MEDEF ID

23 posts

MEDEF ID banner
MEDEF ID

MEDEF ID

@medef_id

Official Twitter | Focus On South East Asia Military & Defense Update ✉️ [email protected] 📍 Jakarta, Indonesia

Indonesia Katılım Ağustos 2025
55 Takip Edilen127 Takipçiler
Lembaga KERIS
Lembaga KERIS@LembagaKERIS·
SPACE KERIS : “Interoperabilitas Alutsista TNI – Mewujudkan Harmonisasi di Tengah Diversifikasi Platform” x.com/i/spaces/1lPKq…
Indonesia
31
16
88
89.2K
MEDEF ID
MEDEF ID@medef_id·
@kristianlobo1 Kita lihat nanti Pak Prabowo akan hadir diparade negara mana, clue terbesar sumber barang dibeli
Indonesia
0
0
0
133
MEDEF ID
MEDEF ID@medef_id·
@kristianlobo1 Sudah potong tumpeng selametan pecah telor angka keramat?
Indonesia
0
0
1
197
MEDEF ID
MEDEF ID@medef_id·
R.A.H.A.S.I.A
MEDEF ID tweet media
English
0
0
0
175
MEDEF ID
MEDEF ID@medef_id·
TNI Angkatan Udara terus memantapkan kesiapan personelnya menyambut kedatangan pesawat angkut berat Airbus A-400M yang akan memperkuat Skadron Udara 31.
MEDEF ID tweet media
Indonesia
0
0
1
189
MEDEF ID
MEDEF ID@medef_id·
Halo, Kawan Hankam! Jelang HUT ke-80 TNI, mari suarakan pendapat dalam Survei Opini Publik mengenai Peran dan Kesiapan TNI saat ini dan masa depan! 🛡️ Survei dibuka 1-22 Oktober 2025. Bagikan refleksi dan harapanmu melalui: bit.ly/PeduliHankam80…
MEDEF ID tweet mediaMEDEF ID tweet mediaMEDEF ID tweet mediaMEDEF ID tweet media
Indonesia
0
0
0
131
MEDEF ID retweetledi
DefenArt
DefenArt@DefenArt·
Sudah jadi dan dalam tahapan uji coba ternyata 👍
Indonesia
33
15
126
14.8K
MEDEF ID retweetledi
Gerry Soejatman
Gerry Soejatman@GerryS·
5/5. Kesimpulan dan Rekomendasi Fregat Merah Putih (FMP) adalah pilihan optimal untuk ekspansi TNI AL: bang for the buck 4.5, value for money 3.0 di $500 juta per unit, dengan AAW (64 MIDLAS Siper LR), ASuW (ATMACA), dan produksi lokal PT PAL. PPA unggul di AAW (41 knot) di $638 juta. İstif di $550 juta kuat di ASuW tapi lemah di AAW dan efisiensi ($183 juta/1.000 ton). Dengan $1,1 miliar, dua FMP lebih baik daripada dua İstif, meningkatkan AAW/ASW dan industri lokal. Tapi yah... kita emang butuh mengadakan kapal dengan cepat, makanya İstif ini dipersiapkan pengadaannya. Namun, $1,1 miliar untuk dua İstif yang sudah fully equipped masih dapat diterima karena memberikan bang for the buck yang wajar, sedangkan $1,1 miliar tanpa GFE akan menghasilkan bang for the buck dan value for money yang sangat buruk, menjadikannya tidak layak. Di sisi lain, jika İstif dinegosiasikan $375 juta/unit, ia bisa jadi opsi ASuW murah, tapi FMP tetap unggul untuk keseimbangan kapabilitas... tapi yah... mimpi lah itu... Jadi gimana? Yuk kita kawal proses pengadaan İstif agar bila jadi, kita harus memastikan kita dapat kapal ini dengan bang for the buck yang wajar!
Gerry Soejatman tweet mediaGerry Soejatman tweet media
Indonesia
1
14
58
6.2K
MEDEF ID retweetledi
Gerry Soejatman
Gerry Soejatman@GerryS·
4/5. Konteks Indonesia dan Dampak Rumor Dengan anggaran $1,1 miliar untuk dua unit İstif ($550 juta per unit), alokasi ulang ke dua unit FMP ($1,0 miliar total) memaksimalkan "bang for the buck" (4.5 vs 3.7) dan value for money (3.0 vs 1.1), meningkatkan AAW/ASW dengan 64 VLS dan produksi lokal. PPA paling cocok untuk tambahan berfokus AAW tapi kurang efisien biaya. Meskipun Bang for the Buck İstif masih setara dengan PPA, kendalanya ada di sisi harga vs hull size, kecuali harga bisa diturunkan. Jika rumor $1,1 miliar tanpa GFE benar, dengan tambahan $200 juta per kapal untuk senjata, total menjadi $1,5 miliar ($750 juta per unit). Ini mengubah: - Displacement: 3.000 ton. - Harga per 1.000 Ton: $250 juta. - Total Skor: 56.7 (tidak berubah). - Bang for the Buck: 1.9. - Value for Money: 0.7. Dengan $750 juta per unit, İstif-class turun ke peringkat terakhir (10) dalam bang for the buck dan value for money, jauh di belakang FMP dan PPA. Ini menegaskan pentingnya klarifikasi kontrak untuk menghindari pembayaran berlebih. OK, jadi kesimpulannya gimana?
Gerry Soejatman tweet media
Indonesia
2
4
27
4.4K
MEDEF ID retweetledi
Gerry Soejatman
Gerry Soejatman@GerryS·
1/5. Kontroversi harga fregat İstif-class: Perbandingan Kandidat untuk Ekspansi Kapal Tempur Indonesia dalam aspek Keseimbangan Harga vs Kemampuan Pendahuluan dan Konteks Kontroversi Belakangan ini, isu kontroversi pengadaan fregat İstif-class menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen dan pengamat militer Indonesia dengan adanya hashtag #stopturkifikasi #hentikanpengadaanistif dan #tolakistif. Rumor awalnya menyebutkan sepasang kapal dihargai $750 juta tanpa persenjataan (atau tanpa Government Furnished Equipment (GFE)), lalu menjadi $1,1 miliar saat dilengkapi sepenuhnya (fully furnished), dan kini ada dugaan bahwa $1,1 miliar justru mencakup harga tanpa GFE. Jika Indonesia harus membayar $1,1 miliar untuk İstif-class tanpa peralatan senjata, ini jelas memicu tanda tanya besar dan emosi di kalangan netizen dunia militer Indonesia. Terlebih lagi, TNI AL baru saja menerima kapal pertama dari sepasang PPA asal Italia, KRI Brawijaya, dengan harga $625 juta per kapal yang sudah fully furnished—perbandingan yang mencolok dan menimbulkan kekhawatiran tentang nilai yang didapatkan. Sebagai analis, saya memang sering kali meragukan janji-janji ambisius Turki, seperti jet tempur Kaan, dan lebih memilih mengukur berdasarkan realitas kemampuan, jadwal pengiriman, serta—yang terpenting—HARGA! Kenapa? Tidak semua produk Turki hanyalah mimpi besar; mereka juga menawarkan barang berkualitas dengan value for money dan bang for the buck yang kompetitif. Program ekspansi dan modernisasi kapal tempur permukaan Indonesia adalah inti strategi maritimnya, bertujuan menguatkan TNI AL di Indo-Pasifik di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat. Dengan komitmen finansial yang signifikan, optimalisasi alokasi sumber daya menjadi kunci untuk mencapai efektivitas operasional maksimum dan efisiensi biaya, terutama di tengah kontroversi İstif-class yang dihargai $1,1 miliar untuk dua unit (dinyatakan fully furnished, meski rumor menyebut tanpa GFE). Lalu, bagaimana solusinya? Mari kita analisis secara mendalam!
Gerry Soejatman tweet mediaGerry Soejatman tweet mediaGerry Soejatman tweet mediaGerry Soejatman tweet media
Indonesia
14
138
380
27.5K
MEDEF ID
MEDEF ID@medef_id·
@kristianlobo1 Terima kasih juga kita sudah di undang, walaupun yang datang cuma bisa 1 orang. Dan just reminder kalau obrolan malamnya mau realisasi Nazar kita siap support & promosi 😛
Indonesia
0
1
5
494
MEDEF ID retweetledi
Kristian Lobo
Kristian Lobo@kristianlobo1·
Thank you: Formil Kaskus, Lembaga KERIS, GerryAirways, SobatMiliter, MightyWar, MedefID, PeduliHankam, VOIDefense, Jatosint, HobbyMiliter, and A few journalists from a few Mainstream Media for the awesome gathering. I can't wait to see the prosperous time ahead of us.. 🫡🇮🇩
Kristian Lobo tweet media
English
23
23
266
20.2K
Kristian Lobo
Kristian Lobo@kristianlobo1·
Pesan dari salah satu admin buat om @GerryS dan saya 🤣🤣 Makasiiihh kakak admin 🥰😊🙏 Hayoooo, yang tau kakak ini, biasa nongol di postingan akun manaaa??? 🤣🤣🤣😗
Indonesia
2
0
9
538