Mlpn

3.4K posts

Mlpn banner
Mlpn

Mlpn

@mlpndr

Amor Fati

Katılım Mart 2019
187 Takip Edilen39 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Mlpn
Mlpn@mlpndr·
Terima kasih.
Mlpn tweet mediaMlpn tweet media
Indonesia
0
0
5
0
Mlpn retweetledi
Video & Arsip Sejarah
Video & Arsip Sejarah@VideoSejarah·
Spanduk sindiran dari mahasiswa pada Mei 1998. Sebuah pesan dari masa lalu, yang sayangnya masih relevan hingga kini. 📷 Sygma / Getty Images
Video & Arsip Sejarah tweet media
Indonesia
9
3K
8.6K
93.6K
Mlpn retweetledi
Bad News From Indonesia
Indonesia kembali mendapat pengakuan internasional sebagai destinasi wisata favorit dunia 2026. Kabar ini menjadi bukti bahwa kekayaan alam dan budaya kita terus menarik perhatian dunia melalui lensa kamera. Tapi, coba kita lihat apa yang terjadi saat kamera itu dimatikan?
Bad News From Indonesia tweet media
Good News From Indonesia@GNFI

Indonesia
22
3.4K
7.4K
91.6K
Mlpn retweetledi
febri。 savitri
febri。 savitri@trancenote·
"Apa gunanya banyak baca buku. Kalau mulut kau bungkam melulu." - Wiji Thukul
Indonesia
10
751
3.4K
34.4K
Mlpn retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
yang pengen bubarin mbg boleh retweet
Indonesia
188
69.2K
57.1K
1M
Mlpn retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
421
20.8K
51.7K
1.4M
Mlpn retweetledi
Jorgiana Au.
Jorgiana Au.@jorgianaaa·
Asli pedih banget liat Bu Ita. Baru banget kemarin ketemu ngobrol sama Bu Ita dan betapa sedihnya beliau tiap ngeliat perempuan-perempuan muda dan berani kayak kalian. Karena kalo negara menyangkal Tragedi Perkosaan 98, maka negara gak akan peduli kalo itu terjadi lagi ke kita.
konde.co@konde_co

“Saya Akan Terus Menuntut Fadli Zon!”: Gugatan Ditolak, Rakyat Tak Henti Bergerak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta secara resmi menyatakan Tidak Diterima (NO) atas gugatan terhadap penyangkalan sejarah perkosaan massal Mei 1998 oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Diucapkan tepat pada Hari Kartini (21/4/2026) lewat e-court, putusan ini menjadi preseden kelam bagaimana ruang peradilan justru mengubur kebenaran di bawah karpet alasan prosedural. Majelis hakim menyatakan gugatan terhadap Fadli Zon tidak dapat diterima karena pernyataannya tidak menimbulkan hak atau kewajiban hukum serta tidak ditujukan kepada individu tertentu, sehingga tidak termasuk objek yang bisa digugat di PTUN. 95 alat bukti, dokumen sejarah, dan kesaksian ahli yang telah dihadirkan susah payah selama enam bulan persidangan dinilai tidak dihargai oleh hakim. Majelis hakim bahkan disinyalir bermanuver manipulatif ketika dalam pertimbangannya malah menyinggung bahwa penyangkalan menteri tersebut adalah bagian dari upaya “pelestarian sejarah”. Tidak terima kebenaran dibungkam oleh teknis administratif, Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas dengan tegas mengumumkan satu langkah perlawanan selanjutnya: Banding! “Alih-alih memutus murni lewat dalih prosedural, majelis hakim justru terkesan manipulatif dengan mengatakan bahwa penyangkalan perkosaan massal oleh Fadli Zon merupakan bagian dari kewenangannya untuk melestarikan sejarah,” urai Virdinda La Ode Achmad tak habis pikir. Pemutihan sejarah ini membuktikan watak penguasa. “Ini kejahatan berskala dunia, gak bisa ini, dengan satu keputusan administratif, menghilangkan eksistensi dari fakta, itu inti dari satu pemerintahan yang otoriter, bahkan totaliter!” seru Marzuki Darusman. Konde.co mengulas soal gugatan ini melalui artikel ““Perkosaan Massal Mei ’98 Bukan Rumor”: Gugatan Ditolak PTUN, Keadilan untuk Perempuan Dikhianati di Hari Kartini” yang dapat dibaca di website kami. #LawanPemutihanSejarah #LawanImpunitas

Indonesia
2
1.4K
2.7K
41.4K
Mlpn retweetledi
ㅇㅇ
ㅇㅇ@phokyuki·
Gue udah baca ini artikelnya. FYI bukan cuma soal bau. Warga Cibetus sampai harus nutup rumah hampir 24 jam, nggak bisa jemur baju karena lalat, dan banyak yang kena ISPA/batuk berkepanjangan. Udah berkali-kali ngadu ke pemda tapi minim respons. Pas protes malah ada intimidasi & penangkapan. Ini jelas gak cuma sekadar isu produk 😭, tapi soal lingkungan & hak hidup warga. 😭😭😭
Devina Yo@DevinaYo

FYI pemilik merek Fiesta itu juga punya peternakan ayam yang mencemari desa di Cibetus, Banten, sampai banyak yang punya gangguan kesehatan. Pas diprotes, malah ngerahin polisi buat tangkap dan terror warga 🙂‍↔️

Indonesia
67
10.2K
24.2K
576.3K
Mlpn retweetledi
🌸🌼
🌸🌼@cinnamongirlc·
Papua tanahnya dieksploitasi, orang aslinya diberlakukan rasis dan dibunuh-bunuhin, bertahun-tahun. saat mereka ingin merdeka malah dicap teroris, kurang laknat apa coba.
🌸🌼 tweet media
Lone Wolf@Mythicalforest

TW: Rape, Sexual Violence Kekerasan seksual tahun 98 itu juga terjadi di Papua saat Biak Berdarah (6 Juli 1998) Tineke Rumakabu, penyintas Biak Berdarah, bersaksi Di Universitas Sydney soal kekejaman tentara Alat kelamin & payudara perempuan dipotong & diperkosa berulang kali

Indonesia
26
7.4K
15.8K
218.6K
Mlpn retweetledi
Bambang
Bambang@sibambaang·
Ada banyak sekali intelektual muda yang studi di luar negeri tapi tidak berani pulang ke tanah air karena dicap kiri saat dan setelah peristiwa 65. Akhirnya mereka beranak pinak dan menetap di sana. Mereka menjadi generasi yang terbuang dari tanah airnya sendiri. Di dalam negeri sendiri, sebanyak 299 dosen dan 3.464 mahasiswa hilang, ditahan, bahkan tewas selama masa itu, peristiwa inilah yang disebut genosida intelektual Banyak yang menyebut, 1 generasi intelektual telah hilang pada masa itu. Akibatnya tidak ada ahli yang bisa mengelola sumber daya alam negara hingga puluhan tahun setelahnya. Itulah kenapa Indonesia jauh tertinggal dan kehilangan pijakan untuk melompat.
jakartalk@Jakartalk

Fakta yang paling gak bisa lo terima

Indonesia
91
5K
17.7K
517.5K
Mlpn retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Mumpung isu KS lagi panas, ada baiknya kita mengingat lagi kejahatan seksual terbesar di sejarah Indonesia. Kejahatan itu ialah Pemerkosaan Massal Mei 1998. Pada Mei 1998, AsiaWeek melaporkan suatu mobilisasi preman yang raksasa. Gerombolan-gerombolan preman, bandit, rampok, dan penyamun dari hutan-hutan Lampung dan Timor Timur didatangkan dalam jumlah besar pakai pesawat kargo dan kereta ke Jakarta. Secara terencana, gerombolan preman dalam jumlah sangat besar digerakkan di seluruh wilayah Jakarta untuk menciptakan bencana kemanusiaan masif dan meluas. Hasilnya sangat ekstrem. Selama tiga hari nonstop, terjadi perburuan manusia di Jakarta. Gerombolan preman dalam jumlah besar menyerbu kampung yang didiami mayoritas suku Tionghoa, mengepung gang, memasuki rumah orang random, memukuli ibu-ibu random penghuninya dengan sadis sampai mati, menelanjanginya, memerkosanya, membakarnya, membakar rumahnya, mencuri sofa dan kulkas dan TV dan lemari bajunya. Seluruh keluarga si ibu-ibu juga mati dibantai. Kemudian gerombolan preman itu pindah ke rumah sebelah. Lalu setiap rumah di situ. Lalu ke kampung sebelah. Ribuan orang mati dibantai. Di jalanan Jakarta, perempuan diperkosa bergilir oleh massa dan dipukuli dengan sadis sampai mati dan rusak dengan mengerikan. Gerombolan pencuri, penyamun, pemerkosa, dan pembunuh dalam jumlah sangat besar merongrong dan meneror seluruh wilayah Jakarta selama tiga hari nonstop. Tidak ada aparat. Tidak ada kabar tentang apakah besok pemerkosaan massalnya sudah selesai atau masih lanjut. Soeharto lagi entah di mana di luar negeri. Orang capek. The Rape of Jakarta. Inilah "KS" terbesar di sejarah Indonesia. Ketika Nanking diperkosa penjajah, Jakarta malah diperkosa bangsanya sendiri, secara harfiah. Siapapun yang bertugas melindungi Jakarta saat itu jelas gagal total. Ternyata, di Jakarta saat itu ada tiga pasukan aktif yang besar: 1. Kostrad 2. Kodam Jaya 3. Kopassus Pertahanan Jakarta praktis menjadi tugas mereka yang sama sekali tidak boleh gagal. Kalau Jakarta sampai jatuh ke tangan musuh, merekalah yang tanggung jawab, karena gagal dalam tugasnya. Kalau bukan mereka, siapa lagi yang bisa melindungi Jakarta dari musuh? Oleh karena itu, semua anggota ketiga pasukan ini sudah bersumpah prajurit untuk melindungi rakyat tanpa gagal, bahkan jika harus mati sekalipun. Selama tanggal 13-15 Mei 1998, ketiga pasukan ini ngapain aja? Apa yang saat itu mereka lakukan untuk melindungi rakyat? Selama tiga hari, para tentara ini nggak cuma gabut nontonin ratusan perempuan diperkosa bergilir dan dipukuli sampai rusak dan mati oleh massa, kan? Tentu, tentara hanya mengikuti perintah. Apa yang komandan-komandan ketiga pasukan lakukan selama 13-15 Mei? Apakah mereka memerintahkan pasukannya untuk melindungi rakyat? Siapa sih komandan-komandannya saat itu? Oh, berarti muncul 3 nama: 1. Pangkostrad saat itu 2. Pangdam Jaya saat itu 3. Pangkopassus saat itu Tiga manusia inilah yang bertugas melindungi Jakarta selama 13-15 Mei 1998. Merekalah yang pegang pasukan. Siapakah nama-nama ketiga orang yang spesifik itu? Tentu saja tidak boleh gw sebut. They-Who-Must-Not-Be-Named. Ikan busuk dari kepala. Kalau Kostrad, Kodam Jaya, dan Kopassus entah mengapa bisa-bisanya kompak gagal bersamaan, tiga orang inilah yang harus minta maaf sebagai pemimpin. Tiga orang inilah yang harus minta maaf karena kicep gagal mencegah pemerkosaan dan pembantaian di Jakarta oleh gerombolan preman, termasuk oleh gerombolan preman dari hutan Timor Timur.
tempo.co@tempodotco

Terima Hercules di Kantornya, Seskab Teddy: Kawan Lama

Indonesia
113
12.4K
26K
1.3M
Mlpn retweetledi
Mlpn retweetledi
Nisa🐾🍳
Nisa🐾🍳@bolehjoingk·
Thanks Indonesia for blessing us with SOTO 🍲
Nisa🐾🍳 tweet mediaNisa🐾🍳 tweet mediaNisa🐾🍳 tweet mediaNisa🐾🍳 tweet media
English
293
7.9K
24.2K
887K
Mlpn retweetledi
UpdateCharts
UpdateCharts@updatecharts·
🏆 TOP COMEBACKS 🥇 1. Jesus Cristo - A Ressurreição
UpdateCharts tweet media
Português
77
2.5K
21.3K
244.4K