Miftahul Ilmi

3.1K posts

Miftahul Ilmi banner
Miftahul Ilmi

Miftahul Ilmi

@mifilmi

Assistant Professor at https://t.co/g9d595VTtH | Editor in Chief of https://t.co/N4AnZ9bX3b | Industrial Mycologist | Cyclist | Photo-hobbyist | https://t.co/aJz9FtMRse

Yogyakarta Katılım Ocak 2010
156 Takip Edilen281 Takipçiler
Miftahul Ilmi
Miftahul Ilmi@mifilmi·
Indonesian academia, including the higher education ministry, must read this.
Publishing with Integrity@fake_journals

There’s pressure across academia: “Publish in Q1 and Q2 journals - anything less is not good enough.” It’s a familiar mantra in many institutions. But it’s worth asking whether this expectation genuinely serves scholarship? Here’s why you should not just focus on Q1 and Q2 journals. 1. Quartiles are not a measure of quality - only of journal-level performance. A Q1 journal can publish weak papers. A Q3 journal can publish groundbreaking ones. Quartiles reflect citation distributions, not journal/article quality. Treating quartiles as a proxy for quality oversimplifies the complexity of research evaluation. 2. “Best fit” often matters more than “best quartile.” A highly specialised paper may have its natural home in a niche journal that sits outside Q1/Q2. Forcing it into a top-tier venue can dilute its relevance, slow down publication, or push it into journals that are not read by the scholars that should be reading your article. 3. Impact comes from usefulness, not quartile labels. A paper can transform industry practice or shape local policy, but appear in a Q3 or Q4 journal, or even one that is not indexed. Real-world impact rarely aligns neatly with journal-level metrics. 4. Over-emphasis on quartiles can distort behaviour. It can encourage scholars to chase metrics instead of questions that genuinely matter. It can push early-career researchers into risk-averse strategies, narrowing creativity and discouraging interdisciplinary work that doesn’t fit the traditional mould. 5. It creates inequities - globally and institutionally. Not all disciplines have the same availability of Q1/Q2 journals. Not all countries or universities have the same access or resources. The expectation of “Q1 or nothing” often disadvantages scholars working in emerging fields or developing regions. For an alternative view, see: x.com/fake_journals/…

English
0
0
0
122
Miftahul Ilmi retweetledi
Liverpool FC
Liverpool FC@LFC·
PREMIER LEAGUE CHAMPIONS!!! 🏆
Liverpool FC tweet media
Français
440
19.4K
59.5K
2.6M
Miftahul Ilmi retweetledi
Liverpool FC
Liverpool FC@LFC·
WE'RE PREMIER LEAGUE CHAMPIONS! 🏆
Liverpool FC tweet media
English
5.7K
94.4K
337.5K
19.7M
Miftahul Ilmi
Miftahul Ilmi@mifilmi·
@puddingtobeli @GhiffaryAvernus @bluesunkiss_ Istilah yang benar itu mushroom = cendawan, mold = kapang, yeast = khamir. Untuk jamur itu istilah umum, bisa diganti dengan (Kingdom) Fungi. Kalau ragi itu bahasa Inggrisnya inoculum, karena dipakai sebagai starter makanan fermentasi.
Indonesia
1
0
1
138
Rully Tri Cahyono
Rully Tri Cahyono@rullytricahyono·
Ternyata sholat dan solat itu tidak baku, dan yang baku adalah salat. Berarti sekarang kita pakai istilah isama untuk istirahat, salat, makan.
Indonesia
1
0
0
963
Miftahul Ilmi
Miftahul Ilmi@mifilmi·
@HalalNation_ Dear brother, the ayaah (Al Baqarah 11 and 12) are not meant for Yahud (jews), instead they are meant for munafiquun according to tafsir by Ibnu Katsir. Wallahu a'lamu bissawaab.
English
0
0
0
412
Halal Nation
Halal Nation@HalalNation_·
The Quran is The Truth 🖤
Halal Nation tweet media
English
864
53.5K
188.3K
5.7M
Miftahul Ilmi retweetledi
Liverpool FC
Liverpool FC@LFC·
From doubters to believers… 🫶 #DankeJürgen
Liverpool FC tweet media
English
169
6.2K
44.8K
759.7K
Tono Tono Chopa
Tono Tono Chopa@wrkurniawan_·
Bismillahirrohamanirrohim~ Izin mas Khoirul, saya mau membedah opini mas dari segi keilmuan ya… (yang mungkin sebenernya gak akan tembus juga ke yang emang pro sama rokok, tapi gapapa) Benar, dari segi keilmuan karena apa yang dibilang oleh mas Khoirul di sini adalah hanya sebuah anekdot.
Khoirul Atfifudin@khoirul_atfi

Masa sih? 1. Tdk sedikit ditemukan ayah non perokok tapi anaknya perokok. Begitu sebaliknya. 2. Pengamatanku, banyak kok orang tdk merokok walau tongkrongannya mayor perokok. Kalo di tongkronganku, ktika ada yg tdk merokok nggak akan dicupu-cupuin. [Nggak muat, lanjut bawah]

Indonesia
58
971
2.3K
438.6K
Sunu Wibirama
Sunu Wibirama@SunuWibirama·
Ini halaman terakhir. Please, kamu harus tahu bahwa di Indonesia, jadi dosen bukan profesi favorit. Makanya yuk kita ubah, viralkan #JanganJadiDosen dan RT post saya. Tp kamunya jg harus belajar ilmu finansial, karena naik gaji gak jaminan sejahtera. Happy week end all.
Sunu Wibirama tweet media
Indonesia
2
4
11
2.7K
Sunu Wibirama
Sunu Wibirama@SunuWibirama·
Mumpung masih rame berita #JanganJadiDosen yang di-share Mas @ardisatriawan , saya mau share tips tipis-tipis aja, siapa tahu jadi solusi masalah keuangan teman-teman akademisi di Indonesia. Boleh RT atau share kalau bermanfaat.
Sunu Wibirama tweet media
Indonesia
11
92
256
38.2K
Miftahul Ilmi
Miftahul Ilmi@mifilmi·
@SyRiyadi Sarkasnya susah dipahami kang, terlalu tinggi maqom nya...
Indonesia
1
0
0
42
Syarif Riyadi
Syarif Riyadi@SyRiyadi·
Makan siang saya murah: dedaunan & buah. Saya juga nggak minum susu, dan saya nggak mungkin melahirkan. Sekian & terima kasih.
Indonesia
1
0
0
83
Miftahul Ilmi
Miftahul Ilmi@mifilmi·
@geknana BKD & IBK yang aduhai, portofolio juga jangan lupa...
Indonesia
1
0
0
84
Suci Lestari Yuana
Suci Lestari Yuana@geknana·
Aktivitas rutin dosen saat liburan semester (awal tahun) adalah: koreksian, admin kinerja, bikin silabus, bikin proposal riset, bimbingan, bikin surat rekomendasi buat mahasiswa yg mau sekolah. Ada yg mau nambahin?
Indonesia
4
0
4
604
Astri Ferdiana
Astri Ferdiana@astriferdiana·
Gimanapun kopi sachet tetep jadi pelengkap ketika blm punya coffee maker sendiri dan blm nemu takaran kopi tubruk yang pas. Mana kopi sachet paporit anda?
Indonesia
8
0
1
1.2K
Miftahul Ilmi retweetledi
Tatsuya Amano
Tatsuya Amano@tatsuya_amano·
How hard is it to do science in a language that’s not your first language? We quantified the severity of #languagebarriers for non-native English speakers when reading/publishing papers and attending/presenting at international conferences. doi.org/10.1371/journa… 1/9
Tatsuya Amano tweet media
English
87
3.6K
7.6K
1.2M
Merapi Uncover
Merapi Uncover@merapi_uncover·
jalan wates rame amat jam segini, konvoi apaan ya min? | @nilafahma
Indonesia
4
0
31
53.6K
Miftahul Ilmi
Miftahul Ilmi@mifilmi·
@nabiylarisfa Semangat Nabila, banyak orang yang tidak mengerti proses penelitian sehingga menghakimi hasilnya tanpa "hujjah". Terus meneliti, terus publikasi, dan terus mengedukasi.
Indonesia
0
0
0
92
Nabiyla Risfa Izzati
Nabiyla Risfa Izzati@nabiylarisfa·
Dua hari belakangan jadi belajar banyak karena riset yg (((viral))). Kapan lagi riset dibaca hampir 50ribu orang ya kan? Terima kasih ya teman-teman, nggak habis2 seliweran di timeline diskusi, kritik, masukan, hingga penjelasan tentang riset kami dari berbagai pihak.
Indonesia
5
11
126
10.1K