
Another Rav
1.3K posts

Another Rav
@menjgual
⠀⠀⠀⠀⠀𓆩̟⠀︶꒷◠⠀jᨵ͜͡yish,⠀ꔫ⠀dᨵ͜͡llie.⠀◠꒷︶⠀ ۫𓆪̟⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀shimmers⠀wisp-magic⠀in⠀fantasy, ⠀⠀⠀⠀⠀tiny⠀twinkle⠀with⠀love's⠀mischief ⠀⠀⠀⠀⠀for⠀petite⠀delicate⠀ballerina,⠀he
⠀⠀⠀⠀⠀⣾⣿⣦⣀⣴⣿⣷⠀⠀┄┄┄┄ ʚ͜ɞ ┄┄┄ Katılım Haziran 2024
81 Takip Edilen88 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet

⠀
ㅤ⠀⠀⠀⠀ ⠀⢀⣤⣄
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⢰⣿⣿⣿⣿⡆ ⣠⣶⣿⣶⡀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⢸⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⠏
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠈⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⠋
⠀⠀⠀⠀⣾⣿⣿⣧⠀⠻⣿⣿⠿⠉
⣰⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿
𝓓amsel fair of pliant frame, like
a white n’ pure cygnets,⠀🩰 ♡”
Another Rav@menjgual
English
Another Rav retweetledi

[#오늘의방탄]
260428 BTS WORLD TOUR 'ARIRANG' IN TAMPA
#방탄소년단 #BTS #BTS_WORLDTOUR_ARIRANG
#BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_NA
#BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_TAMPA




English
Another Rav retweetledi

[#오늘의방탄]
260502 BTS WORLD TOUR 'ARIRANG' IN EL PASO
#방탄소년단 #BTS #BTS_WORLDTOUR_ARIRANG
#BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_NA
#BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_ELPASO




English
Another Rav retweetledi
Another Rav retweetledi

[#오늘의방탄]
260426 BTS WORLD TOUR 'ARIRANG' IN TAMPA
#방탄소년단 #BTS #BTS_WORLDTOUR_ARIRANG
#BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_NA
#BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_TAMPA




English
Another Rav retweetledi

Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia
Another Rav retweetledi

[#오늘의방탄]
260425 BTS WORLD TOUR 'ARIRANG' IN TAMPA
#방탄소년단 #BTS #BTS_WORLDTOUR_ARIRANG
#BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_NA
#BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_TAMPA




English
Another Rav retweetledi
Another Rav retweetledi
Another Rav retweetledi

“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.


Indonesia
Another Rav retweetledi

Inilah alasan kenapa pemerintah berani membajak anggaran pendidikan, yang sebenarnya telah dikunci dalam mandatory spending.
Karena selama ini, banyak guru & dosen yang diam, lalu hanya menjadi subjek pasif penerima undang undang.
Diamnya guru & dosen, adalah kemenangan bagi pihak yang tidak peduli pendidikan & melanggengkan ekpsloitasi guru & dosen.
seporsi bakmi@maxigaming69790
@penduduk_lokal_ Kita harus terus berisik dan menyuarakan kesewenang2an ini. Kesadaran masyarakat harus dibangun. Itu yg paling ditakutin pemerintah
Indonesia
Another Rav retweetledi

[#오늘의방탄]
260409 BTS WORLD TOUR 'ARIRANG' IN GOYANG
#방탄소년단 #BTS #BTS_WORLDTOUR_ARIRANG #BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_GOYANG




English
Another Rav retweetledi
Another Rav retweetledi

Kontrasepsi di Indonesia masih terlalu sering dibebankan ke perempuan!
Pil, suntik, IUD, implant, semuanya dibebankan ke perempuan.
Efek samping hormonal (gangguan mood, libido drop, kenaikan berat badan, risiko kanker payudara jangka panjang, bahkan infertilitas sementara setelah berhenti) sering dianggap “biasa aja, kan biar nggak hamil”.
Kalau emang mau fair, cowok juga harus mendapatkan beban kontrasepsi yang adil misalnya kondom konsisten (bukan cuma “kadang-kadang”), atau vasektomi.
salma a nya tiga@blunderc0kro
unpopular opinion tentang kontrasepsi alias KB :
Indonesia
Another Rav retweetledi

Dari awal kita udah salah nempatin narasinya:
KB (Keluarga Berencana) itu Kontrasepsi.
Padahal...
KB itu level konsep & arah.
Itu program negara dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) yang tugasnya ngajak pasangan mikir:
keluarga kecil ini mau dibentuk kayak apa, polanya gimana, jarak anaknya masuk akal atau nggak, kesehatan pasutri gimana, dkk. Itu quality control sosial, bukan intervensi medis.
Kontrasepsi itu level alat & mekanisme.
Dia urusan klinis. Kerja di hormon, ovulasi, sperma, endometrium. Netral. Dipakai atau nggak tergantung kebutuhan, kondisi tubuh, dan kesiapan pasangan.
Yang salah dari awal di Indonesia:
konsep (KB) diturunin jadi nama alat.
Akhirnya orang “ikut KB” = minum pil / suntik / pasang alat.
Diskusi konseptualnya loncat. Nggak ada fase: kita mau ngapain sebagai keluarga?
Begitu levelnya ketukar, efek berantainya kelihatan:
– KB jadi urusan klinik, bukan ruang diskusi pasangan.
– Kontrasepsi jadi kewajiban, bukan pilihan strategis.
– Dan karena alatnya mayoritas kerja di tubuh perempuan, bebannya jatuh ke satu pihak.
Kalau kita benerin levelnya, polanya jadi gini:
KB (Keluarga Berencana) dulu → diskusi → baru pilih kontrasepsi kalau perlu.
Bukan sebaliknya.
Jadi problemnya bukan KB-nya.
Bukan juga kontrasepsinya.
Yang keliru: kita lompat ke alat,
tanpa ngobrol dulu soal arah.
Padahal “rencana” itu butuh wawasan.
Dan wawasan cuma lahir dari diskusi.
salma a nya tiga@blunderc0kro
unpopular opinion tentang kontrasepsi alias KB :
Indonesia








