• Sherly •

755 posts

• Sherly • banner
• Sherly •

• Sherly •

@mesherlyy

• If you knew what I know, then you would laugh little and you would cry much. (Tirmidhi) •

Katılım Ekim 2022
1.1K Takip Edilen1.2K Takipçiler
• Sherly • retweetledi
•
@Al__Quraan·
“And if mothers love something, their children become the heirs of that love.”
• tweet media
English
3
205
1.1K
25.4K
• Sherly • retweetledi
Handoko Tjung
Handoko Tjung@handokotjung·
- Currencynya melemah terus. - Indeks sahamnya turun terus. - Anggarannya defisit terus. - Bendaharanya gak tau ada pembelian fasilitas masif. - Pejabatnya ditanya anggarannya dari mana dijawab “pokoknya ada.” I dont know how many “wallahi we’re finished” I have left in me.
Indonesia
146
16.2K
28.5K
344.2K
• Sherly • retweetledi
KONGSI VIRAL🇲🇾
KONGSI VIRAL🇲🇾@kongsiviralje·
Masa lahir, satu printer full ink. Satu lagi ink dah nak habis. Sebab tu warna dia kelabu asap sikit. Dah rupa macam roh terkeluar kat sebelah tu. Kredit : amru.2302
KONGSI VIRAL🇲🇾 tweet mediaKONGSI VIRAL🇲🇾 tweet media
Indonesia
239
9.7K
48.4K
785.1K
• Sherly • retweetledi
• Sherly • retweetledi
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 SERIUS TANYA. EMANGNYA HARGA PLASTIK LAGI MAHAL ATAU GIMANE NEH?
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
1.8K
1.7K
38K
2.1M
• Sherly • retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Ada orang naik motor di daerah 3T (terpencil), membandingkan bangunan dapur MBG (SPPG) dengan bangunan sekolah yang menerima MBG. lebih bagus bangunan SPPG daripada sekolahnya 🥲
Indonesia
651
16.7K
44.1K
840.2K
• Sherly • retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
135
4.4K
17.8K
1.3M
• Sherly • retweetledi
Imelda
Imelda@mechnclgrl·
Pernah ketemu perempuan ini? Yang kalau dilihat sekilas dia tuh kuat banget. Ga banyak minta, jarang ngeluh, selalu keliatan bisa ngurus semuanya sendiri. Orang-orang tu sering bilang, “Dia mah mandiri, aman kemana mana sendiri juga.” Padahal gada yang benar-benar tau, berapa banyak hal yang dia simpen sendirian. Dipendem takutnya, ditahan bingungnya, ditelen sendiri capeknya. Bukan karena dia ga butuh siapa-siapa, tapi karena dia terlalu terbiasa jadi “kuat sendirian”. Sampai kadang, dia sendiri gatau harus bersandar ke mana. Jalan aja terus, walau kadang arah masih ga keliatan. Berjuang terus, walaupun belum yakin dengan mimpinya. Tapi tetap dipaksain, karna berenti rasanya lebih menakutkan. Dan di balik semua itu, sebenarnya sederhana banget yang diharapkan... Cuma pengen hidupnya nyaman dan ada satu momen kecil yang bikin mikir kalo, “oh… ternyata gue juga boleh bahagia.” Semoga, Tuhan yang lebih tahu lelahnya dan pelan-pelan nuntun kalian ke arah yang tepat. Ke tempat yang akhirnya terasa “pulang”. Dan semoga suatu hari, Kalian ga perlu kuat sendirian lgi🤍
Indonesia
70
1.5K
3.7K
132.4K
• Sherly • retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Feri Amsari lagi ngebedah program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan poin utamanya tuh bukan soal niatnya baik atau nggak, tapi cara jalannya yang dianggap bermasalah secara hukum dan sistem. Jadi gini… menurut dia, program sebesar MBG ini harusnya punya dasar hukum yang jelas. Masalahnya? - Nggak ada undang-undang khusus yang ngatur program ini secara detail. Yang ada cuma masuk ke anggaran di Undang-Undang APBN. Padahal angkanya nggak main-main: - Bisa tembus sekitar Rp1,2 triliun per hari -atau sekitar Rp300–360 triliun per tahun Nah, di sini dia mulai nyerang logikanya: Program segede ini, makan duit ratusan triliun, tapi: -Tujuannya nggak dijelasin secara ilmiah -Mekanismenya nggak transparan -Nggak ada kajian dampak (kayak RIA / analisis ekonomi) -Bahkan nggak ada uji coba (pilot project) Jadi menurut dia: ini kayak program besar tapi lompat langsung jalan tanpa test dulu Masalah makin keliatan di lapangan Dia juga nyorot fakta-fakta kejadian: -Ada makanan nggak layak (mentah, dll) -Ada kasus keracunan - Distribusi nggak rapi Kenapa bisa dibilang berpotensi langgar konstitusi? Karena di Undang-Undang Dasar 1945 itu jelas: - Negara wajib melindungi hak warga, termasuk: - hak hidup layak - hak kesehatan - perlindungan anak Tapi kalau program negara justru: - bikin orang sakit -distribusinya kacau -nggak dirancang dengan benar Maka niat baik aja nggak cukup, bisa dianggap melanggar konstitusi Dia bilang Indonesia itu problemnya bukan cuma program, tapi sistem politiknya juga: DPR + pemerintah terlalu sejalan(koalisi besar) Hampir nggak ada oposisi kuat Akibatnya: program pemerintah mudah lolos tanpa kritik serius Program bagus + eksekusi ngawur = tetap bahaya Kalau nggak, ya siap-siap aja digugat ke Mahkamah Konstitusi. Tapi bukannya Mahkamah Konstitusi juga bisa di sogok ya sekarang???
Lambe Saham tweet media
Indonesia
234
5.7K
11.9K
233.3K
• Sherly • retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
@tempodotco Tiga komponen utama langgengnya penguasa kemaruk, tamak, dan dzolim: Premanisme, kebrutalan aparat, dan rakyat yang bodoh. Gelarlah sajadah, bersimpuh, dan panjatkanlah do'a sekhusyu'-khusyu'nya, agar kamu tidak berdiri di barisan di antara ketiga komponen itu.
Indonesia
32
996
4.5K
92.3K
• Sherly • retweetledi
Bayu Aji Bandoro
Bayu Aji Bandoro@bayuajibandoro·
Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam. Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain. Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya. Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang. Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti. Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah. Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia. Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual. Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun. Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya. Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan. Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta. Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini. Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi? Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia
182
3.9K
7.5K
309.8K
• Sherly • retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Menurut gw, pain tolerance cewek jauh lebih tinggi dari cowok. Hebat. Gila itu menstruasi setiap bulan sesakit apa coba, tetep harus sekolah, kuliah, kerja, dsb. Cowok demam dikit aja kek mau tewas. Giliran dimintai tlg buat beliin pembalut doang di minimarket pada males2an.
Abid@abid0588

Unpopular opinion about woman ?

Indonesia
326
4.9K
22.8K
593.3K
• Sherly • retweetledi
Adfiana Anisa
Adfiana Anisa@adfiananisa·
Jangan hanya mengutamakan cinta dalam pernikahan, karena yang disebut di Al-Qur’an itu sakinah (ketenangan hati), mawaddah (kasih sayang), warahmah (perhatian, empati). Karena cinta bisa timbul dan hilang, bahkan dimanipulasi. Sedangkan kasih sayang muncul dari kenyamanan dan ketenangan. Menikahlah dengan orang yang bersamanya sakinah, mawaddah, warahmah engkau dapatkan. Tapi kalau bisa menikah karena semuanya; tenang, nyaman, empati, kasih sayang, dan ditambah cinta, bahagianya juga akan lebih besar.
ei🦋@eeeipy

unpopular opinion about menikah

Indonesia
51
5.2K
15.8K
506.5K
• Sherly • retweetledi
🐈 ☭ 🔻
🐈 ☭ 🔻@Puspen_PKI·
indonesia enggk merdeka dengan perlawanan, kita merdeka dengan bayar. 4.3 milyar gulden sekitar 17T saat itu atau sekitar 255T sekrang. baru lunas di 2002. banyak yg bilang, inilah alasan indonesia miskin sampai sekarang. krn kita gk memulai negara dari 0. tapi, mulai dari minus 255T. bayangkan, dari 1949 sampai 2002, butuh 53 tahun buat lunas. kalian tau gak sebesar apa 255T itu? sejumlah 9 bulan MBG :))
neohistoria Indonesia@neohistoria_id

Unpopular opinion tentang Sejarah yang bisa bikin kamu kayak begini:

Indonesia
313
8.5K
31.1K
1.3M
• Sherly •
• Sherly •@mesherlyy·
@kimmyexp [SHARE & WIN MAKAN GRATIS 25-27 MAR] Mau tau caranya? Yuk, gabung grup Shopee-ku sekarang juga dan ajak temanmu untuk dapetin Diskon 100% s/d 40RB! Langsung klik di sini 👉 shp.ee/k59f9fcs4bg
Indonesia
0
0
0
148
KIM ✨ PROMO hunter 🥳
KIM ✨ PROMO hunter 🥳@kimmyexp·
[SHARE & WIN MAKAN GRATIS 25-27 MAR] Mau tau caranya? Yuk, gabung grup Shopee-ku sekarang juga dan ajak temanmu untuk dapetin Diskon 100% s/d 40RB! Langsung klik di sini 👉 shp.ee/cpknb37oaa5
Indonesia
547
1
31
23.8K
• Sherly • retweetledi
🐻🐻
🐻🐻@dwsptqum·
Ternyata bener ya, perempuan yang gak pernah minta apa-apa, beneran nggak pernah dikasih dan dapat apa-apa
Indonesia
425
8K
33.5K
770.6K
• Sherly • retweetledi
tomtom
tomtom@tomijasman06·
Hubunganmu dengan Allah adalah satu-satunya hubungan yang selamanya tidak akan pernah mengecewakan hidupmu.
Indonesia
16
6.7K
25.2K
297.3K
• Sherly • retweetledi
bilek
bilek@rasabersalahhh·
life after hari raya, semoga banyak kabar-kabar baik yang turut serta
Indonesia
201
12.6K
33.8K
426.8K