Sabitlenmiş Tweet
Achilles
12.5K posts


@LambeSahamjja @rifaldy_chally Ini fufufafa bukti jelas menuduh mas Didit Putra Presiden napa Bu komdigi diam saja.

Indonesia

guys lu pada tau gk usai dilaporkan ke polisi
oleh komdigi ......
amin rais malah menantang balik...
begini kata dia
Komdigi tidak berhak menggugat dirinya secara hukum, terkait video pernyataan bahwa Teddy itu gay. Menurut dia, yang berhak mengadukannya ke ranah hukum adalah Teddy Indra Wijaya sendiri, dan Amien Rais siap menghadapi proses hukum tersebut.
"Saya diberi tahu ahli-ahli hukum itu, Komdigi tidak berhak. Jadi yang berhak itu si Teddy, nah itu baru akan dibawa ke pengadilan.
Dan di pengadilan saya akan yakin sekali, tunjukkan! Saya minta beberapa dokter spesialis apakah betul dia itu gay atau bukan. Nah gitu saja nanti kita ngobrol-ngobrol lagi," ungkap Amien Rais saat ditanyai oleh wartawan, seperti dikutip dari detikgoyakarta, Minggu 3 Mei 2026.
Amien Rais juga menanggapi pernyataan keras Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid terkait videonya yang bermuatan fitnah, hoaks dan mengandung ujaran kebencian, dan berujung video tersebut menghilang dari akun media sosial Amien Rais.
Amien mengungkapkan, pernyataan dirinya yang menuding Teddy, merupakan bentuk kebebasan berpendapat, dan menunjukkan demokrasi berjalan baik.
"Ya, jadi saya begini. Saya pertama tentu yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh undang-undang dasar kita itu tidak dibatasi, tidak diberangus," ujar Amien saat ditemui usai acara Munas Partai Ummat di Sleman, dilansir detikjogja.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara demokrasi, sehingga setiap individu bebas menyampaikan pendapat. Meskipun, kata Amien Rais, bertentangan dengan penguasa dan kelompok rakyat.
"Nah, kemudian, yang namanya negara demokrasi, orang berpendapat itu boleh. Bertentangan dengan penguasa yang resmi, bertentangan dengan kelompok rakyat yang lain-lain itu. Tetapi apa, jadi point of conflict-nya itu, point of perbedaannya itu adalah yang bersangkutan dengan nasib bangsa," ujarnya.
cc:Terkinidotid

Indonesia

halo dek 2.0
Gopal@MYasfika
Wallahi we are finished pilihan di indo sekarang kaya gini buat Gen Z.
Indonesia

@MYasfika eh sumpah kayaknya aku gajadi deh mau ikut tes nya kopdes soalnya saingannya sama orang2 yg keluarganya handle kopdes katanya nomor ujiannya nanti bakal dikasih ke keluarganya yg handle itu jadi dia ikut ujian ya formalitas aja yaallah inimah belum perang jg udah kalah dluan 😭
Indonesia

Wallahi we are finished pilihan di indo sekarang kaya gini buat Gen Z.

philosophy memes 🔗@philosophymeme0
Indonesia


@kforkinsley pertama mmng cukup 1, tapi liat2 yg lain jd bagus jdi mah nambah, aku pny 3 sejauh ini casio f91w, casio a158, casio aq800. kmren udh ngerasa cukup 3 aja. tpi skrg napsu pngn casio tank 🤣
Indonesia

suami gue beli jam tangan LAGI 😭😭
Terus berkedok, ini jam legend… emang iya?!😭


irbahsalss@kforkinsley
Pesona jam tangan 50ribuan : Skmei
Indonesia

2 gajah mati, di kab. muko-muko bengkulu 😭😭😭
ditemukan proyektil didalam gajah
01/05/26
🌱 Penemuan bangkai induk dan anakan gajah Sumatra di wilayah konsesi PT BAT (kebun sawit), Kab. Mukomuko, dalam kondisi membusuk, namun organ penting seperti gading masih ditemukan utuh.
🌱 Tim BKSDA Bengkulu bersama kepolisian telah melakukan nekropsi dan pengambilan sampel laboratorium untuk memastikan apakah penyebab kematian karena penyakit, racun, atau faktor lainnya.
😭😭😭

Indonesia


@monkeydscofield @worksfess Info lulusnya lewat email ya kak?
Indonesia

@Ratatoille_Myus @worksfess mjb ini udh kelar, di tmptku udh pda msuk anak bru
Indonesia


Guys king dadan ketua BGN
Baru saja buat pernyataan
dia bilang kalo bisa kampus juga ada SPPG
minimal 1 kampus 1 SPPG
Dia bilang itu di depan 24 rektor PTN-BH terbaik Indonesia di Makassar.
Pesannya: setiap kampus harus punya minimal satu SPPG.
Di permukaan kedengarannya bagus.
Mahasiswa belajar pertanian.
Kampus jadi laboratorium hidup.
Ekosistem ekonomi berkelanjutan.
Tapi di balik narasi yang indah itu ada struktur yang kalau dipikir baik-baik sangat bermasalah.
Kampus negeri adalah institusi publik yang dibiayai uang negara.
Kalau kampus negeri sekarang jadi pengelola SPPG mereka masuk ke dalam ekosistem MBG sebagai pelaku bisnis.
Mereka akan menerima insentif Rp6 juta per hari dari anggaran BGN yang juga uang negara.
Dan mahasiswa yang membayar UKT dari kantong keluarganya akan dijadikan tenaga kerja "pembelajaran berbasis proyek nyata" yang artinya tenaga produksi murah yang dikemas dengan bahasa pendidikan.
Uang negara masuk dari dua pintu berbeda ke institusi yang sama.
Mahasiswa bekerja tanpa kejelasan kompensasi.
Dan sistem yang sudah penuh masalah diperluas ke lebih banyak institusi sebelum masalah lamanya diselesaikan.
Dan ini yang paling kontradiktif dari semua yang terjadi hari ini:
Di hari yang sama Dadan sibuk merekrut kampus-kampus terbaik Indonesia untuk masuk ke ekosistem MBG di berita lain hari ini juga Kompas melaporkan bahwa 1.720 SPPG yang ditutup sementara tetap menerima insentif Rp6 juta per hari.
Rp10,32 miliar per hari.
Untuk dapur yang tidak beroperasi. Untuk SPPG yang ditutup karena tidak memenuhi standar sanitasi dasar seperti IPAL dan sertifikat laik higenis.
Sistem yang sudah punya lebih dari 1.700 unit bermasalah belum diberesin.
Tapi hari ini kepala lembaganya sedang berkeliling merekrut pengelola baru.
Ini bukan manajemen krisis.
Ini adalah ekspansi di atas fondasi yang retak.
Dan sekarang kampus diundang masuk ke dalam sistem ini:
24 rektor PTN-BH pemimpin institusi pendidikan terbaik dan terpercaya di Indonesia hari ini duduk di forum yang diisi oleh kepala lembaga yang sistemnya masih penuh pertanyaan yang belum dijawab.
Tidak ada audit independen yang selesai.
Tidak ada laporan keuangan yang transparan dan bisa diakses publik.
Tidak ada penjelasan tentang ke mana triliunan itu pergi kalau bukan ke makanan. Dan tidak ada pertanggungjawaban atas 33.000 kasus keracunan.
Tapi rekrutmen kampus baru jalan terus.
Pola yang sangat jelas kalau lo mau jujur melihatnya:
Setiap kali ada masalah besar yang muncul di MBG responsnya bukan perbaikan sistemik.
Responsnya adalah ekspansi.
SPPG bermasalah?
Buka SPPG baru di kampus.
Anggaran bocor?
Tambah anggaran.
Kualitas makanan buruk?
Buat program pelatihan baru.
Data tidak sinkron?
Keluarkan klaim perputaran ekonomi yang lebih besar.
Dan setiap ekspansi membawa lebih banyak pihak ke dalam ekosistem lebih banyak institusi, lebih banyak orang, lebih banyak anggaran yang mengalir. Yang artinya lebih banyak kepentingan yang terikat. Lebih sulit untuk diaudit. Lebih sulit untuk dihentikan. Dan lebih banyak wajah yang bisa diklaim sebagai pendukung program menjelang 2029.
Dan ini yang paling gelap dari seluruh gambaran ini:
Kampus adalah institusi yang seharusnya menjadi penjaga independensi intelektual dan kritis terhadap kebijakan publik. Mahasiswa adalah generasi yang seharusnya bisa mempertanyakan sistem dengan bebas.
Kalau kampus sekarang masuk ke dalam ekosistem MBG sebagai pengelola SPPG yang menerima insentif dari BGN apakah kampus itu masih bisa bersikap kritis terhadap program yang sama?
Apakah rektornya yang baru kemarin duduk di forum BGN akan dengan mudah membiarkan mahasiswanya turun ke jalan mempertanyakan transparansi MBG?
Ini bukan paranoia. Ini adalah pertanyaan tentang konflik kepentingan yang sangat nyata dan sangat berbahaya untuk ekosistem demokrasi kita.
Dan ini yang menurut gue paling mengerikan soal pemilu 2029:
ada analis yang bilang
ini semua untuk pemilu 2029.
Dan gue setuju bahwa dimensi politiknya sangat nyata dan tidak bisa diabaikan.
Pikirkan strukturnya.
BGN mendorong SPPG masuk ke kampus-kampus negeri.
Kampus-kampus itu punya mahasiswa ratusan ribu orang.
Mahasiswa itu punya keluarga.
Dan setiap orang yang terlibat dalam ekosistem SPPG baik sebagai pengelola, pemasok, maupun penerima — secara psikologis terikat dengan program ini.
Kalau program ini berhasil siapa yang dikreditkan? Pemerintah yang mendesainnya.
Presiden yang menginisiasinya.
Kalau program ini gagal atau bermasalah siapa yang menanggung?
Kampus. BGN. SPPG. Sistem yang sudah terlanjur kompleks dan sulit diurai pertanggungjawabannya.
Ini adalah arsitektur politik yang sangat cerdik: sebarkan manfaat yang bisa diklaim secara luas, tapi sebarkan juga tanggung jawab ke banyak pihak sehingga kalau ada masalah tidak ada satu titik yang bisa dijadikan sasaran tembak.
Makin banyak MBG dibahas makin banyak yang keluar.
Dan yang keluar bukan hal-hal yang bisa dijelaskan dengan "program masih dalam proses penyempurnaan
Yang keluar adalah pola.
Pola di mana ekspansi terus berjalan sementara akuntabilitas tidak pernah dituntaskan. Pola di mana institusi-institusi penting mulai dari kampus sampai BGN sendiri semakin dalam terlibat dalam ekosistem yang pertanggungjawabannya masih sangat kabur.
Dan di tengah semua itu anak-anak yang seharusnya menjadi alasan utama program ini tetap menjadi nama yang disebut dalam setiap siaran pers.
Sementara triliunan rupiah terus mengalir ke tempat-tempat yang tidak bisa dijelaskan dengan angka yang bisa diverifikasi siapapun.
Kalau ini bukan krisis tata kelola yang serius gue tidak tahu apa namanya.

Indonesia













