım Şubat 2013
251 Takip Edilen235 Takipçiler
Cho_ retweetledi

@dipanggilarman Mereka masih sebangsa dan setanah air kah?
Lagu mereka masih sama Indonesia raya?
x.com/i/status/20409…
Miss Tweet |@Heraloebss
Kadang yang merusak hidup kita bukan musuh, tapi "benalu"yang kita biarkan tumbuh. Belajar tegas bukan berarti jahat, itu cara bertahan! Tidak semua yang dekat itu sehat. Kalau sudah jadi benalu, lepaskan, sebelum yang tumbang justru dirimu.
Indonesia
Cho_ retweetledi
Cho_ retweetledi

Kecelakaan maut melibatkan iring-iringan lima truk TNI pengangkut pelajar terjadi di Jalan Hutan Jati, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (3/4/2026). Seorang ibu rumah tangga bernama Ani tewas setelah sepeda motor yang ditumpanginya tersenggol rombongan tersebut. Korban terjatuh ke sisi kanan jalan dan terlindas ban truk kedua yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Petugas Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat telah melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Tangerang. Polisi masih mendalami unsur kelalaian dalam insiden tragis ini dengan memeriksa saksi-saksi. Suasana duka pecah saat suami korban tiba di lokasi dan menangis histeris melihat istrinya terbujur kaku.
Simak berita selengkapnya di BeritaSatu.com, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #Kalideres #TrukTNI #KecelakaanTrukTNIKalideres
Indonesia

@matimudaaa_ @theultramilkkk Lek ganok tekanan teko ndukur seng isor gak metu
Indonesia
Cho_ retweetledi
Cho_ retweetledi

mencintai indonesia adalah air susu dibalas dengan air keras.
Ekspedisi Indonesia Baru@idbaruid
Menyebar teror sekaligus mengaburkan kasus Andrie Yunus?
Indonesia
Cho_ retweetledi

Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon )
Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut
Saya kasih tahu sebab dan alasannya
Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000,
Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena
Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi
Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang)
Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan.
Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah.
Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal.
Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi
Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin
Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi
Panen manual (biaya tenaga kerja).
Pengemasan yang layak.
Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota).
Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya.
Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi.
Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan
Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli.
Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan.
Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton.
Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang
Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga.
Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total.
Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi
Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel.
Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah.
Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
Nakula@03__nakula
Pedagang membuang Timun ke sungai karena murah dan gak laku. Padahal kalo disumbangkan ke panti² asuhan atau pesantren pasti pada mau, gak mubazir kek gini. 🥹
Indonesia
Cho_ retweetledi


















