Sabitlenmiş Tweet
Dea ~.~
34.4K posts

Dea ~.~ retweetledi
Dea ~.~ retweetledi

Dulu minyak mahal semua disuruh rebus, skrg plastik mahal suruh pake daun, kalau semua mahal, pemerintahannya ganti pakai robot aja bu kalo gak masuk akal gini.
tempo.co@tempodotco
Puan Maharani soroti harga plastik yang meroket, sarankan pedagang balik pakai daun 🌿 Menurutnya, dulu kemasan dari daun justru lebih sering dipakai dibanding plastik, jadi bukan hal baru. Menurut kamu gimana?
Indonesia
Dea ~.~ retweetledi

Guys, KPK baru rilis sesuatu yang menurut gue harusnya jadi headline utama semua media hari ini.
KPK menemukan 8 potensi korupsi dalam program MBG dengan anggaran yang naik dari Rp71 triliun di 2025 menjadi Rp171 triliun di 2026.
Dan gue mau mulai dengan satu pertanyaan sederhana:
Kalau KPK sudah tahu kenapa belum ada yang diusut?
Delapan potensi korupsi yang KPK temukan:
- regulasi pelaksanaan lemah.
- mekanisme bantuan pemerintah
-pendekatan terlalu terpusat pada BGN.
- konflik kepentingan dalam penentuan mitra pelaksana.
- transparansi lemah.
- standar dapur belum terpenuhi.
- pengawasan keamanan pangan minimal.
- tidak ada indikator keberhasilan yang terukur.
Dan sekarang gue mau fokus ke hal yang paling mengganggu:
KPK punya tugas pokok berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2019 yang sangat jelas: menyelidiki, menyidik, menuntut, mengkoordinasi, mensupervisi, memantau, dan mencegah korupsi.
Bukan hanya membuat daftar potensi korupsi lalu minta perbaikan dengan sopan.
Kalau KPK sudah punya temuan 8 titik rawan korupsi dalam satu program dengan anggaran Rp171 triliun pertanyaannya bukan apa rekomendasinya?
Pertanyaannya adalah:
siapa yang sudah dipanggil untuk diperiksa?
Karena kalau jawabannya tidak ada maka KPK tidak sedang menjalankan fungsi penindakan.
KPK sedang menulis laporan tahunan.
Yang paling bikin gue tidak habis pikir:
Anggaran MBG naik 140% dalam satu tahun dari Rp71 triliun ke Rp171 triliun.
Hampir dua setengah kali lipat.
Dan di saat yang bersamaan KPK baru merilis laporan bahwa kerangka regulasi, tata kelola, dan mekanisme pengawasannya belum memadai.
Artinya anggaran naik duluan.
Sistemnya belum siap.
Dan KPK tahu ini.
Kalau ini terjadi di perusahaan swasta direksinya sudah dipanggil pemegang saham.
Kalau ini terjadi di lembaga donor internasional auditnya sudah dimulai dari hari pertama.
Tapi di sini yang keluar adalah tujuh rekomendasi yang akan dikirim ke BGN dan berharap mereka mau memperbaiki diri sendiri.
Dan ini yang paling gilanya
KPK punya wewenang untuk tidak hanya merekomendasikan tapi untuk menyelidiki.
Punya wewenang untuk memanggil.
Punya wewenang untuk menyita dokumen.
Punya wewenang untuk menetapkan tersangka.
Tapi yang keluar dari lembaga ini soal MBG sampai hari ini baru sebatas laporan tahunan dan tujuh rekomendasi tertulis.
Sementara di survei publik 88% responden bilang manfaat MBG lebih banyak dinikmati pejabat dan pengelola dapur.
Hanya 6,5% yang dirasakan anak-anak sebagai penerima yang seharusnya.
Sementara puluhan kasus keracunan terjadi tanpa ada satu pun SPPG yang dicabut izinnya secara publik.
Sementara Rp1,6 miliar habis untuk sikat dan semir sepatu dengan harga tiga kali lipat pasar.
Dan KPK merekomendasikan agar sistem pelaporan keuangannya diperbaiki.
Tugas KPK bukan hanya menulis laporan tentang potensi korupsi.
Tugas KPK adalah menindak korupsi.
Kalau 8 potensi korupsi sudah teridentifikasi dalam satu program dengan anggaran Rp171 triliun dan tidak ada satu pun langkah penindakan yang dimulai maka yang perlu dipertanyakan bukan hanya tata kelola MBG.
Yang perlu dipertanyakan adalah apakah KPK masih punya nyali untuk menjalankan fungsinya??
atau hanya punya kemampuan untuk mendokumentasikan masalah yang tidak akan pernah diselesaikan.
Karena rakyat Indonesia tidak butuh dokumen tentang korupsi yang mungkin terjadi.
Rakyat butuh seseorang yang berani menindak korupsi yang sudah terjadi.
kalo kpk aja gk berani ??
berharap kesiapa lagi kah kita rakyat ??

Indonesia
Dea ~.~ retweetledi
Dea ~.~ retweetledi
Dea ~.~ retweetledi
Dea ~.~ retweetledi
Dea ~.~ retweetledi
Dea ~.~ retweetledi

⚠️ KABAR KERACUNAN EMBEGE! ⚠️
⚠️ KABAR KERACUNAN EMBEGE! ⚠️
⚠️ KABAR KERACUNAN EMBEGE! ⚠️
Cilegon, Banten, 16 April 2026. Total korban = 49 anak MTs Al-Inayah.



Jeni_Ly again@Jelli_cent
Udh dpt berita ini blm @menuembegejelek? Sebanyak 49 siswa MTs Al Inayah, Cilegon, Banten, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu MBG pd Kamis, 16 April 2026. Korban mengalami gejala mual hingga muntah & dilarikan ke Puskesmas. Terus aja nih... 😓
Indonesia
Dea ~.~ retweetledi
Dea ~.~ retweetledi
Dea ~.~ retweetledi
Dea ~.~ retweetledi
Dea ~.~ retweetledi

Bayangin, kamu bayar pajak, duitnya rusak, buat foya², beli ini itu. jalan-jalan ke luar negeri, buat proyek budget gede tapi hasilnya zonk.... dan masih banyak lagi... 🙂

tempo.co@tempodotco
BGN: Semir dan Sikat Sepatu Bagian Fasilitas SPPI tempo.co/politik/bgn-se…
Indonesia
Dea ~.~ retweetledi
Dea ~.~ retweetledi

Puluhan santri atau siswa/i MTS AI Inayah, di Jerang, Kecamatan Cibeber, Kita Cilegon, mengalami gejala mual hingga muntah-muntah yang diduga keracunan menu MBG yang disalurkan oleh salah satu SPPG di Kota Cilegon pada Kamis 16 April 2026.
Total ada 49 orang siswa yang dilarikan ke tiga fasilitas kesehatan di Kecamatan Cibeber.
Indonesia
Dea ~.~ retweetledi
Dea ~.~ retweetledi

Inilah tampang Andi Hakim Febriansyah & Camelia Rosa.
Suami istri pencuri Rp28 miliar dana suci umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumut untuk umroh, bikin cafe mewah, sport center, mini zoo & gaya hidup glamour.
Padahal uang tabungan jerih payah jemaat selama 40+ tahun itu untuk gereja, sekolah anak, kesehatan & kesejahteraan.
2019: Andi Hakim, Kepala Kas BNI Aek Nabara, rayu pengurus gereja dengan “BNI Deposito Investment” bunga 8%, padahal bohong besar. Umat percaya, dana mengalir deras ke dia.
2019-2025: Rp28 miliar raib karena Andi cetak bilyet palsu, palsukan tanda tangan jemaat, alihkan ke rekening pribadi, rekening istri Camelia Rosa, & PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera milik mereka.
Awal 2026: Jemaat minta cairkan Rp10 miliar, nihil. Bendahara Suster Natalia Situmorang shock berat, pingsan & menangis.
Feb 2026: Andi & istri kabur ke Australia
13 Maret 2026: Andi ditetapkan tersangka penggelapan & penipuan oleh Polda Sumut.
30 Maret 2026: Ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan saat pulang dari pelarian. Polisi sita semua aset & dalami peran Camelia Rosa.
April 2026: Andi masih ditahan Polda Sumut. Penyidikan berlanjut, polisi kejar aliran dana & sita seluruh aset hasil kejahatan. Camelia Rosa masih didalami perannya.
BNI tawarkan talangan Rp7 miliar yang ditolak mentah2 oleh jemaat. Suster Natalia & umat tuntut pengembalian penuh Rp28 miliar hasil keringat 1.900 keluarga.
--
Semoga seluruh jemaat segera dapat uangnya kembali & suami istri pelaku ini dihukum berat 🙏🏾

Indonesia
Dea ~.~ retweetledi












