tras

8.4K posts

tras banner
tras

tras

@mawgemuk

kadang-kadang kadang-kiding

Katılım Temmuz 2014
209 Takip Edilen240 Takipçiler
K-Drama Menfess
K-Drama Menfess@kdrama_menfess·
•kdm• ⚠️ Filling For Love ⚠️ review dong drama ini tentang apa? seru gak? makasih ya
K-Drama Menfess tweet media
Indonesia
143
36
850
147K
tras retweetledi
Elfariz
Elfariz@alfariz220·
Sering gw temuin dilapangan saat konsumen beli AC baru. 👩: Bang, saya nggak mau Midea, jelek katanya. 🧑‍🔧: Sekarang punya AC merk apa jadinya?" 👩: Electrolux bang. 🧑‍🔧: ?????????????? Midea itu salah satu produsen AC terbesar di dunia. Dan salah satu bisnis utama mereka itu justru jadi OEM, bikin AC untuk merk-merk lain. OEM itu singkatan dari Original Equipment Manufacturer. Gampangnya adalah ada satu pabrik yang bikin produk, tapi produk itu dijual dengan berbagai nama merk yang berbeda. Jadi yang beda cuma labelnya, bukan isinya. Sepengetahuan gw dari yang gw liat langsung di lapangan, bongkar unit dari berbagai merk yang ada di gambar ini ternyata part di dalemnya itu sama. Paling beda di display sensor dan remote. Karena memang berasal dari sumber yang sama yaitu Midea. Jadi kalau kalian mau beli AC dan pertimbangannya adalah merk. Mending pelajari dulu, sebenernya AC yang dibeli pabrikan mana. Yang lebih worth untuk dipertimbangin itu adalah: Garansi berapa tahun? After sales-nya gimana di daerah kita? Spare part-nya gampang dicari nggak? Itu yang beneran ngaruh jangka panjang. Bukan logonya. Untuk panasonic, Samsung dan Sharp punya juga kok produk mereka sendiri. Ada yang pernah kabur dari merk Midea tapi ujung-ujungnya dapet produk Midea juga?😅😅
Elfariz tweet media
Indonesia
306
1.3K
10.9K
757K
tras
tras@mawgemuk·
@philobluu tapi masi kebayang bayang heung soo liat muka dia 😭
Indonesia
0
0
0
639
tras retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Lucu banget 😭😭😭
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
112
3.8K
43.7K
874.4K
tras retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
363
5.3K
9.2K
482.9K
tras retweetledi
🌷 | disc ebook📌
🌷 | disc ebook📌@floweryliy·
orang-orang pada ributin drama perpect crown yg katanya jelek lah, underrated, kurang chemistry lah, meanwhile gue nonton udah kek orgil akhirnya ada drama romance yg bikin betah gue tonton terus ikut salting😭
Indonesia
200
2.1K
7.7K
261.1K
tras retweetledi
ꦩꦸꦂꦠꦝ
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1·
Rela meninggalkan pekerjaannya di LN demi negara Namun di negara sendiri malah dikriminalisasi dan berakhir di penjara
Indonesia
14
258
656
356.4K
tras
tras@mawgemuk·
@yappingfess bodoamat mau dibilang tempat pembantu belanja, yg penting kulot matahari gue harga 500k awet banget bertahun-tahun 🥰🤩
Indonesia
0
0
0
641
YAPPINGFESS
YAPPINGFESS@yappingfess·
yap! baju matahari sama ramayana dibilang tempat pembantuu ajig 😭😭😭😭
YAPPINGFESS tweet media
Indonesia
977
1.1K
29.9K
2.6M
tras retweetledi
ruhulmaani
ruhulmaani@ruhulanakgaul·
Nadiem berhasil SKAK MATI saksi ahli auditor muda BPKP! Nadiem tanya kenapa auditor menghitung harga wajar menggunakan metode COSTING yang mengabaikan harga wajar di pasar. Harusnya kan didasarkan pada harga wajar pasar. Auditor tersebut bilang, "Karena harga pasar saat itu sudah bukan harga wajar. Harga tersebut sudah dipengaruhi oleh demand tunggal yaitu harga pengadaan dari pemerintah. Dan Nadiem pun langsung bantah, "Lha kok aneh?! Pada saat itu kan BELUM DILAKUKAN pengadaan oleh Pemerintah. Kok Bapak bisa bilang, harga pasar saat itu DIPENGARUHI oleh pengadaan laptop besar-besaran oleh pemerintah yang menyebabkan harga pasar tidak wajar?! Lha wong proses pengadaan alias tender saja belum dilaksanakan, kok!". PLAK!!
Indonesia
207
3.2K
14K
564.6K
tras retweetledi
( ◕◡◕)っ
( ◕◡◕)っ@kaptenAmercia·
Perbedaan belanja di negara kaya dengan negara sok kaya yang pajaknya dipake foya-foya kagak jls
( ◕◡◕)っ tweet media( ◕◡◕)っ tweet media
Indonesia
220
3.4K
23.6K
1.1M
tras retweetledi
Misty Kate
Misty Kate@aura_kate69·
Berhubung banyak yg nanya kenapa kerabatku itu cuma jarak 5 tahun meninggal karena HIV dan udah minum ARV, aku jelasin di sini ya Jadi semuanya baru terbongkar dari pengakuan dia setelah collapse dan udah naik jadi AIDS. Dia bilang udah suka sesama jenis sejak remaja. Tapi takut utk come out. Orangtuanya strict parent. Dia pun tumbuh jadi anak yg penurut, ga pernah nongki2. Waktunya kerja ya kerja, pulang ya langsung ke rumah. Begitu yg ortunya tau. Sering dibangga2in lah daripada anak yg lain di keluarga. Bahkan karena ga pernah punya temen cewek, ortunya malah anggap dia anak soleh yg ga mau pacaran. Tapi sejak 2017 dia bilang udah mulai berhub sejenis secara diam2 (ini pengakuannya). Pas gw tanya "kamu sadar ga itu bahaya? Pake pengaman ga?" Dia jwb "awalnya pake, tapi sejak dimarahin ortunya gegara ketauan ada kondom di tasnya, jadi takut bawa kondom lagi" (ini gw langsung murka ke emaknya) Tahun 2021 kena herpes, emaknya masih denial (atau mungkin anaknya yg ga jujur), nganggep itu herpes bukan yg penyakit kelamin. Tiba2 awal 2023 dia ambruk ga bisa jalan kek orang lumpuh dan badan mulai kurus. Keluarganya masih nutupin penyakit anaknya, cuma bilang tokso. Gw ga kurang akal, gw google lah apa penyebab tokso. Ternyata yg paling mendekati kondisi dia adalah HIV. Barulah gw interogasi anaknya, dan dia cerita semuanya. Dia diam2 udh berobat dan minum ARV sejak kena herpes. But again, ga jujur sama ortunya karena takut. Gw tanya ortunya kenapa ga jujur, jawabnya malu kl tetangga dan sodara tau anaknya sakit begitu, takut dijauhin. Damn, meledak gw! Semuanya udah terlambat. Mid 2023, dia berpulang.
Misty Kate tweet media
Meledak@namasayalaut

👦 : mas, saya bawa keponakan, udah beberapa hari ini kondisinya ngedrop. Bisa dibantu? Kedua orang tuanya meninggal karena HIV 🧑‍⚕️ : Ijin mas, ini anaknya umur berapa? Pernah dapat ARV kah? 👦 : umur 4 mas, belum mas. Dari keluarga besar takut ketahuan warga, kalau keluarga besar kami ada yg HIV. Saya yang maksa bawa kesini 🧑‍⚕️ : ..... 👦 : saya baru tahu. Soalnya kata keluarga ortunya meninggal sakit keras. Saya rantau keluar negeri jadi baru balik kesini. 🧑‍⚕️: baik mas kita tes dulu. Kalau HIV+. Maaf nggak bisa dipuskesmas. Kita rujuk ke rumah sakit. Semoga adeknya cepat pulih. Kebayang anak sekecil itu 4 tahun berjuangnya gimana 😭 Yuk kalau Saudara kita ada yang HIV, dorong berobat bukan disembuyikan 🙏

Indonesia
286
2.2K
21.7K
3M
tras retweetledi
Daily Emak
Daily Emak@nitipnyawa·
ini pertolongan pertama kesedak harus digemparkan lagi anak aku makan jeruk kesedak, bisa keluar tp habis itu nangis ga karuan minum gamau, makan gamau, sampai nelen ludah jg ga mau.. aku sadar dia ga napas lewat idung tp mulut jd mulutnya kebuka.. udah akh tepuk2 dada punggung ga keluar2 aku ke puskesmas disenter katanya ga ada apa apa, malah diketawain krn ga keliatan apa apa 😭😭 akhirnya aku bawa ke IGD.. sampai depan pintu, anaknya batuk uhuk keluar segede ini 😭😭 untung anak ga rewel cuman ngeces aja sepanjang jalan 😭😭 ke depan kudu gimana ini moots dokter tolong 🙏🏼🙏🏼
Daily Emak tweet media
Indonesia
75
335
4K
422.5K
tras retweetledi
Яizal do
Яizal do@afrkml·
Ini menarik banget buat dibahas krn seringnya kejadian pada usia remaja/muda. Kok bisa tulang yg kena tumor ganas bisa ngehasilin penampilan duri2 tajem kek gini? Terus tanda gejalanya gmn? Bisa ketahuan lebih awal ga supaya segera ditangani sebelum jd begini? Aku jelasin pake bhs bayi. Simak & bookmark utas ini ya!
Яizal do tweet media
Dr. Medica🩺@DrMedica_13

Diagnosis? 🥀🦠🥀

Indonesia
96
1.2K
7.2K
1.4M
tras retweetledi
Foreign body
Foreign body@CorpusAlienumm·
Yak ini namanya perdarahan subkonjungtiva, jadi ada pembuluh darah kecil dibawah lapisan terluar mata itu pecah, akibat peningkatan tekanan dalam rongga perut saat proses melahirkan normal. Kasus semacam ini bisa terjadi selama persalinan normal, sering terjadi jika ada distosia atau persalinan macet. Macetnya persalinan ini bisa karena 3 faktor, istilah medisnya 3P, Passage (jalan lahir yg terlalu sempit), Power (kekuatan kontraksi rahim yg kurang, dan Passanger (Ukuran bayi yg terlalu besar atau presentasi abnormal).
perumahan elite@prumahanelite

guys you better sungkem ama mak lo karena barusan lewat kakak ini pembuluh darahnya pecah karena ngeden saat melahirkan😭😭😭😭😭😭😭 woman are on a whole different level of STRONG STRONG👏🏻👏🏻👏🏻 genuinely asking. girls setelah lihat ini kalian takut ga sih hamil dan melahirkan?

Indonesia
149
828
7.1K
509.1K
tras retweetledi
𝕰𝖒𝖕è𝖗ö𝖗 𝕻è𝖓𝖌üí𝖓
Pada saat penipuan, suster Natalia tidak tau oknum, taunya @BNI yang menyimpan uangnya. Setelah ketahuan uangnya tidak bisa diakses, @BNI sebut karyawannya oknum agar bisa lepas dari tanggung jawab. Urusan nasabah adalah tanggung jawab bank, jangan jadi pengecut dan penjahat wahai @BNI Gitu ya kira2.
Catholic 𐕣@myshawti

Kenapa kasus seperti ini sulit naik di media? Padahal ini kasus tidak kalah pentingnya juga Nih awak test, pasti sulit naiknya

Indonesia
113
4.8K
10.2K
421.3K